<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017</id><updated>2011-11-22T21:14:25.198-08:00</updated><category term='Sumber Daya Manusia'/><category term='Logistik'/><category term='Tips Bisnis'/><category term='BUMN'/><category term='Hotel'/><category term='Bisnis Internet'/><category term='Pelayanan Pelanggan'/><category term='Bisnis'/><title type='text'>Ibnu's Blog</title><subtitle type='html'>All About Business</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>69</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-3485629473468990502</id><published>2011-11-22T21:14:00.000-08:00</published><updated>2011-11-22T21:14:25.211-08:00</updated><title type='text'>US Postal  Service Terancam Bangkrut?</title><content type='html'>Oleh : Ibnu Dahwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan yang lalu ada sebuah informasi berupa running text di sebuah Media TV yang menarik perhatian penulis yaitu sebagai berikut: US Postal Service pada tahun 2011 akan menutup 4.000 unit pelayanannya dan 5.000 orang karyawannya terancam di PHK. Tentunya apa yang tercantum dalam running text tersebut menimbulkan pertanyaan dalam benak penulis. Ada apa sebenarnya dengan Perusahaan yang bergerak dalam jasa Perposan di negara maju tersebut. Oleh karena itu penulis mencoba menelusuri lebih lanjut melalui data yang telah dipublish oleh US Postal Service.&lt;br /&gt;Dalam laporan tahunan 2010  yang diterbitkan oleh US Postal Service terdapat gambaran kondisi Perusahaan tersebut antara lain sebagai berikut: &lt;br /&gt; Operating Revenue dari tahun 2008 s.d 2010 menurun yaitu: 2008 plus 0.2% , 2009 minus 9.1%  dan 2010 minus 1.5%.&lt;br /&gt; Operating Expences sebaliknya : 2008 minus 3.0% , 2009 minus 7.6% sedangkan 2010 plus 5.0%.&lt;br /&gt; Operating margin berturut turut mengalami penurunan yaitu: 2008 minus 3.7%, 2009 minus 5.5% dan 2010 minus 12.5%.&lt;br /&gt; Defisit yang dialami terus mengalami peningkatan yaitu: 2008 sebesar 1,672 M US $, 2009 sebesar 5,413 M US $  dan 2010 sebesar 13,873 M US $.&lt;br /&gt; Volume  suratpos tercatat sejak tahun 2008 sebesar 202,703 juta, tahun 2009 sebesar 176,744 juta dan tahun 2010 sebaesar 170,574 juta atau mengalami pertumbuhan sebagai berikut tahun 2008 minus 4.5%, 2009 minus 12.8% dan tahun 2010 minus 3.5%.&lt;br /&gt;Kondisi yang terus memburuk menyebabkan US Postal Service harus melakukan langkah – langkah efisiensi untuk mengurangi defisit antara lain dengan melakukan perampingan karyawan dan pengurangan outlet atau unit layanan. Jumlah karyawan   tahun 2008 sebanyak  663,238 orang, 2009 sebanyak 623,128 orang dan 2010 sebanyak 583,908 orang atau secara prosentase tahun 2008 minus 3.1%, 2009 minus 6.0% dan 2010 minus 6.3%.&lt;br /&gt;Artinya apa yang tercantum dalam running text media TV tersebut bukanlah suatu hal yang mengejutkan, karena upaya untuk melakukan restrukturisasi dan langkah - langkah efinsiensi sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2008 meskipun kondisi Perusahaan tersebut tetap tidak mengalami perbaikan bahkan cenderung terus memburuk.&lt;br /&gt;Bagaimana prospek bisnis PT Pos Indopnesia di masa depan ?  Sebenarnya penulis telah pernah membuat tulisan tentang  keprihatinan akan nasib PT Pos Indonesia ini pada tahun 2006 (lihat PT Pos Indonesia di Simpang Jalan).&lt;br /&gt;Kondisi yang terjadi di US Postal Service tentunya memberikan pelajaran berharga untuk dicermati PT Pos Indonesia. Jika di negara maju saja yang tingkat mail per capita nya cukup tinggi, institusi Posnya terancam bangkrut, bagaimana juga dengan PT Pos Indonesia yang notabene berada di masyarakat yang tingkat mail per capitanya sangat rendah. Akan kah kondisi yang serupa akan dialami oleh PT Pos Indonesia? Sebagai gambaran mail per kapita Indonesia tahun 2007 sebanyak 4 pucuk surat per kapita , bandingkan misalnya dengan Jepang  (172 pucuk surat per kapita) , Malaysia (47 surat per kapita), Australia (254 surat per kapita) atau Inggris ( 335 surat per kapita). Dari pengiriman surat per kapita Indonesia terlihat masih termasuk negara yang sangat minim dalam produksi suratpos. &lt;br /&gt;Tentu saja pasti terdapat perbedaan antara kondisi US Postal Service dengan PT Pos Indonesia (Persero) meskipun keduanya bergerak dalam jenis bisnis yang sama yaitu jasa perposan. &lt;br /&gt;Lingkungan makro kondisi ekonomi Indonesia masih mengalami pertumbuhan yang cukup baik sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan suratpos secara nasional dan hal ini berbeda dengan kondisi makro di USA yang saat ini sedang mengalami krisis. Adanya deregulasi dalam bisnis perposan menyebabkan tingkat persaingan semakin ketat dan diperkirakan akan menurunkan pangsa pasar PT Pos Indonesia yang tadinya 90 s.d 95% dalam suratpos kemungkinan akan menurun secara tajam dengan dimungkinkannya Jasa Titipan Swasta mengelola bisnis perposan. Demikian juga perubahan proporsi kontribusi surat individu C2C  ke surat bisnis B2C mengharuskan PT Pos Indonesia mampu meningkatkan kualitas pelayanan (level of services)  yang semakin tinggi, karena Perusahaan – Perusahaan sebagai pengguna jasa pos akan menggunakan Perusahaan Kurir yang mampu memberikan kualitas layanan tinggi dengan tarif yang kompetitif.&lt;br /&gt;Perbedaan lain yang cukup mendasar antara US Postal Service dengan PT Pos Indonesia yaitu: US Postal Service hanya fokus dalam bisnis mail sedangkan PT Pos Indonesia memiliki tambahan 2 (dua) pilar bisnis lain yaitu : Logistik dan Jasa Keuangan. Kedua bisnis ini sedang mengalami pertumbuhan pesat sejalan dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia. Kondisi ini tentunya menimbulkan harapan bagi penulis bahwa meskipun secara global bisnis perposan mengalami kondisi yang terus menurun, tapi penulis yakin PT Pos Indonesia masih akan dapat tetap eksis apabila mampu mengelola 2 (dua ) pilar bisnis tersebut dengan terus menggali peluang – peluang yang ada dan mengembangkan langkah – langkah inovatif dan mampu memberikan kualitas layanan yang tinggi sehingga mampu bersaing dengan para kompetitornya. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-3485629473468990502?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/3485629473468990502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=3485629473468990502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/3485629473468990502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/3485629473468990502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2011/11/us-postal-service-terancam-bangkrut.html' title='US Postal  Service Terancam Bangkrut?'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-207729662486426807</id><published>2011-11-21T00:39:00.000-08:00</published><updated>2011-11-21T00:41:04.087-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Pentingnya Citra Perusahaan.</title><content type='html'>Oleh : Ibnu Dahwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang harus disadari adalah bahwa setiap kali kita memberikan layanan kepada pelanggan, maka kita tengah membangun citra perusahaan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali ketika Anda ingin membeli suatu produk dalam benak Anda yang teringat biasanya nama Perusahaan bukan merk produk tersebut. Ketika Anda mau membeli produk elektronik maka yang teringat pasti produk Sony atau mungkin Samsung atau untuk alat rumah tangga mungkin Elektrolux. Begitu juga ketika mau membeli bahan atau bumbu untuk masak maka yang teringat mungkin Indofood atau Perusahaan terkenal lainnya. Dan Anda seakan tidak perduli merknya, karena Anda merasa yakin asal produk tersebut dikeluarkan Perusahaan tertentu Anda merasa yakin pasti produk tersebut sesuai dengan harapan Anda atau tidak akan mengecewakan. Oleh karena itu tidaklah heran kalau ada sebuah iklan di televisi seperti : “ It’s a Sony ”. Iklan tersebut menegaskan kembali bahwa apapun yang dikeluarkan Sony merupakan jaminan produk tersebut pasti berkualitas.&lt;br /&gt;Pertanyaannya kenapa bisa terjadi seperti itu? Karena Perusahaan – perusahaan tersebut telah memiliki citra yang postitif dimata Anda. Oleh karena itu citra perusahaan atau pribadi merupakan hal terpenting dalam tiap pelayanan. Hal tersebut dapat berdampak pada persepsi kualitas dengan berbagai cara. Menurut Gronroos dalam “Service Management and Marketing”, (1990: 38), kualitas terpadu dibentuk oleh kualitas teknis dan kualitas fungsional dan citra berperan sebagai filter. Jika perusahaan memiliki citra yang baik dimata pelanggan, maka kesalahan-kesalahan kecil dapat dimaafkan oleh pelanggan. Apabila kesalahan tersebut terjadi berulang kali maka citra perusahaan dapat rusak.  Namun, apabila citra perusahaan sudah buruk, maka kesalahan sebesar apapun akan memiliki dampak negatif yang lebih besar. &lt;br /&gt;Perusahaan – perusahaan tersebut bukannya bebas dari kesalahan, artinya mungkin suatu waktu membuat suatu produk yang bermasalah, tapi mereka umumnya secara cepat memperbaiki kesalahannya baik dengan menarik segera produk tersebut atau memberikan kompensasi misalnya ganti rugi kepada Pelanggan yang sudah terlanjur membeli. Contoh kasus yang baru – baru ini terjadi misalnya ketika Honda mengeluarkan Sepeda Motor merk Vario yang pertama yang ternyata  ada masalah teknis yang dapat merugikan konsumennya. Honda dengan cepat melakukan langkah – langkah yang memberikan keyakinan kepada Pelanggannya bahwa kalaupun terdapat kesalahan kegagalan dalam suatu produk Perusahaan tersebut akan bertanggungjawab terhadap konsumennya . Honda sangat menyadari bahwa mempertahankan citra positif dimata Pelanggan sangat penting meskipun untuk itu mungkin Perusahaan mengeluarkan biaya yang sangat besar, karena citra yang buruk akan menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi. Reputasi buruk kita akan tersebar dengan cepat, dalam suatu hasil penelitian mengatakan bahwa pelanggan yang unhappy akan menyebarkan berita buruk tentang perusahaan kita ke sembilan orang yang lain dan 13 % pelanggan akan menyebarkan reputasi buruk itu kepada 20 orang pelanggan lainnya.&lt;br /&gt;Membangun citra positif dilakukan melalui bagaimana kita berkomunikasi, berpenampilan, dan cara memperlakukan pelanggan. &lt;br /&gt;Menciptakan citra positif berarti:&lt;br /&gt;• Membantu pelanggan melihat keistimewaan produk kita melalui cara yang terbaik.&lt;br /&gt;• Melakukan apa saja yang mungkin untuk menampilkan citra positif dari perusahaan dan layanan kita.&lt;br /&gt;• Mengembangkan hubungan yang mampu membuat pelanggan merasa diistimewakan dan dihargai sebagai seorang pribadi.&lt;br /&gt;Kesimpulan: Membangun citra positif tidak dapat bersifat instant tetapi memerlukan waktu dan upaya yang tidak mudah dan dilakukan secara konsisten. Menciptakan citra positif penting karena dorongan untuk membeli suatu produk perusahaan tertentu seringkali dipengaruhi oleh kesan positif atau negatif pelanggan terhadap perusahaan tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-207729662486426807?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/207729662486426807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=207729662486426807' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/207729662486426807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/207729662486426807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2011/11/pentingnya-citra-perusahaan.html' title='Pentingnya Citra Perusahaan.'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-6688064195592072714</id><published>2011-01-24T20:51:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T19:46:01.836-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hotel'/><title type='text'>Tepatkah  Positioning MICE pada Hotel Posters ?</title><content type='html'>Oleh : Ibnu Dahwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui saat ini hampir setiap Perusahaan baik perusahaan yang bergerak dalam manufacturing, trading atau pun Perusahaan yang bergerak dalam pelayanan jasa akan menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam bisnisnya. Dalam setiap bisnis selalu terdapat Konsumen yang sangat beragam dan para Pesaing yang jumlahnya sangat banyak dengan berbagai karakteristiknya masing – masing. Kendala – kendala keterbatasan sumber daya Perusahaan, tidak memungkinkan setiap Perusahaan mampu menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkan seluruh Konsumen dan berkompetisi dengan seluruh Perusahaan Pesaing yang bergerak dalam suatu bisnis. Oleh karena itu setiap Perusahaan  harus mampu menetapkan Segmenting - Targeting - Positioning (STP) yang tepat dalam bisnisnya.  Positioning adalah sebuah keputusan bisnis untuk menentukan posisi Perusahaan di antara para pesaing yang bergerak dalam suatu bisnis yang sama. Ketepatan  Positioning  akan memiliki pengaruh yang sangat kuat  terhadap kesuksesan Perusahaan dalam menghadapi persaingan yang sangat tinggi dan akan menentukan keberhasilan Perusahaan dalam mencapai tujuan – tujuannya.&lt;br /&gt;Apa itu Positioning? Positioning has come to mean the process by which marketers try to create an image or identity in the minds of their target market for its product, brand, or organization.(Wikipedia). Al Ries, guru positioning dunia, mengatakan bahwa positioning adalah "the battle for your mind", bagaimana kita bisa menguasai satu kata kunci di benak pelanggan. &lt;br /&gt;Penentuan posisi dapat dikelompokkan menjadi penentuan posisi menurut nilai, menurut pesaing, menurut manfaat, menurut penggunaan, menurut pemakai, menurut kategori produk, dan. menurut atribut. Untuk melakukan Positioning yang tepat harus dilakukan pemetaan posisi para pesaing dengan posisi Perusahaan berdasarkan persepsi terhadap produk atau jasa yang diberikan. Pemetaan dapat dilakukan dengan variabel tertentu misalnya : harga dan kualitas atau harga dan nilai ekonomis dst, sesuai dengan karakteristik produk atau jasa yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Dalam realitas kita bisa rasakan ketika kita akan belanja sabun murah maka kita dalam benak kita terbayang lifebuoy, kalau kita akan beli minuman dalam kemasan yang berkualitas maka akan terbayang Aqua, mau beli minyak goreng yang rendah kolesterol maka terbayang Bimoli. Demikian juga ketika kita akan membeli sepeda motor yang memiliki mesin yang tahan lama dengan jaminan kemudahan service dan sparepart, maka dalam benak kita akan langsung terbayang merk Honda. &lt;br /&gt;Contoh – contoh tersebut di atas adalah sebuah gambaran bagaimana sebuah Perusahaan secara sukses mampu menempatkan Positioning produk atau merknya di dalam benak Konsumen.&lt;br /&gt;Tidaklah mudah untuk menguasai satu kata kunci di benak pelanggan terlebih lagi kalau Perusahaan baru yang harus berhadapan dengan perusahaan –perusahaan lain yang sudah cukup lama bergerak di bisnis tersebut. Masalahnya, kalau kata kunci itu sudah ada yang memiliki, apa yang harus kita lakukan? Kita mungkin sebaiknya memilih kata kunci lain yang belum ada pemiliknya.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan  Hotel Posters MICE yang berlokasi di Bandung. Meskipun Hotel Posters MICE relatif baru dan hanya sebuah hotel katagori Melati, tapi ada hal yang menarik yang dikembangkan Hotel  ini yaitu adanya tambahan MICE di belakang nama Hotel. Sebenarnya arti MICE merupakan singkatan dari meeting – incentive – convention -  exhibition, yaitu suatu kegiatan kepariwisataan yang biasanya dilakukan oleh kelompok besar yang direncanakan secara matang dan dilakukan bersama untuk tujuan tertentu. Untuk negara – negara maju layanan MICE sudah cukup lama berkembang, namun di negara kita baru di beberapa kota seperti Bali atau Jakarta yang aktivitas MICE nya sudah berkembang cukup pesat. &lt;br /&gt;Sebenarnya penyelenggaraan layanan MICE sudah banyak dilakukan oleh hotel – hotel lain yang ada di Bandung terutama Hotel Bintang seperti : Horison, Papandayan , Savoy Grand Pasundan dll, juga hotel melati seperti : Hotel Trio, Bumikitri dst. Terlepas dari kapasitas dan kualitas  layanannya dalam memberikan layanan MICE, berdasarkan pengamatan penulis, Hotel Posters merupakan satu-satunya yang menambahkan kata  - kata MICE di belakang nama Hotel, sehingga dengan cepat menempatkan satu kata kunci yang ada di benak konsumen. Dengan demikian Hotel Posters MICE yang relatif baru sudah mampu melakukan Positioning yang cukup baik.&lt;br /&gt;Untuk menjawab tepat tidaknya Positioning tersebut banyak hal yang harus menjadi pertimbangan Hotel Posters MICE antara lain:&lt;br /&gt;1. Sesuaikah Positioning dengan segmen market yang dibidik ?&lt;br /&gt;2. Bagaimana Positioning hotel-hotel para pesaing?&lt;br /&gt;3. Bagaimana competitive advantage yang dimiliki Hotel Posters?&lt;br /&gt;4. Seberapa besar kapasitas layanan yang dimiliki Hotel Posters untuk menyelenggarakan layanan bersifat  MICE?&lt;br /&gt;Tentunya kesesuaian kondisi- kondisi riil dalam menjawab pertanyaan - pertanyaan tadi akan mampu memberikan gambaran tentang tepat tidaknya Positioning yang dikembangkan Hotel Posters MICE.&lt;br /&gt;What’s next? MICE merupakan aktivitas layanan yang memerlukan kapasitas yang cukup dengan pananganan secara profesional sehingga sesuatu pekerjaan yang tidak mudah untuk dilaksanakan. Embel – embel MICE bukanlah suatu kata tanpa makna tapi didalamnya terkandung janji yang   memerlukan kesungguhan dan kerja ekstra keras untuk mewujudkannya dalam bentuk nyata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-6688064195592072714?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/6688064195592072714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=6688064195592072714' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/6688064195592072714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/6688064195592072714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2011/01/tepatkah-positioning-mice-pada-hotel.html' title='Tepatkah  Positioning MICE pada Hotel Posters ?'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-2474246483933756024</id><published>2010-08-19T21:00:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T21:03:28.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMN'/><title type='text'>Bisnis Cari Untung Bukan Cari Gengsi (2)</title><content type='html'>Apakah   layanan e- Mobile Pos menguntungkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Dahwan*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hendak pergi ke kantor penulis sempat berpapasan dengan unit Layanan  Pos dan Sentra Bayar Online atau e-Mobile Pos yang kebetulan sedang mangkal di depan mesjid komplek perumahan tempat penulis tinggal. Melihat disain dan kombinasi warna mobil dan adanya tulisan e- Mobile,  sesaat membuat  penulis merasa kagum dan tentu saja terbersit rasa bangga  karena PT Pos telah mampu meningkatkan kualitas layanannya berupa outlet online yang mobile yang belum banyak dapat dilakukan oleh Perusahaan- perusahaan lain. Dengan adanya layanan terseibut penulis yakin akan mampu meningkatkan citra Perusahaan. Namun dalam hati  sempat bertanya, bagaimana  kalkulasi bisnisnya apakah menguntungkan atau justru adanya layanan tersebut malah merugikan. Pertanyaan tersebut sempat muncul karena  penulis perhatikan beberapa bisnis yang melakukan penjualan menggunakan mobil seperti  Roti, setelah adanya kenaikan BBM berubah jadi menggunakan sepeda motor. Sedangkan Ice cream  dengan mobil keliling juga menghilang. Penulis berasumsi bahwa setelah adanya kenaikan BBM yang mencapai hampir 100% bisnis menggunakan mobil keliling kurang memberikan keuntungan bahkan mungkin malah menimbulkan kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kembali ke e-Mobile Pos. Apakah pernah dilakukan evaluasi terhadap layanan tersebut  sehingga bisa diketahui hasilnya merugikan atau menguntungkan. Tentu saja tidak mungkin sama antara e- Mobile yang satu dengan lainnya karena terdapat beberapa perbedaan seperti jumlah pendapatan masing-masing tempat berbeda, jarak lokasi yang berpengaruh terhadap biaya BBM, gaji tenaga kerja  yang digunakan, dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian dengan beberapa asumsi penulis mencoba menghitung secara sederhana kemungkinan kalkulasi bisnis dari layanan tersebut:&lt;br /&gt;Sewa mobil per bulan                                                   : Rp. 3.250.000,-&lt;br /&gt;Biaya bensin        (setiap hari Rp 30.000) X 25 hari    : Rp     750.000,-     &lt;br /&gt;Gaji pegawai loket                                                        : Rp 2.000.000,-&lt;br /&gt;Gaji sopir                                                                      : Rp 1.500.000,-  &lt;br /&gt;Biaya koneksi internet                                                  : Rp.   200.000,-&lt;br /&gt;Biaya amortisasi komputer   /peralatan                        :Rp.   300.000,-&lt;br /&gt;Total  Biaya                                                                  : Rp. 8.000.000,-                :&lt;br /&gt;Bisa saja angka-angka yang sebenarnya jauh lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan target perolehan yang diharapkan berasal dari layanan payment point (listrik, telepon, cicilan motor, credit card , dsb) dan asumsi fee rata2 sebesar Rp. 1.000,- per transaksi, maka untuk mencapai titik impas dalam 1 bulan harus dihasilkan lebih dari 8.000 transaksi atau  8000/25 = 320 transaksi per hari. Kalau dalam 1 transaksi diperlukan waktu 3 menit maka memerlukan waktu untuk 1 loket sebanyak 960 menit atau  16 jam per hari. Tentu saja sesuatu hal yang akan sulit untuk dicapai.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman penulis rata-rata loket maksimal hanya mampu melayani 100 transaksi per hari atau 100 - atau menghasilkan pendapatan Rp 100.000,- per hari atau Rp. 2.500.000 per bulan untuk pendapatan dari online payment. Dengan tingkat biaya tersebut sebesar kurang lebih Rp. 8 juta, maka kerugian untuk 1 unit e Mobile dapat mencapai Rp. 5,5 juta per bulan. Atau  Rp 66 juta per tahun. Bayangkan jika  layanan tersebut berjumlah ratusan untuk seluruh Indonesia, maka akan menimbulkan kerugian yang cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya PT Pos Indonesia menerapkan konsep No Cross Subsidy atau menghapus bisnis atau layanan yang tidak menguntungkan, terlebih layanan e Mobile Pos di perkotaan bukan merupakan implementasi dari Public Service Obligation (PSO) atau Universal Services Obligation (USO). Dari hitung-hitungan kasar (sederhana) yang penulis lakukan rasanya sangat sulit layanan mobile ini memperoleh keuntungan dan sangat besar peluang untuk menimbulkan kerugian.  Oleh karena itu penulis sangat menyarankan agar layanan tersebut dapat dievaluasi kembali apakah memang memberikan keuntungan atau sebaliknya. Bahkan menurut  hemat penulis, untuk pemberian layanan di kompleks perumahan yang sudah cukup padat dan memiliki potensi market yang baik, menyewa ruangan ukuran kecil bisa lebih efisien dari segi biaya dibanding  dengan layanan yang bersifat mobile karena faktor – faktor: sewa ruangan bisa lebih rendah dari sewa mobil, karyawan bisa terdiri 1 orang  tidak memerlukan sopir sehingga lebih memungkinkan untuk memperoleh profit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja apa yang penulis kemukakan tersebut hanyalah analisa berdasarkan asumsi – asumsi yang  sederhana, dalam kenyataan bisa saja data yang dikemukakan tersebut sangat berbeda sehingga perlu penelitian yang lebih mendalam sebelum mengambil keputusan-keputusan yang nyata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-2474246483933756024?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/2474246483933756024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=2474246483933756024' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/2474246483933756024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/2474246483933756024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2010/08/bisnis-cari-untung-bukan-cari-gengsi-2.html' title='Bisnis Cari Untung Bukan Cari Gengsi (2)'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-4771197582907944016</id><published>2010-07-28T22:05:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T22:31:36.717-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hotel'/><title type='text'>Business with Love</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/TFEReBL9EmI/AAAAAAAAAJA/xxROp4sicOU/s1600/dinner.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/TFEReBL9EmI/AAAAAAAAAJA/xxROp4sicOU/s320/dinner.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499195827408409186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinner ala Hotel Posters MICE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Dahwan*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu saat  menjamu rombongan tamu turis dari Perancis di Hotel  Posters MICE saya ketemu seseorang WNI yang ikut dalam rombongan tersebut, saat saling kenalkan nama tiba – tiba dia berkata,” Rasanya saya sudah pernah dengar nama bapak dimana ya.” Karena saya memang baru ketemu dia,  saya langsung menduga  dan menjawab,” mungkin di blog Pak”. Dia langsung bilang ,” Oh iya baru ingat “. &lt;br /&gt;Hari ini  kembali saya ketemu sama seorang kolega yang pernah sama – sama jadi staf pengajar di Politeknik Pos Indonesia dan sekarang dia menjabat posisi di Direksi sebuah perusahaan IT di Jakarta. Setelah sapa menyapa karena dia sudah lama enggak ketemu tiba – tiba dia berkata, ” pak Ibnu kok enggak ada tulisan barunya lagi?”. &lt;br /&gt;Memang sudah hampir 1 tahun sejak saya diberi tugas  mengelola Hotel Posters MICE , mungkin karena banyak hal yang harus saya pelajari dalam pekerjaan baru ini membuat saya kurang memberikan perhatian lagi terhadap blog ini. Kedua peristiwa tadi  tentu saja membuat saya tersentak seakan mengingatkan kalau saya punya blog yang harus terus dipelihara dan saya isi sebagai salah satu wujud tanggung jawab saya terhadap para pembaca.&lt;br /&gt;Judul di atas bukanlah dimaksudkan untuk mencuri perhatian Anda. Mungkin sering kita dengar sebuah ungkapan ” Business is business”. Sebetulnya ungkapan itu memperingatkan agar  kita tidak boleh mencampuradukan antara hubungan bisnis dengan hubungan pribadi. Dalam hubungan bisnis segalanya dikalkulasikan dengan perhitungan bisnis sedangkan dalam hubungan personal segala transaksi atau perbuatan kita dengan seseorang sama sekali tidak kita kalkulasikan dengan perhitungan bisnis meskipun akan menimbulkan biaya sehingga semua yang kita lakukan berdasarkan ketulusan hati.&lt;br /&gt;Yang jadi persoalan seringkali saat kita berbisnis kita seakan menjauhkan hati kita dari kawan bisnis atau pelanggan. Dalam paradigma konsep marketing sebagai selling yaitu mendapatkan profit yang maksimal dengan cara mendapatkan pendapatan setinggi-tingginya dan menekan biaya  serendah-rendahnya. Sehingga kita tidak akan melakukan hal-hal yang menimbulkan dampak biaya karena akan berdampak terhadap berkurangnya profit margin. Konsep ini mungkin bisa efektif untuk bisnis jangka pendek yang tidak mengharapkan adanya loyal customer. Tapi saat kita berbisnis untuk jangka panjang maka profit margin bukanlah seharusnya yang pertama kita pikirkan, tetapi bagaimana kita membangun basis loyal customer. Pelanggan akan menjadi loyal apabila kita dapat memenangkan hatinya. Sebagai sebuah perusahaan dalam skala tertentu kita harus melakukan segenap upaya yang mungkin untuk dapat memenangkan hati pelanggan meskipun itu dapat berdampak terhadap timbulnya biaya. Karena customer yang loyal selain akan terus menerus menggunakan jasa kita , dia juga akan menceritakan pengalamannya kepada yang lain sehingga menjadi alat promosi yang efektif.&lt;br /&gt;Dengan pemahaman seperti itu minggu lalu tepatnya Kamis 22 Juli 2010  Management Hotel Posters MICE menyelenggarakan jamuan makan malam sebagai farewell party untuk rombongan turis asal Perancis yang kebetulan sudah lebih dari 3 minggu menginap di Hotel Posters MICE. &lt;br /&gt;Diawali dengan sambutan Management Hotel dalam bahasa Perancis yang seadanya karena sudah tidak pernah menggunakannya selama 25 tahun. Makan malam juga dengan menu yang sederhana: Beef Black Pepper, Chicken Stroganoff, Cream Soup, Mix Vegetables dan slice fruits. Makan malam disuguhkan dengan alunan musik dari band lokal ”Jadulistik” yang dikomandoi Vokalis merangkap Gitaris Asep Priatna. Suara management yang menyumbangkan sebuah lagu lawas dari Broery Marantika mengawali acara musik yang kemudian secara bergiliran diikuti  para karyawan karyawati . Melantunlah lagu - lagu dari mulai  When you tell me that you love, Jangan ada dusta di antara kita, Kopi dangdut   dan lain lain sampai akhirnya para tamu pun tidak tahan untuk ikut menyanyi dan berjoget dangdut.&lt;br /&gt;Ketulusan hati ketika memberikan pelayanan mungkin itulah yang menyebabkan, saat hendak pamit meninggalkan Hotel seorang turis hampir menitikan air mata sambil berucap,” Tak mungkin mendapatkan kehangatan di tempat lain dimanapun di dunia yang telah ditunjukkan Hotel ini (Hotel Posters MICE).”&lt;br /&gt;Merci bien Mr /Mrs Gregory Lucian Ballot et les  familles qui ont visité l'Indonésie en particulier pour la confiance que vous et votre famille de rester à notre hôtel.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-4771197582907944016?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/4771197582907944016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=4771197582907944016' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/4771197582907944016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/4771197582907944016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2010/07/business-with-love.html' title='Business with Love'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/TFEReBL9EmI/AAAAAAAAAJA/xxROp4sicOU/s72-c/dinner.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-4980117005288209433</id><published>2010-02-18T20:41:00.000-08:00</published><updated>2010-02-18T20:42:51.047-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMN'/><title type='text'>Hati - hati dalam bisnis Hightech</title><content type='html'>Tinjauan kasus sebuah Internet Services Provider ( ISP )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ibnu Dahwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita melihat teknologi, maka dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Dari sisi manfaat, jelas teknologi merupakan salah satu budaya manusia yang mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Dari sisi bisnis,  teknologi juga dapat merupakan bisnis yang memiliki peluang yang sangat tinggi untuk menghasilkan keuntungan. Dari sisi psikologis, teknologi juga dapat meningkatkan status  sosial seseorang secara individu maupun suatu organisasi dalam lingkungan bisnisnya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan teknologi. Sehingga banyak perusahaan atau orang secara individual tergerak untuk memasuki bisnis ini karena memang memiliki prospek yang bagus untuk mendapatkan keuntungan di samping juga sebagian besar secara psikologis mampu meningkatkan status  sosial yang bersangkutan. &lt;br /&gt;Persoalannya ialah kenapa ketika sebuah Perusahaan atau seseorang memasuki  bisnis yang bergerak dalam bisnis di bidang teknologi  bukan untung yang didapat tetapi malah  mengalami kerugian, dan dalam bisnis ini kerugian dapat menjadi sangat besar, karena teknologi itu sendiri sebagian besar bersifat padat modal (high investment). Beberapa contoh : yang secara kasat mata dapat kita lihat di negara kita, PT DI salah satu industri pesawat terbang kebanggaan bangsa kita yang dengan terpaksa harus memphk puluhan ribu karyawannya, PT INTI juga mengalami nasib yang sama. Dalam skala kecil usaha perorangan banyak sekali wartel-wartel dan outlet – outlet HP yang bangkrut. &lt;br /&gt;Penulis tidak akan membahas perusahaan – perusahaan atau bisnis yang telah dikemukakan di atas, karena setiap perusahaan mungkin memiliki berbagai faktor – faktor yang berbeda yang menjadi penyebab terjadinya kerugian ketika nmemasuki bisnisnya. Yang akan coba penulis bahas sebuah contoh nyata yang dialami sebuah Internet Service Provider  (ISP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISP ini lahir pada saat era internet baru masuk ke negeri kita. Lahir dari sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri courrier services. Dengan visi dan mungkin juga berbaur dengan ambisi CEO yang berorientasi ke masa depan maka Perusahaan dengan cepat membangun Tim yang bergerak di bidang IT. Kemudiandi launch unit usaha yang bergerak dalam ISP. Dalam waktu singkat ISP ini membangun cabang di 100 lokasi dengan menggunakan teknologi V-Sat sehingga menjadi ISP yang terbesar di Indonesia. Sehingga banyak Perusahaan lain khususnya para kompetitor baik yang bergerak dalam bisnis courrier service maupun  yang bergerak dalam bisnis telekomunikasi berbasis IT yang cukup kaget dengan perkembangan ini.&lt;br /&gt;Namun setelah waktu berlalu, evaluasi atas kinerja keuangan menunjukan hasil yang sungguh tidak menggembirakan,  bukannya untung yang didapat, tapi menderita kerugian yang luar biasa sehingga berpengaruh terhadap kinerja Perusahaan secara keseluruhan. Kerugian tersebut secara sederhana mungkin bisa tergambarkan sebagai berikut: untuk satu node (cabang) Perusahaan harus mengeluarkan biaya sewa V-Sat  2000  US $ dan biaya sewa akses router 1.750 US $ atau kira 350 juta kalau 100 node berarti 3,5 M dan kalau 1 tahun 42 M Belum lagi sewa untuk space di satelit  dan biaya operasional lainnya seperti : biaya  office , biaya karyawan, maintenance yang jumlahnya juga cukup besar. Sedangkan pendapatan yang dihasilkan dalam setahun hanya kurang lebih 1,5 M pada saat itu. Perkiraan kasar perusahaan mengalami kerugian  lebih dari 50 M per tahun dan mengingat kontrak dengan penyedia Vsat dan Akses Router yang berlangsung 10 tahun maka, pembaca dapat menghitung sendiri jumlah kerugian yang terpaksa harus dipikul oleh Perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan penulis ada hal – hal yang mendasar  yang menjadi faktor penyebab  kegagalan ISP tersebut antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Visi yang kurang jelas. Apakah teknologi internet akan dikembangkan sebagai supporting untuk mendukung Core Business yaitu bisnis kurir atau sebagai ISP. Kalau akan dikembangkan sebagai supporting bisnis kurir  membangun cabang (node)  di  100  lokasi (kota) sangat berlebihan. Semestinya hanya cukup beberapa Hub mungkin kalau berdasarkan propinsi cukup 27 (waktu itu) atau kalau secara gografis mungkin lebih sedikit lagi karena konten dari data yang dikirim hanya sedikit dan sifatnya masih tidak fully online dan cukup online hanya waktu mengupload  dan mendownload data sehingga dari Spoke ke Hub bisa melalui SLJJ (Telekom). Dengan demikian biaya infrastruktur tersebut semestinya  tidak semahal yang sudah dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Tidak cermat (kalau tidak dibilang gegabah) dalam menetapkan asumsi.  Ketika launching  bisnis ISP  tersebut target market yang hendak dicapai ialah segmen korporat atau institusi pemerintah. Saat itu diharapkan ISP tersebut dengan kekuatan jaringan infrastrukturnya akan menjadi backbone Sistem Informasi Manajemen Nasional (SIMNAS) atau paling tidak menjadi infrastrukturnya e-Gov. Ternyata  asumsi tersebut kurang didukung hasil kajian yang benar - benar reliable karena dalam kenyataan penggunaan internet di kalangan Perusahaan maupun institusi Pemerintah baru berkembang kira - kira 8  tahun lebih setelah ISP tersebut berdiri sehingga ISP sudah tidak memiliki daya (terlanjur kehabisan tenaga) untuk bersaing dengan para Kompetitor yang memiliki peralatan yang lebih baru dan lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Tidak sejalannya pengembangan infrastruktur dengan konten baik konten internet secara umum maupun konten yang mendukung core business. Akibat kurangnya konten yang menarik kurang menimbulkan minat untuk Konsumen. Sedangkan pengembangan konten yang berkaitan dengan bisnis inti menyebabkan tidak memberikan kontribusi yang optimal terhadap pengembangan kualitas bisnis Korporat yang bertalian sehingga sangat tidak efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Proses pengembangan bisnis tidak melalui uji coba (prototype). Seharusnya pengembangan bisnis yang bersifat high invesment   dilakukan melalui proses uji coba kelayakan tidak hanya secara teknis operasional tetapi berdasarkan kelayakan bisnis biasanya melalui prototype dan kemudian dievaluasi.  Jika berdasarkan prototype ternyata cukup layak untuk dikembangkan, maka pengembangannya pun dilakukan secara bertahap  (dalam skala kecil  lebih dahulu). Hal ini dimaksudkan untuk mengeliminir tingkat kerugian yang mungkin terjadi dalam memasuki bisnis yang baru. Sedangkan pengembangan ISP dimaksud dilakukan serentak tanpa melalui tahapan – tahapan dimaksud sehingga kerugian yang diderita sangat besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya penulis yakin masih banyak lagi yang mungkin merupakan faktor- faktor yang menyebabkan kegagalan ISP namun tentunya  diperlukan telaahan lebih dalam serta dukungan data yang  lebih lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ISP ini hanya sekedar memberikan gambaran agar para pebisnis yang akan memasuki bisnis hightech untuk lebih bersikap hati - hati atau bijaksana sehingga kegagalan yang pernah dialami oleh ISP tersebut dapat menjadi pelajaran yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang teman penulis memberikan koment , ”Kok bisa ya Pak?” (terjadi maksudnya). Penulis hanya menjawab singkat ,” Ya itulah Indonesia (tempat si Kabayan lahir), semuanya mungkin bisa terjadi (yang di negeri orang tak mungkin akan terjadi)”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-4980117005288209433?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/4980117005288209433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=4980117005288209433' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/4980117005288209433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/4980117005288209433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2010/02/hati-hati-dalam-bisnis-hightech.html' title='Hati - hati dalam bisnis Hightech'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-5091701716385941392</id><published>2010-01-17T18:53:00.000-08:00</published><updated>2010-01-17T18:55:23.288-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Internet'/><title type='text'>Menjual Negara, kenapa tidak?</title><content type='html'>Oleh: Ibnu Dahwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi penulis sempat merasa terharu melihat berita di sebuah televisi. Para relawan mengumpulkan uang koin Rp. 1000,- untuk memberikan dukungan terhadap Prita Mulyasari yang sedang berperkara dengan RS OMNI dan telah divonis banding Pengadilan Tinggi Banten dengan denda sebesar Rp. 236 juta. Mungkin nilai Rp 1000,- memang tidak seberapa, tapi makna kebersamaan yang sedang ditunjukkan oleh bangsa kita begitu luar biasa. Dari Papua sampai Aceh seakan terlepas semua atribut kesukuan, agama, gender, status social, dst seakan terintegrasi oleh suatu ikatan bathin yang tulus.&lt;br /&gt;Yang penulis lihat ialah begitu besar sebenarnya potensi yang dimiliki oleh rakyat Indonesia. Sayangnya yang penulis perhatikan munculnya kekuatan itu hanya dalam hal –hal yang sifatnya berkaitan dengan sisi  kemanusiaan dan keadilan seperti kasus Prita dan Bibit Chandra. Andai saja hal itu juga dapat diperlihatkan untuk dimensi – dimensi lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, misalnya dalam menggalang kekuatan bisnis. Wah, rasanya Indonesia akan menjadi Negara yang akan cepat mengalami pertumbuhan dalam bidang ekonomi ekonomi. &lt;br /&gt;Salah satu factor yang mendukung terwujudnya kebersamaan  rakyat kita ialah perkembangan teknologi informasi, baik internet maupun media masa elektronik. Penulis sering melihat potensi obyek wisata yang luar biasa, namun karena kurangnya promosi akhirnya kurang banyak wisatawan baik dalam maupun luar yang dating sehingga masyarakat yang ada di lingkungannya tidak dapat menikmati nilai tambah dari adanya obyek wisata tersebut. Tergelitik dalam benak penulis seandainya saja para bloger atau fesbuker dll melinkkan blognya atau wallnya dengan website – website obyek – obyek wisata atau pengusaha – pengusaha kerajinan kecil yang ada di daerahnya, itu akan bisa menjadi alat promosi yang luar biasa dengan biaya murah.&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya akan berdampak terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat kecil yang hidup di lingkungan obyek wisata tersebut dan para pengusaha kecil yang bertalian. Tentu saja hal tersebut akan terjadi kalau ada pionir – pionir atau tokoh – tokoh yang memiliki kepedulian dan mampu menggerakkan potensi tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-5091701716385941392?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/5091701716385941392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=5091701716385941392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/5091701716385941392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/5091701716385941392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2010/01/menjual-negara-kenapa-tidak.html' title='Menjual Negara, kenapa tidak?'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-8807079148491285538</id><published>2009-10-19T01:10:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T01:18:32.289-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Logistik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMN'/><title type='text'>Liberalisasi Sektor Perposan</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CIbnuRoy%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="time"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="date"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Garamond; 	panose-1:2 2 4 4 3 3 1 1 8 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:14;"  &gt;Menyambut Undang –Undang Perposan Yang Baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; Oleh : Ibnu Dahwan&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Kemarin 15 September 2009, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mencabut penguasaan pasar ini. Pencabutan ini tertuang dalam Undang Undang (UU) tentang Pos yang terbaru. Peraturan ini sekaligus menggantikan UU No.6/1984 tentang Pos. Ketua Komisi I DPR Theo L. Sambuaga, Selasa (15/9), mengatakan bahwa tidak ada lagi monopoli PT Pos. &lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;Era monopoli usaha yang selama ini dinikmati PT Pos Indonesia di bidang jasa pengiriman dokumen telah resmi berakhir.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika merujuk ke aturan terdahulu yaitu UU No.6/1984, swasta hanya diizinkan melayani pengiriman dokumen dan paket dengan berat di atas 2.000 gram. Di bawah itu, pengiriman harus melalui jasa PT Pos. Praktiknya di lapangan selama ini, banyak perusahaan yang mengabaikan batasan ini. Kini, peraturan baru itu menyebut bahwa segala bentuk badan usaha bisa masuk ke bisnis pos tanpa pembatasan berat, para pengusaha jasa kurir jelas riang. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Mereka yang bisa masuk adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pihak swasta, ataupun koperasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Itu adalah sepintas berita yang dikutip dari beberapa media online yang menginformasikan telah disetujuinya Undang-Undang Perposan yang baru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tentu saja penulis yang memiliki &lt;i style=""&gt;background&lt;/i&gt; pengalaman yang cukup panjang di bidang perposan merasa tertarik dengan paradigma baru di bidang perposan ini. Penulis mencoba menginventarisir reaksi-reaksi yang termuat dalam media-media online. Menarik untuk dicermati bagaimana reaksi para pihak yang terkait dengan adanya perubahan regulasi di sektor perposan ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Harapan Pemerintah tentang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Undang –Undang Perposan Yang Baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dikeluarkannya Undang-undang perposan yang baru tentunya tidak lepas dari adanya tujuan-tujuan yang ingin dicapai Pemerintah sebagai regulator terhadap sector perposan. Seperti dikemukakan Ketua Komisi I Theo L Sambuaga ,” Dengan lahirnya Undang-Undang Tentang Pos, kita punya landasan kokoh yang memberi layanan kepada masyarakat dan memberi kontribusi positif pada perekonomian bangsa,”&lt;br /&gt;Lahirnya UU ini, menurut Theo juga memberi elemen yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. “Serta menjadi jembatan penghubung masyarakat yang berada di wilayah yang luas ini,” ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sementara itu, pemerintah yang diwakili Menkominfo M Nuh menjelaskan pemerintah menaruh harapan besar dengan disahkannya RUU Tentang Pos menjadi UU. Dengan adanya payung hukum ini, diharapkan sektor perposan di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dapat lebih maju lagi. Selain itu, dengan adanya RUU ini, diharapkan dapat menjalin persatuan dan kesatuan antar warga masyarakat yang berada di wilayah &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang sangat luas. “Dapat menjangkau seluruh pelosok tanah air,” kata M Nuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Persoalannya adalah apakah liberalisasi di sector perposan ini akan berdampak terhadap adanya perbaikan layanan di sector perposan. Penulis belum dapat memberikan tanggapan, mungkin hanya waktu yang nanti membuktikan apakah dikeluarkannya Undang –undang Perposan yang baru ini merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan layanan public di sector perposan atau sebaliknya masyarakat justru akan mendapatkan layanan yang lebih buruk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Reaksi Masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Reaksi masyarakat terhadap diterbitkan Undang -Undang ini cukup beragam, seperti dapat dilihat dari komentar=komentar yang penulis kutip dari sebuah media online.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: rgb(246, 246, 234) none repeat scroll 0% 0%; line-height: 16pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;ererem @ Rabu, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:date year="2009" day="16" month="9"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;16 September 2009&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; | &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:time minute="38" hour="13"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;13:38&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:time&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; WIB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;setuju, memang PT Pos butuh penyegaran. Mudah-mudah menjadi layanan termurah no 1 untuk nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: rgb(246, 246, 234) none repeat scroll 0% 0%; line-height: 16pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Pengirim TTS @ Rabu, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:date year="2009" day="16" month="9"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;16 September 2009&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; | &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:time minute="33" hour="13"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;13:33&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:time&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; WIB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;Bingung, nanti kalo kita masukin &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;surat&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; ke bis &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;surat&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;, siapa ya yang akan nganter? Saya sering pk Jasa Courier swasta, lha wong masih di Jawa tapi pinggiran &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; aja harganya bisa beda 300% Apakah pemerintah sudah mempertimbangkan ttg daerah terpencil? Jika PT Pos menjadi money oriented, saya yakin bahwa Kantor Pos Pembantu/Unit di daerah terpencil akan ditutup krnmemang merugi. Terus siapa yg akan melayani pos ke daerah &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;? Tolong dipertimbangakan masak2 Yth anggota DPR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: rgb(246, 246, 234) none repeat scroll 0% 0%; line-height: 16pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Sea Coral @ Rabu, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:date year="2009" day="16" month="9"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;16 September 2009&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; | &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:time minute="18" hour="13"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;13:18&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:time&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; WIB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;Saya nggak yakin kalau ongkos pos akan jadi makin murah. Mudah-mudahan pemerintah tidak terjebak pada mitos "semua monopoli jelek adanya, semua persaingan baik adanya". &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="FI" &gt;Kalau ingin pasti murah, jangan dibuka terlalu lebar. Batasi hingga tiga perusahaan saja. Lalu awasi perilaku kolusi mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: rgb(246, 246, 234) none repeat scroll 0% 0%; line-height: 16pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="FI" &gt;ordinat @ Rabu, 16 September 2009 | 13:18 WIB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="FI" &gt;&lt;br /&gt;hampir semua BUMN modelnya begitu (kurang efektif). kalo dikasih kompetitor, baru kualitasnya naik. coba deh, PT KAI dikasih saingan,, pasti bakal perbaiki fasilitas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: rgb(246, 246, 234) none repeat scroll 0% 0%; line-height: 16pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;orang keren @ Rabu, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:date year="2009" day="16" month="9"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;16 September 2009&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; | &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:time minute="57" hour="12"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;12:57&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:time&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; WIB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;alhamdulillah.. semoga pengiriman makin murah. emg perlu diteken dulu kali ya baru mau perbaiki kualitas layanan.. :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: rgb(246, 246, 234) none repeat scroll 0% 0%; line-height: 16pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;elmaestre @ Rabu, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:date year="2009" day="16" month="9"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;16 September 2009&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; | &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:time minute="41" hour="13"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;13:41&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:time&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; WIB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;di kantor pos pusatnya aj gk ada pulpen bwt nulis alamat. smp minjem ke satpam.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: rgb(246, 246, 234) none repeat scroll 0% 0%; line-height: 16pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;baio @ Rabu, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:date year="2009" day="16" month="9"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;16 September 2009&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; | &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:time minute="40" hour="13"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;13:40&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:time&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; WIB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;hampir semua bumn mengandalkan hak monopoli kenapa baru pos saja ? masih banyak yg lain yang mengandalkan monopoli dari pemerintah mungkin bumn2 diindonesia belum siap untuk bersaing !!!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: rgb(246, 246, 234) none repeat scroll 0% 0%; line-height: 16pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Amir @ Rabu, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:date year="2009" day="16" month="9"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;16 September 2009&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; | &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:time minute="40" hour="13"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;13:40&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:time&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; WIB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;AlhamdulILLAH..akhirnya era terang terbuka..maklum pt pos srg bgt main2..d tarif website srgkali dimainin oleh pegawainya..blom lg klo kita kirim brg dr LN srg bgt malah kita hrs ambil d rumah pegawainya..eh taunya krn dia minta jatah..maklum saya tinggal d LN jd paham bgt tingkah oknum pt pos yg kotor d Indo..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dari beberapa komentar tersebut di atas, terlihat dengan dikeluarkan Undang-undang perposan yang baru ini di satu sisi ada harapan pelayanan public di bidang perposan akan semakin meningkat, di sisi lain ada kekhawatiran bahwa dengan dikeluarkannya Undang-undang perposan yang baru tersebut masyarakat akan semakin dirugikan karena perusahaan – perusahaan akan benar-benar menjalankan prinsip-prinsip bisnis yang mengabaikan fungsi sosialnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Respon PT Pos Indonesia&lt;/b&gt;,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Meskipun respon secara resmi dari Head Office PT Pos Indonesia belum penulis dapatkan, namun mungkin statemen dari seorang Kepala Kantor Pos&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini cukup mewakili. Kepala Kantor Pos Yogyakarta Awan Rusniawan berpendapat, Undang-undang Pos yang baru saja jadi, pasti akan berdampak positif. UU tersebut secara garis besar menghapus hak monopoli pelayanan pos yang selama ini dipegang PT Pos Indonesia. Saya belum memegang petunjuk teknis dari Kantor Pos Pusat karena UU tersebut baru saja jadi. Namun saya yakin UU itu berisi hal-hal yang akan memicu PT Pos untuk terus maju dan selalu berinovasi. Sebab itu adalah tuntutan," ujar Awan, Rabu (16/9).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Realita menunjukkan bahwa meskipun dalam Undang-Undang yang lama hak monopoli tersebut dimiliki namun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;prakteknya monopoli tersebut tidak pernah dapat dinikmati PT Pos Indonesia. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ketika masih ada lembaga Departemen Parpostel di tingkat Wilayah yang salah satu tugasnya mengawasi aturan penyelenggaraan jasa perposan, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pelanggaran monopoli yang dilakukan oleh pelaku jasa perposan swasta hampir tidak pernah mendapatkan sanksi. Apalagi setelah di tingkat Wilayah dengan Undang-Undang Otonomi Daerah lembaga ini sudah ditiadakan , maka &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak ada lagi institusi yang secara khusus untuk mengawasi aturan penyelenggaraan jasa perposan. Lemahnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;law enforcement&lt;/i&gt; tersebut tentunya sangat diketahui benar oleh para penyelenggara Jasa Titipan Swasta sehingga mereka secara leluasa memanfaatkannya. Penulis cukup lama berkecimpung di PT Pos &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, jadi penulis yakin hal senada juga yang terdapat dalam benak sebagian besar karyawan PT Pos Indonesia. Artinya karyawan PT Pos Indoonesia sudah mahfum benar kondisi ini akan terjadi sebagai sesuatu yang tidak terelakan dan wajar. Pemerintah menyadari bahwa dibukanya keran bagi investasi di industri perposan, PT Pos akan mendapat pesaing baru. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Pemerintah berencana melakukan penyegaran di tubuh perusahaan pelat merah ini dalam jangka waktu lima tahun. Tidak cuma dana, tapi juga berupa kajian supaya ada kompetensi dan perbaikan layanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Terlepas dari rencana yang akan dilakukan pemerintah, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;penulis yakin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;para karyawan PT Pos Indonesia sudah terbiasa menghadapi persaingan pasar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan secara individual sudah siap dengan kondisi liberalisasi sector perposan ini. Selamat berjuang rekan-rekan Pos !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-8807079148491285538?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/8807079148491285538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=8807079148491285538' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/8807079148491285538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/8807079148491285538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/10/liberalisasi-sektor-perposan.html' title='Liberalisasi Sektor Perposan'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-3132601590111890011</id><published>2009-06-08T04:08:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T18:15:58.531-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelayanan Pelanggan'/><title type='text'>Prita Mulyasari Vs Omni</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/Si3SdrbRddI/AAAAAAAAAI4/Sx5HiOGijFU/s1600-h/Prita.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/Si3SdrbRddI/AAAAAAAAAI4/Sx5HiOGijFU/s200/Prita.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345159740073801170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dialog Imajiner dengan I Made Wiryasaputra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Oleh: Ibnu Dahwan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Rasanya minggu – minggu belakangan ini hampir semua media seakan tercurah perhatiannya untuk mengekspos 2 buah berita yang begitu menarik yaitu : Manohara dan Prita Vs Omni. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dua – duanya menarik karena mungkin kasus tersebut merupakan sesuatu yang baru. Kalau kasus Manohara mungkin sebenarnya kontennya sering terjadi namun menjadi menarik karena dialami oleh seorang selebritis yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menikah dengan Pangeran Kelantan sehingga menyangkut hubungan 2 negara. Sedangkan kalau kasus Prita Vs Omni menarik karena kontennya berkaitan dengan seorang yang mengirim email ternyata dapat di masukan ke Rumah Tahanan, terlebih yang bersangkutan seorang wanita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedang menyusui sehingga sisi kemanusiaan menjadi terkoyak dan menyadarkan semua pihak untuk lebih secara serius memperhatikan hak – hak konsumen khususnya dalam pelayanan kesehatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mungkin karena seringnya membaca kasus Prita Vs Omni menjadikan penulis bertemu secara imajiner dengan I Made Wiryasaputra (IMW) seorang teman lama semasa sama – sama jadi tenaga pengajar yang suka memperhatikan masalah Pelayanan Pelanggan sehingga terjadilah dialog secara imajiner. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;IMW :” Pak Ibnu mengikuti perkembangan kasus Prita Vs Omni?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;ID:” Tentu dong Pak Made, emangnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada apa Pak Made?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;IMW dengan mimik yang prihatin :” Terus terang saya sangat sedih dan kecewa dengan terjadinya kasus itu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;ID:” Sama saya juga sedih Pak Made, malah kalau bisa saya sih ikhlas kalau harus menggantikan Ibu Prita di LP. Cuman sayangnya &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=""&gt; gak mungkin Pak Made, pertama : saya laki – laki gak mungkin dong dimasukin ke LP Wanita, kedua: saya bukan wanita jadi gak mungkin saya menggantikan posisi seorang ibu yang sedang menyusui”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;IMW tetap serius tanpa menanggapi canda penulis: “Terus terang saya sangat prihatin dengan nasib Ibu Prita dan saya kecewa enggak ditunjuk sebagai pengacaranya Omni.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;ID:” Sampeyan kok suka bikin bingung Pak Made, disatu sisi Anda prihatin sama nasib Ibu Prita tapi di sisi lain Anda kecewa lantaran enggak dijadikan &lt;i style=""&gt;Lawyer&lt;/i&gt;nya Omni, sebenarnya Pak Made membela siapa sih? Lagian basic Anda &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=""&gt; marketing mana bisa masuk area hukum?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;IMW:”Nah itu Pak Ibnu kalau dalam Hukum Pidana pasti ada yang terjadi kalah menang, tapi kalau dalam “hukum bisnis” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;justru bisa keduanya menang – menang. Soal “hukum bisnis”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sangat sederhana Pak Ibnu, jadi siapa pun bisa cepat mengerti. Yang sulit yaitu mempraktekannya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;ID:” Wah jadi tambah pusing nih Pak Made?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;IMW:” The Basic Philosopy of Business Law ” hanya mengenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2 (dua) pasal yang berlaku secara universal dan mengesampingkan aturan – aturan lainnya. &lt;i style=""&gt;Rule No. 1 : The Customer is the King, The King can do no wrong. Rule No. 2 : If The Customer wrong. See the Rule No. 1.” J&lt;/i&gt;adi gak bener tuh kalau Pelanggan kita  dijerat dengan  Pasal 310 dan 311 KUHP  apalagi dengan  Pasal 27 ayat 3 Undang - undang Informasi dan Transaksi Elektronik  yang ancaman hukumannya  lebih dari 5 tahun.  Wah bisa - bisa pada  takut  dong nantinya  yang akan menggunakan pelayanan kita. Ya, gitulah  kalau pengusaha  diidentikan  sama penguasa, mungkin Pemilik Omni salah  jalur mestinya dia jalurnya kekuasaan bukan bisnis.  &lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;ID  sambil heran kok IMW ngadak - ngadak jadi concern masalah hukum dan kekuasaan:” Oh gitu Pak Made”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;IMW:” Sebenarnya kalau kita Pengusaha sebesar apapun kita berarti harus siapa jadi pelayan dari yang namanya Pelanggan kita, meskipun Pelanggan kita secara apapun jauh lebih kecil atau tidak berdaya dari kita”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;ID:” Ya mungkin masalahnya harga diri Pak Made, namanya organisasi &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=""&gt; di belakangnya terdiri dari orang – orang yang tentunya merasa punya harga diri kalau merasa dicemarkan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;IMW:”Lah yaitu Pak Ibnu kalau yang namanya Pelayan kita harus menempatkan harga diri kita di prioritas terakhir. Kita harus menempatkan harga diri Pelanggan sebagai Raja kita sebagai prioritas utama. Justru kalau ada Pelanggan yang kurang puas dengan layanan kita terus komplain, seharusnya kita senang, karena itulah peluang kita untuk meraihnya kembali.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tahu enggak Pak Ibnu sebagian besar Pelanggan kalau enggak puas justru langsung diam saja tapi enggak pernah menggunakan jasa Perusahaan lagi. Oleh karena itu mestinya Pelanggan yang komplain itu dilayani sebaik mungkin. Saya yakin kalau dia puas dengan layanan kita ketika dia komplain, dia akan terus menggunakan jasa kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan dia akan menceriterakan kepada teman – temannya tentang penerimaan layanan kita sehingga secara tidak sadar dia akan menjadi marketer &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang baik bagi Perusahaan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;ID:” Oh gitu Pak Made. Pantesan Pak Made senang nangkap orang yang komplain rupanya justru disitu peluang emas bagi Perusahaan untuk mempertahankan Pelanggan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;IMW: ” Nah, kayanya Pak Ibnu mulai ngerti kenapa justru dengan jadi pengacaranya Omni justru saya yakin bisa membahagiakan Ibu Prita dan tidak memasukkan Ibu Prita ke LP Wanita”. &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Untuk hubungan Perusahaan dengan Pelanggan tidak ada ceriteranya win - loss atau loss – win karena semuanya akan loss – loss, harusnya hanya ada satu opsi yaitu win – win&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Jadi mestinya menangkan dulu hatinya Ibu Prita &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;( &lt;i style=""&gt;winning the heart of &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;The &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Customer&lt;/i&gt;) pasti pada akhirnya Omni juga akan menang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;ID: “ Sayang Pak Made semuanya udah kadung terjadi, mudah – mudahan nanti kalau ada kasus seperti itu lagi mendingan Perusahaan tunjuk Pak Made sebagai &lt;i style=""&gt;Lawyer&lt;/i&gt;nya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;IMW: “ Wah justru saya tidak mengharapkan kasus seperti Ibu Prita terulang Pak Ibnu, masa orang yang komplain sampai masuk penjara benar - benar menyakiti hati saya sebagai orang yang &lt;i style=""&gt;concern&lt;/i&gt; sama masalah &lt;i style=""&gt;customer service&lt;/i&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya hanya bisa senyum lihat wajah Pak Made yang biasanya selalu tampil senyum dengan dasinya yang khas wajahnya sekarang bener-bener serius.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-3132601590111890011?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/3132601590111890011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=3132601590111890011' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/3132601590111890011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/3132601590111890011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/06/prita-mulyasari-vs-omni.html' title='Prita Mulyasari Vs Omni'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/Si3SdrbRddI/AAAAAAAAAI4/Sx5HiOGijFU/s72-c/Prita.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-954781693720224856</id><published>2009-06-02T02:17:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T20:25:52.981-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Antara Mac D dan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Warung Nasi &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Ampera.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; Oleh: Ibnu Dahwan&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style=""&gt;Waktu adalah sesuatu yang abstrak. Meskipun tidak ada sesuatu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang dilakukan oleh waktu namun&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;seringkali kita baru sadar telah terjadi banyak perubahan karena adanya rentang waktu. Bahkan kadang kita seakan tak percaya dengan begitu besarnya perubahan yang terjadi, sehingga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;membuat kita tertegun atau mungkin bengong.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sesuatu yang dahulu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;besar ternyata sekarang telah menjadi kecil atau sebaliknya yang dahulu sangat kecil sekarang tahu - tahu menjadi sedemikian besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Masih teringat dahulu penulis sering makan di warung nasi Ampera di Depan Terminal Kebun Kelapa Bandung. Warung nasi kaki lima dimana kita makan pake bangku panjang. Orang makan disana karena harganya murah dan menunya bervariasi sehingga kita diberikan banyak pilihan. Perkembangan Restaurant Ampera ini sangat fenomenal. Saat ini kalau Anda pergi ke Bandung hampir di setiap sudut kota dapat Anda temukan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Restaurant &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ampera yang suasananya jauh berbeda dengan warung Ampera tempo dulu. Ampera saat ini hampir mirip Mac D yaitu tempat makannya orang kelas menengah ke atas. Kalau Sabtu dan Minggu biasanya ramai dikunjungi orang - orang Jakarta yang lagi menghabiskan &lt;i style=""&gt;week end&lt;/i&gt; di Bandung. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Dengan demikian sangat berbeda segmen orang yang makan di warung Ampera dulu dengan restaurant Ampera sekarang. Suatu perubahan menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih baik yang baru kita sadari dengan adanya rentang waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; yang mendorong penulis tertarik untuk menulis tentang Restaurant Ampera ini. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Beberapa hari yang lalu pulang kantor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penulis merasa lapar dan karena perjalanan ke rumah masih jauh, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;penulis mampir ke Restaurant ini untuk makan malam. Habis pesan makanan penulis cari tempat duduk untuk nunggu pesanan. Di depan penulis duduk seorang anak muda pakaian biasa sambil duduk memperhatikan para karyawan yang lagi kerja. Tiba-tiba hampir semua karyawan bergantian mendatangi anak muda tersebut sambil mencium tangan layaknya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;santri - &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;santri yang lagi mencium tangan ajengannya. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Suatu budaya khas timur atau sunda yang mengusung kekerabatan dan silaturahim. Tentu saja hal ini membuat  penulis agak heran karena hal itu erjadi di sebuah restaurant.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style=""&gt;Penulis lalu membandingkan dengan waralaba Mac D. Kedua jenis restaurant &lt;span style="font-style: italic;"&gt;franchise&lt;/span&gt; ini sama-sama sukses, meskipun dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scope&lt;/span&gt; yang berbeda. Kalau Anda cermati, ketika anda mengunjungi Mac D dimanapun berada Anda akan mendapatkan adanya keseragaman dalam hal pelayanan. Kenapa hal tersebut dapat terjadi? Mac D mengembangkan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;suatu sistem dan &lt;i style=""&gt;values&lt;/i&gt; yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dipegang bersama. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Kunci sukses yang dikembangkan Mac D yaitu: &lt;i style=""&gt;quality, services, value dan clean&lt;/i&gt;. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hal tersebut tercakup dalam semua kebijakan, prosedur, tujuan, strategi, dan tindakan manajemen. Artinya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mac D mampu mengembangkan suatu ”&lt;i style=""&gt;Corporate Culture&lt;/i&gt;” yang kuat ketika dia membuka cabang di suatu daerah, sehingga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;meskipun berada di negara yang berbeda ternyata setiap kali masuk ke Mac Dkita merasakan suasana yang hampir  sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menurut pengamatan penulis, sebagai sebuah Restaurant Ampera pun memiliki: kualitas makanan yang baik, pelayanan yang unggul, ruangan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang nyaman dan bersih sehingga semuanya benar-benar dapat memenuhi harapan pelanggannya. Tapi semua itu dapat dilaksanakan atau terjadi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;apabila didukung oleh suatu budaya perusahaan (&lt;i style=""&gt;corporate culture&lt;/i&gt;) yang tepat. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style=""&gt;Peters dan Waterman dalam &lt;i&gt;In Search of Excelence&lt;/i&gt; telah melakukan penelitian tentang hubungan budaya organisasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan kinerja organisasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan menemukan delapan karakteristik umum yang dimiliki oleh perusahaan  - perusahaan yang baik dan sangat efektif. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Artinya terdapat pengaruh kuat budaya organisasi terhadap kinerja organisasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3"  style="margin-left: 0in; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt;Apa sebenarnya yang dimaksud budaya perusahaan? &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;enurut Robbins, budaya organisasi dapat didefinisikan sebagai persepsi umum yang dibentuk oleh anggota organisasi untuk &lt;i style=""&gt;membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lain&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Secara mendasar , budaya organisasi adalah ‘aturan main’ dalam organisasi tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kreitner dan Kinicki menyatakan terdapat empat fungsi budaya organisasi yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Memberikan identitas organisasi kepada karyawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Memudahkan komitmen kolektif. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Mempromosikan stabilitas sistem sosial. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Membentuk perilaku dengan membantu manajer merasakan keberadaannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;          &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sedangkan Kreitner dan Kinicki berpendapat bahwa ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tiga tipe budaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang mampu meningkatkan kinerja finansial organisasi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Perspektif Kekuatan, mengasumsikan bahwa kekuatan budaya perusahaan berhubungan dengan prestasi finansial. Gagasannya ialah budaya yang kuat menciptakan kesamaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tujuan, motivasi karyawan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan struktur pengendalian yang dibutuhkan untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meningkatkan prestasi organisasi. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Perspektif kesesuaian, berdasarkan pada premis bahwa budaya organisasi harus sejajar dengan konteks strategi atau bisnis. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Perspektif adaptasi, mengasumsikan bahwa budaya organisasi yang paling efektif membantu organisasi mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;        &lt;p class="MsoFooter"  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Budaya organisasi dapat lemah atau kuat, tergantung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada variabel-variabel seperti keterpaduan, konsensus nilai, dan komitmen individual terhadap tujuan bersama. Budaya yang kuat tidak selalu baik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Keberadaan nilai budaya yang sentral lebih penting dari pada kekuatannya. Budaya yang kuat dan bertahan akan kurang mendukung terjadinya perubahan dalam organisasi. Oleh karena itu seperti pendapat tersebut di atas, selain kuat budaya organisasi harus sesuai dengan strategi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang dipilih dan mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan lingkungan eksternal. (Kotter dan Heskett,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1992:16-28).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mac D dan Restaurant Ampera boleh jadi memiliki budaya yang berbeda, tetapi keduanya mampu mengembangkan budaya perusahaan yang tepat sehingga kedua waralaba ini dapat mencapai keberhasilan dalam bisnisnya. Lalu budaya apakah yang dikembangkan Restaurant Ampera? Sayangnya penulis belum sempat berbincang dengan Pemilik restaurant ini, mudah - mudahan suatu saat ada kesempatan sehingga mampu menggali lebih dalam tentang &lt;i style=""&gt;key succes factor&lt;/i&gt; dari waralaba Restaurant Sunda ini. Namun dalam benak penulis sempat terpikir apakah &lt;i style=""&gt;kekerabatan ala Sunda &lt;/i&gt;(budaya local yang sesuai dengan kebutuhan) &lt;i style=""&gt;yang tercermin dari cium tangannya para karyawan terhadap bossnya&lt;/i&gt; merupakan salah satu kunci sukses (&lt;i style=""&gt;key success factor&lt;/i&gt;) dari perkembangan Restaurant ini.&lt;i style=""&gt; Sebenarnya cium tangan karyawan terhadap atasan (owner) merupakan refleksi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kecintaan karyawan terhadap Perusahaan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(sense of belonging) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang dapat menjadi motivasi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kuat untuk bekerja semaksimal mungkin bagi kemajuan suatu Perusahaan.&lt;/i&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-954781693720224856?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/954781693720224856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=954781693720224856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/954781693720224856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/954781693720224856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/06/pengaruh-budaya-organisasi-terhadap.html' title='Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-6968001231031989307</id><published>2009-05-27T20:48:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T21:06:11.980-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Manusia'/><title type='text'>Kenapa Suatu Kebijakan Restrukturisasi  Organisasi Gagal?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Oleh: Ibnu Dahwan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan yang lalu (lihat Restrukturisasi Organisasi atau Budaya Restrukturisasi), kadang – kadang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;proses restrukturisasi organisasi tidak mencapai hasil sesuai yang diharapkan kalau tidak dibilang gagal. Seringkali sulit dipahami kenapa proses restrukturisasi organisasi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang sudah disusun &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;secara matang mengalami kegagalan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Restrukturisasi organisasi atau perubahan organisasi (Organization Change) pada dasarnya adalah suatu kebijakan. Suatu kebijakan pada hakekatnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya sebuah konsep teoritis, namun keberhasilan suatu kebijakan akan sangat dipengaruhi oleh pelaksanaannya (implementasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kebijakan).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seperti dikatakan oleh Dunn (1987:56) ,“&lt;i&gt;Policy implementation in values is the execution and steering of a laws of action overtime. Policy implementation is essentially a practical activity, as distinguished from policy formulation, which is essentially theorical&lt;/i&gt;.” (Pada hakekatnya, pelaksanaan kebijakan adalah secara terus-menerus. Pelaksanaan kebijakan pada dasarnya merupakan kegiatan praktis, yang berbeda dengan perumusan kebijakan yang pada dasarnya teoritis)”. Dengan demikian, kebijakan yang dirumuskan secara teoritis berbeda dengan kebijakan yang dilaksanakan secara praktis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Dalam suatu sistem kebijakan terdapat 3 elemen penting yang saling berkaitan atau mempengaruhi satu sama lainnya yaitu: pelaku kebijakan, kebijakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lingkungan kebijakan. Oleh karena itu, konsep kebijakan yang baik saja belum cukup, tetapi harus memperhatikan juga elemen kebijakan yang lain yaitu: pelaku kebijakan dan lingkungan kebijakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Wibawa (1994:41) mengemukakan agar pelaksanaan kebijakan efektif perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Isi kebijaksanaan, dalam pengertian ini restrukturisasi organisasi harus mempertimbangkan kaidah – kaidah dalam penyusunan struktur organisasi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sumber daya manusia, dukungan, kesiapan, dan optimisme karyawan terhadap kebijakan yang telah ditetapkan sangat menentukan keberhasilan implementasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Manajemen, implementasi kebijakan harus dikelola dengan baik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesuai kaidah-kaidah dalam manajemen dari mulai tahap penetapan tujuan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Dukungan lingkungan, dukungan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari berbagai pihak yang berkepentingan dengan organisasi/perusahaan (&lt;i&gt;stakeholders&lt;/i&gt;) seperti: pemerintah, serikat pekerja, pelanggan dan perhatian terhadap pesaing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sangat diperlukan agar implementasi berjalan lancar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Political will, komitmen dari manajemen puncak harus dinyatakan secara jelas baik dalam penerbitan keputusan –keputusan yang mengikat maupun evaluasi secara ketat terhadap implementasi kebijakan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Karakteristik sasaran, karakteristik organisasi baik dari sifat usaha dan karakteristik karyawan sebagai unsur yang terlibat dalam implementasi kebijakan perlu mendapat perhatian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Kebijakan restrukturisasi organisasi pada hakekatnya bermaksud untuk melakukan perubahan atau penataan ulang struktur organisasi sehingga sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Oleh karena itu dalam restrukturisasi organisasi harus memperhatikan faktor-faktor yang menjadi penentu atau dianggap penting sehingga struktur organisasi yang dihasilkan akan efektif. Menurut&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Djatmiko&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(2002:41),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan struktur organisasi: ukuran organisasi, teknologi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lingkungan dan strategi pilihan. Sedangkan Tyson&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan Jackson (2000:191) mengemukakan ada tiga hal pokok yang perlu diperhatikan ketika mendisain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;organisasi dalam bentuk birokrasi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ukuran hierarki, rentang pengawasan dan pengelompokan kegiatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Kebijakan restrukturisasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;organisasi akan mengakibatkan sebagian karyawan mungkin akan diuntungkan, namun sejumlah karyawan lain mungkin akan merasa dirugikan dengan kebijakan tersebut sehingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;implementasinya tidak tertutup kemungkinan mendapat banyak hambatan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Paling sedikit ada empat penjelasan, mengapa organisasi menentang perubahan?.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Pertama&lt;/i&gt;, para anggota takut kehilangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apa yang sudah mereka miliki. Mereka yang berkuasa, yang berada di posisi paling baik untuk memprakarsai perubahan biasanya adalah yang akan paling rugi. &lt;i style=""&gt;Kedua&lt;/i&gt;, kebanyakan organisasi adalah birokrasi. Struktur demikian mempunyai mekanisme yang secara otomatis terdapat pada dirinya yang bekerja melawan perubahan. &lt;i style=""&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; kebanyakan perusahaan dapat mengelola lingkungan mereka, dan oleh karenanya, telah melindungi diri mereka terhadap kebutuhan akan perubahan. &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Terakhir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;, budaya organisasi menentang tekanan ke arah perubahan. ( Robbins , 1994:439).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Hasil studi &lt;i&gt;longitudinal&lt;/i&gt; seperti dikutip Kreitner dan Kinicki (terjemahan Erly Suandi, 2003:91) menguatkan pendapat tersebut, bahwa perubahan organisasi yang sukses akan sangat tergantung pada budaya organisasi. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Budaya bertahan terhadap perubahan, misalnya dapat mengurangi efektivitas tipe perubahan organisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-6968001231031989307?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/6968001231031989307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=6968001231031989307' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/6968001231031989307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/6968001231031989307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/05/kenapa-suatu-kebijakan-restrukturisasi.html' title='Kenapa Suatu Kebijakan Restrukturisasi  Organisasi Gagal?'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-3655515758992804960</id><published>2009-05-26T20:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T02:13:58.791-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Logistik'/><title type='text'>TARIF 13 RUAS TOL NAIK AGUSTUS</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dipastikan menaikkan tarif 13 ruas tol pada Agustus mendatang. 13 ruas tol yang akan naik tarifnya:&lt;br /&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;  -  Bogor  -  Ciawi; Jakarta – &lt;span class="yshortcuts"&gt;Tangerang; &lt;/span&gt;Surabaya – Gempol; Padalarang – Cileunyi; Belawan - &lt;span class="yshortcuts"&gt;Medan&lt;/span&gt; - Tj. Morawa; &lt;span class="yshortcuts"&gt;Semarang&lt;/span&gt; Seksi A, B &amp;amp; C; Cikampek - Padalarang I &amp;amp; II; Palimanan – Kanci; JORR E1, E2, E1-3, W2-S2, E3, E1-4 Makasar Seksi IV; Serpong - Pondok Aren; Tangerang – &lt;span class="yshortcuts"&gt;Merak; &lt;/span&gt;Surabaya - &lt;span class="yshortcuts"&gt;Gresik&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan di ruas Tangerang-Merak untuk kendaraan golongan I seperti jenis sedan dan minibus mencapai 55% menjadi Rp 28.000 dari tarif terjauh saat ini Rp 18.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyesuaian tarif pada ruas Tangerang-Merak sebesar 55% itu akan menjadi kenaikan tarif tertinggi dibandingkan dengan 12 ruas lainnya yang disesuaikan berdasarkan inflasi selama 2 tahun terakhir dengan kisaran 12%-15%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala BPJT Nurdin Manurung mengatakan Pemerintah memutuskan untuk merasionalisasi tarif secara khusus pada ruas itu karena investor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diwajibkan melakukan investasi ulang senilai Rp 3,5 triliun untuk perbaikan total ruas sepanjang 72,5 km &lt;span class="yshortcuts"&gt;itu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;“Kondisi ruas itu (Tangerang-Merak) rusak parah, harus dibongkar ulang. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Dalam perjanjian baru, dibutuhkan investasi ulang Rp 3,5 triliun untuk perbaikan jalan dan pelebaran jalur. Konsekuensinya tarif harus disesuaikan,” katanya di sela-sela diskusi “Peningkatan Iklim Investasi Jalan Tol di Indonesia” kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif baru ruas Tangerang-Merak itu, menurut Nurdin, akan diberlakukan pada Agustus 2009, bersamaan dengan kenaikan tarif sembilan ruas tol yang dikelola PT Jasa Marga, Tbk. dan tiga operator lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyesuaian tarif ruas tol dilakukan selama 2 tahun sekali berdasarkan besaran inflasi sesuai Undang-Undang No. 38/2004 tentang Jalan Tol.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Presiden Direktur Marga Mandala Sakti Wiwiek D. Santoso mengatakan jika dilihat tarif per kilometer, tarif Tangerang-Merak masih rendah dibandingkan dengan ruas lain yang sudah beroperasi. Tarif di ruas itu tidak dinaikkan dari periode 1993-2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiwiek mengemukakan dari kebutuhan investasi ulang Rp 3,5 triliun, sebesar 767 miliar untuk rekonstruksi jalan dan Rp 2,7 triliun untuk pelebaran jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kutipan dari &lt;span class="yshortcuts"&gt;Bisnis Indonesia&lt;/span&gt; – Jumat, 15 Mei 2009).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Menanggapi rencana BPJT menaikkan tarif tol pada Agustus mendatang, Sugi Purnoto salah seorang praktisi Transport Manager PT. AKR Corporindo Tbk. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Melalui email yang penulis terima&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyatakan :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini merupakan suatu kondisi yang penuh dengan polemik. Otoritas jalan tol selalu mengambil alasan bahwa kenaikkan tarif jalan tol adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada para penggunanya, tetapi disisi lain 100% saya katakan tidak, kemacetan dijalan tol yang tidak pernah berubah  dari 5 tahun lalu, saat ini dan masa mendatang tetap akan sama dan cenderung lebih parah, tidak pernah ada satu solusipun. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Bicara jalan tol Jakarta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Merak yang setiap minggu saya lalui, yang berubah adalah perbaikan jalan tolnya dari sisi yang kiri kesisi yang kanan, dari jalur yang kiri ke jalur yang kanan, seperti tiada pernah berhenti, jalan beton yang terus bergelombang karena &lt;span class="yshortcuts"&gt;struktur tanah&lt;/span&gt; dibawahnya yang berubah, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sehingga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak ada nilai tambah apapun yang bisa dinikmati oleh konsumen dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;membayar sekarang dan nanti kalau sudah naik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dari sisi Transportasi dan cargo logistics, ini akan memberikan dampak yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;relatif besar, komponen biaya Tol saat ini komponen uang jalan untuk perjalan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam kota mencapai 2% - 5%, dan jika harga ini dinaikkan maka akan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;memberikan impact kepada Pelaku usaha diangkutan atau logistics. &lt;/span&gt;Dan secara umum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan banyak customer dari Transporter ini yang tidak mau, di charge atau dinaikkan rate/tarifinya berkenaan dengan kenaikkan biaya tol ini. Artinya, kerugian secara langsung akan dialami oleh para pelaku di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Transportasi, beban itu aka semakin bertambah, saat ini harga spare part sudah naik lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari 30%, dan tidak ada adjustment dari tarif, kemudian Agustus nantitarif&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tol akan naik, Kompetisi tarif ditransport akan semakin ketat karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menurunnya Volume.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Disinilah dituntut tingkat efisiensi yang tinggi dari setiap pelaku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di Transportasi untuk bisa menekan biaya-biaya operational supaya bisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memberikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harga yang bersaing dan tetap eksis. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Demikian Pandangan dari saya, dan jika mungkin kita harus memintabantuk kepada YLKI untuk menyuarakan ini upaya kenaikan tarif tol bisa seminimal mungkin.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sedangkan menurut Setijadi pakar logistic dari Logic Widyatama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengemukakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melihat rencana kenaikan tarif tol perlu dipertimbangkan lebih lanjut, karena::&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div face="arial" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul  style="margin-top: 0in; text-align: justify;font-family:arial;" type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kondisi jalan tol belum memadai (kapasitas vs volume,      kerusakan, infrastruktur: penerangan, rambu-rambu, dan fasilitas lainnya). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Timing (kondisi krisis global masih berlangsung). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perlu transparansi perhitungan biaya-biaya yang      mendasari penentuan tariff tol.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Alasan kenaikan tarif karena untuk biaya investasi tidak tepat. Tarif yang ditetapkan seharusnya telah memperhitungkan biaya-biaya: investasi, operasional, pemeliharaan, maupun biaya perbaikan dan re-investasi berikutnya. Jika biaya re-investasi dibebankan ke tarif berikutnya, maka pembebanan harus diperhitungkan secara jelas sehingga tidak membebani para pengguna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Kerusakan jalan tol terutama diakibatkan oleh kelebihan beban truk. Pencegahan perlu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilakukan dengan pengawasan yang ketat mengenai pembatasan beban. Memang benar, perlu ada yang menyuarakan pendapat para pengguna. Perlu pihak/institusi yang punya bargaining position terhadap otoritas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Sedangkan menurut Doni&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang praktisi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengemukakan :&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menurut saya problem utama transportasi di kota-kota besar bukan melulu masalah panjang jalan(kapasitas) Vs volume kendaraan. Saya tidak tahu &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;istilahnya tetapi menurut saya perhitungan ini hanya cocok untuk perhitungan yang statis (diam), tapi yang paling penting adalah masalah "FLOW". &lt;/span&gt;Sangat dekat dengan istilah sehari-hari kita seperti material flow atau product flow. Bicara flow berarti ada unsur kecepatan, bila kecepatan ditingkatkan 2x maka kapasitas seharusnya bertambah 2x Jadi kapasitas yang kita bicarakan bukan kapasitas yang statis. Volume kendaraan juga bukan sesuatu yang tidak bisa direkayasa, coba kalau yang diangkut itu barang (bukan orang) betapa mudahnya kita memilih varian truk yang sesuai kapasitasnya untuk memobilisasi barang.&lt;br /&gt;Based on ilustrasi diatas saya rasa ada beberapa analogy permasalahan yang sangat dekat dengan dunia logistics and supply chain:&lt;br /&gt;1. Interkoneksi &lt;span class="yshortcuts"&gt;Jabodetabek&lt;/span&gt; : sangat mirip dengan waktu kita akan mengevaluasi pelabuhan mana yang akan disinggahi, berapa volume cargonya, kapasitas feeder berapa yang akan kita deploy, fasilitas apa yang diperlukan dipelabuhan, hub port mana yang akan kita singgahi,connecting vessel/ mode of transportation apalagi yang akan kita pakai,dll. (Bedanya komoditas yang diangkut adalah orang sehingga harus di design supaya orang/target market yang dituju mau menggunakan service kita, misalnya harus aman, tepat waktu, nyaman, dll.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kapasitas &amp;amp; frekuensi : sangat mirip dengan cara kita menentukan jenis truk, besarnya kapasitas, lama perjalanan, dan berapa sering kita bolak-balik untuk memenuhi kebutuhan delivery dalam satu hari. (Bedanya kalau orang nggak mau ditumpuk-tumpuk kayak pindang dan ada jam berangkat/pulang kantor)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kecepatan arus/aliran : sangat mirip dengan cara kita mengatur kedatangan material digudang, mana yang harus diprioritaskan, mana yang bisa didelay sedemikian rupa sehingga tercapai keseimbangan yang tidak mengganggu schedule produksi. (Bedanya wilayah yang dipantau sangat luas jadi harus pintar memilih critical point yang harus pantau)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Konsistensi : sangat mirip dengan cara kita melakukan internal quality audit untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan dan memberikan warning bila kedapatan penyimpangan. (Bedanya ini terkait dengan sistem hukum yang berlaku di negara kita)&lt;br /&gt;Tentu analogy yang ada tidak sesederhana persoalan yang dihadapi. Kalau "bebas macet" ini terwujud... buat saya kenaikan tarif toll tidak akan terlalu berpengaruh kepada biaya operasional. &lt;span lang="FI"&gt;Apa artinya kenaikan tarif toll 50% kalau flow yang lancar bisa menambah 2-3 rit lagi dalam satu hari.... kapan ya kita bisa merasakan ini...?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;span class="yshortcuts"&gt;Jadi&lt;/span&gt; kalau kenaikan tarif toll memang dipakai untuk investasi mencari upaya-upaya menuju bebas macet... ya nggak apa-apa. Tapi kalau hanya digunakan untuk membiayai operasional, saya rasa saya harus mengelus &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;dada sambil bergumam... inilah cermin manusia berdasi yang pemalas, tidak kreatif dan tidak punya hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-3655515758992804960?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/3655515758992804960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=3655515758992804960' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/3655515758992804960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/3655515758992804960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/05/tarif-13-ruas-tol-naik-agustus.html' title='TARIF 13 RUAS TOL NAIK AGUSTUS'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-8762023266101439691</id><published>2009-05-26T19:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T19:44:08.941-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Logistik'/><title type='text'>KIRIMAN INTERNASIONAL DIDUGA TURUN 30%</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pasar Domestik Relatif Stabil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OLEH TULARJI&lt;br /&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Bisnis Indonesia&lt;/span&gt; (Senin, 25 Mei 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar jasa kiriman ekspres internasional diperkirakan turun 30% pada tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini, menyusul anjloknya kegiatan ekspor dan impor, tetapi pelaku usaha masih optimistis menatap pasar domestik. Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;br /&gt;(Asperindo) M. Kadrial mengatakan penurunan kegiatan ekspor dan impor cukup memukul bisnis kiriman ekspres internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasar kiriman ekspres internasio¬nal tahun ini diperkirakan turun 30%, sejalan dengan penurunan volume ekspor dan impor, tetapi pasar dalam negeri tidak akan terlalu terpengaruh," katanya kepada Bisnis kemarin. Data &lt;span class="yshortcuts"&gt;Badan Pusat Statistik&lt;/span&gt; (EPS) menyebutkan nilai ekspor &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; pada kuartal I tahun ini mencapai US$22,90 miliar atau turun 32,13% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kalangan pelaku usaha memperkirakan kegiatan ekspor pada kuartal II tahun ini masih akan melambat sebagai dampak krisis perekonomian global. Tekad Sukatno, Sekretaris Jenderal Asperindo, mengungkapkan tingginya penurunan pasar jasa kiriman ekspres ke &lt;span class="yshortcuts"&gt;luar negeri &lt;/span&gt;mempengaruhi arus kas perusahaan. &lt;/span&gt;Akibatnya, operator terpaksa memperketat pengeluaran dengan memangkas biaya yang tidak mendesak. &lt;span style="" lang="FI"&gt;"Arus kas perusahaan ikut terpengaruh sehingga pengetatan pengeluaran terpaksa dilakukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati pasar kiriman ekspor internasional menurun, kata Tekad, hingga April lalu belum ada anggota Asperindo yang melaporkan telah tutup atau mengurangi sejumlah cabang di daerah. Dia mengharapkan kondisi perekonomian global dan dalam negeri segera pulih supaya sektor usaha kembali bergairah. "Kami berharap tahun ini sudah pulih," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Domestik stabil Menurut Kadrial, pelaku usaha jasa kiriman ekspres masih mampu&lt;br /&gt;bertahan dari krisis ekonomi global karena pasar domestik tidak turun tajam seperti yang terjadi di pasar internasional. Dia mengatakan arus kiriman barang domestik masih tinggi kendati lebih rendah dibandingkan dengan kondisi pada tahun lalu. "Kami &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;memperkirakan tahun ini pasar kiriman ekspres untuk domestik turun 5%-10%," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadrial memperkirakan pasar kir¬iman ekspres di &lt;span class="yshortcuts"&gt;Tanah&lt;/span&gt; Air tumbuh menjadi Rp 6 triliun dengan laju pertumbuhan rata-rata 10% per tahun dengan catatan kondisi perekonomian domestik baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah proyek infrastruktur yang dibangun pemerintah diyakini bakal meningkatkan permintaan jasa pengiriman ekspres domestik sehingga membantu pelaku usaha untuk bertahan. Sebelumnya, Kadrial menjelaskan Asperindo mendorong pengoperasian jalan tol trans-Jawa guna mendukung kelancaran arus barang sekaligus memangkas biaya operasional bidang usaha itu. Jika jalan tol trans-Jawa bisa se¬gera dioperasikan,&lt;br /&gt;lanjutnya, usaha logistik nasional akan terbantu karena selain menjamin ketepatan waktu dan biaya operasional bisa dipangkas cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) &lt;span class="yshortcuts"&gt;Iskandar Zulkarnain&lt;/span&gt; menjelaskan pengoperasian jalan tol trans-Jawa diproyeksikan mampu menurunkan 25% biaya pengiriman logistik yang dikenakan kepada pengguna jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menilai pengoperasian jalan tol trans-Jawa akan mendorong pertumbuhan usaha logistik di Tanah Air karena volume arus barang di Pulau Jawa yang terbesar dibandingkan dengan di luar kawasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALI menilai hampir semua industri yang terkait dengan pengiriman ba¬rang akan memperoleh keuntungan dengan pengoperasian jalan tol trans-Jawa yang memungkinkan biaya operasional lebih rendah dan waktu pengiriman lebih cepat. (&lt;/span&gt;&lt;a href="http://us.mc450.mail.yahoo.com/mc/compose?to=tularji@bisnis.co.id"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;tularji@bisnis.co.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-8762023266101439691?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/8762023266101439691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=8762023266101439691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/8762023266101439691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/8762023266101439691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/05/kiriman-internasional-diduga-turun-30.html' title='KIRIMAN INTERNASIONAL DIDUGA TURUN 30%'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-1198185163250726945</id><published>2009-05-18T20:04:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T20:27:42.510-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMN'/><title type='text'>3G Vs OutSourcing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/ShIoTwB6QqI/AAAAAAAAAIw/OSVx1qd7tpI/s1600-h/Outsource.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 180px; height: 153px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/ShIoTwB6QqI/AAAAAAAAAIw/OSVx1qd7tpI/s320/Outsource.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337372828162998946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Oleh: Ibnu Dahwan *)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pembaca boleh percaya atau tidak, katanya menurut orang Swedia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang yang paling banyak senyum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah orang &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Terus terang dengar berita kaya gitu penulis yang kebetulan lagi sakit tenggorokan pun terpaksa jadi pengen senyum. Dari mana orang sana tau kalau orang Indonesia itu paling sering senyum. Apa mereka lihat acara - acara TV seperti: Extravaganza, 4 Mata, atau Tawa Sutra dll sampai punya kesimpulan seperti itu. Padahal belasan persen penduduk masih berkutat di bawah garis kemiskinan, jumlah pengangguran masih sangat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;besar, dan nasib kaum buruh dan petani juga tidak semakin baik, sementara itu sebagian kecil para penguasa dan pengusaha mengeruk kekayaan negara dari hasil korupsi tanpa pernah peduli dengan penderitaan rakyat kecil. Jadi kalau orang lain lihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita termasuk orang yang banyak senyum, hebat juga ya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Kok bisa ya? Ada salah satu penyebab yang menurut penulis sering membuat orang Indonesia suka banyak senyum, yaitu orang Indonesia paling pintar kalau udah bikin singkatan. Ketika Walikota Bandung mencanangkan Bandung Berhiber (Bersih, Hijau dan Berbunga) ya maksudnya supaya kaya Paris Van Java. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Di sebuah tempat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembuangan sampah sementara (TPS) ada coretan Berserak, Hitam dan Berbau. Gak tau siapa yang nulis yang jelas warga sekitar yang jengkel karena sampahnya gak diangkut - angkut sampai berceceran dari tempat penampungan dan baunya kemana - mana. Penulis terpaksa tersenyum. Ketika Gubernur Jakarta mencanangkan &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; yang Bersih , Manusiawi, dan berWibawa (BMW), tapi orang betawi bilang Bagaimana Maunya Wiyogo (Kebetulan yang jadi Gubernurnya Wiyogo). Beberapa waktu yang lalu saya hampir negur keponakan karena suka ngomong &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ml&lt;/span&gt;, eh katanya saya ketinggalan jaman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena yang dia maksud adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;maksud lho&lt;/span&gt;, sementara penulis kirain singkatan lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kadang satu singkatan bisa banyak arti : ABS&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa diartikan Asal Bapak Senang atau ketika SBY yang bilang sambil marah artinya lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nah, mungkin baru nyambung kalau ada pembaca yang bingung kok 3G dilawankan sama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outsourcing&lt;/span&gt;, apa hubungannya. Kalau dalam benak pembaca 3G jenis layanan dalam komunikasi seluler ya pasti enggak nyambung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;3G dalam judul di atas ialah : &lt;/span&gt;&lt;st1:street&gt;&lt;st1:address&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Good Place&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; to Work, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:street&gt;&lt;st1:address&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Good Place&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; to Shop, Good Please to Invest&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;. Phrase tersebut sekarang lagi banyak digunakan dalam istilah manajemen sebagai sasaran – sasaran yang katanya ideal untuk dicapai Perusahaan. Artinya kalau Perusahaan ingin maju harus memperhatikan harapan Karyawannya (&lt;i style=""&gt;Voice of Employee&lt;/i&gt;),  harapan Pelanggannya (&lt;i style=""&gt;Voice of Customer&lt;/i&gt;) dan harapan dari Pemilik Modal (&lt;i style=""&gt;Voice of Investor&lt;/i&gt;). Kalau harapan karyawan terpenuhi dia akan merasa puas dan kalau karyawan puas dia akan menghasilkan produktivitas yang tinggi, produktivitas yang tinggi dari karyawan akan memberikan kepuasan kepada Pelanggan sehingga Pelanggan akan terus membelanjakan uangnya kepada Perusahaan, dan akhirnya Pelanggan yang loyal akan memberikan keuntungan kepada Perusahaan sehingga para Pemilik Modal akan merasa senang untuk menginvestasikan uangnya di Perusahaan. Wah, betapa indah kalau itu terjadi, &lt;i style=""&gt;every body happy&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kebetulan istilah itu penulis baca tercantum dalam Rencana Jangka Panjang sebuah Perusahaan. Terus terang penulis tadinya merasa kagum tentang kemampuan menyusun konsep yang begitu strategis bagi kelangsungan hidup sebuah Perusahaan. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Tapi suatu hari penulis datang ke loket pelayanan Perusahaan tersebut karena akan menggunakan jasa layanannya. Penulis tambah senang juga lihat wajah – wajah cantik, masih muda yang melayani loket-loket Perusahaan tersebut. Kebetulan ada karyawan yang penulis kenal, iseng –iseng penulis ngobrol sama dia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Wah tambah seger ya kang banyak karyawan baru cantik-cantik lagi. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Iya pak tapi dia bukan karyawan Perusahaan, dia tenaga &lt;i style=""&gt;Outsource&lt;/i&gt;, katanya. Oh gitu, kata penulis sambil agak bingung (dalam hati kalau karyawan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outsource&lt;/span&gt; itu berarti bukan karyawan Perusahaan). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Peristiwa itu mengingatkan penulis sama mantan mahasiswa penulis yang mengirimkan email dan menceritakan keresahannya dan mewakili teman - teman senasibnya sebagai karyawan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outsource&lt;/span&gt; yang nasibnya enggak tentu apa kontraknya diperpanjang atau tidak. Dan penulis pun dengan segala cara menjawab emailnya membesarkan hatinya, yang penting kamu sekarang kerja yang baik, insya allah Perusahaan akan memperhatikan Kamu. Penulis yakin ketika mahasiswa tadi membaca tulisan ini, dia tahu kalau penulis hanya berusaha membesarkan hatinya karena penulis sendiri enggak pernah yakin apa memang kalau dia telah bekerja baik akan diangkat sebagai karyawan Perusahaan yang terlanjur dia cintai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Penulis tidak habis pikir apakah sasaran 3G tersebut dapat dicapai kalau pola &lt;i style=""&gt;outsourcing&lt;/i&gt; itu diimplementasikan secara &lt;i style=""&gt;gebyah uyah&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Apakah antara sasaran dengan program kerja tidak saling bertentangan atau bertolak belakang. Bayangkan tenaga &lt;i style=""&gt;frontliner&lt;/i&gt; adalah katanya ujungtombak Perusahaan yang ditangannya sangat menentukan keberhasilan Perusahaan dalam memberikan pelayanan terhadap Pelanggannya. &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Karyawan tersebut dituntut untuk produktif sedangkan nasibnya sendiri diliputi ketidakpastian&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;. Enggak tahu lagi, logika mana yang dipakai?Yang penulis tahu, produktivitas sangat dipengaruhi oleh &lt;i style=""&gt;Skill&lt;/i&gt; dan Motivasi. Bagaimana mungkin dia produktif kalau motivasi nya rendah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Atau penulis yang kurang banyak baca referensi yang baru. Terlebih kalau dikaitkan dengan Undang-Undang ketenagakerjaan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dimana karyawan waktu tertentu (KWT) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebenarnya hanya untuk pekerjaan - pekerjaan yang sifatnya temporer (sementara), bukan untuk pekerjaan yang sifatnya tetap apalagi mengerjakan aktivitas dalam proses bisnis inti. Mungkin jangka pendek menguntungkan, tapi dalam jangka panjang, masih menjadi pertanyaan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Ada baiknya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outsource&lt;/span&gt; itu diterapkan untuk melepas sebagian proses bisnis yang tidak pokok, misalnya: kesehatan, keamanan, atau manajemen kendaraan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fleet &lt;/span&gt;manajemen) ke Perusahaan lain yang memang bergerak di bidangnya sehingga lebih profesional dan jelas tanggungjawabnya, bukan &lt;i style=""&gt;outsource &lt;/i&gt;karyawan apalagi untuk ditempatkan di proses bisnis Inti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Enak juga ya punya blog, paling tidak penulis bisa ngomong tentang apapun juga yang mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi yang membaca. Penulis yakin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setiap Manajemen Perusahaan selalu mencari jalan keluar yang terbaik untuk Perusahaannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Selamat bekerja dengan tekun para &lt;i style=""&gt;Outsourcer&lt;/i&gt; (termasuk mantan-mantan mahasiswa penulis), yakinlah setiap kerja yang baik ada manfaatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-1198185163250726945?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/1198185163250726945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=1198185163250726945' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/1198185163250726945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/1198185163250726945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/05/3g-vs-outsourcing.html' title='3G Vs OutSourcing'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/ShIoTwB6QqI/AAAAAAAAAIw/OSVx1qd7tpI/s72-c/Outsource.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-1583901154088160057</id><published>2009-05-04T02:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T23:08:31.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Logistik'/><title type='text'>Supply Chain di Unilever</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/Sf-vDar-qPI/AAAAAAAAAIo/_NPSn7WAwOc/s1600-h/Unilever.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/Sf-vDar-qPI/AAAAAAAAAIo/_NPSn7WAwOc/s320/Unilever.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332172957068208370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:14;"  &gt;Kerja Gede Perusahaan Retail Besar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Oleh: Ibnu Dahwan*)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Siapa sih yang gak kenal Unilever? Kayanya hampir sebagian besar penduduk &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt; memiliki produk ini di rumahnya. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Kecuali mungkin masyarakat pedalaman yang kalo mandi gak pake sabun dan pasta gigi. Itu juga mungkin yang menarik hampir 150 orang peserta (termasuk penulis) untuk ikut acara &lt;i style=""&gt;Family Gathering&lt;/i&gt; yang diselenggarakan Logic Widyatama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sabtu 2 Mei 2009 kemarin dengan Topik &lt;i style=""&gt;Supply Chain&lt;/i&gt; Di Unilever dengan Narasumber Utama Bapak Mochammad Effendi (Direktur &lt;i style=""&gt;Supply Chain&lt;/i&gt; Unilever Indonesia). Tentu saja karena topiknya &lt;i style=""&gt;Supply Chain&lt;/i&gt; peserta yang ikut sebagian besar umumnya para praktisi dan akademisi yang berkecimpung dalam bisnis logistik dan transportasi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Rasanya tidak salah kalau hasil &lt;i style=""&gt;Family Gathering&lt;/i&gt; tersebut penulis &lt;i style=""&gt;share&lt;/i&gt; kepada para pembaca &lt;i style=""&gt;blog&lt;/i&gt; ini meskipun mungkin tidak lengkap tapi minimal ada gambaran bagaimana perusahaan sebesar Unilever mengelola &lt;i style=""&gt;Supply Chain&lt;/i&gt;nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Seberapa besar sebenarnya &lt;i style=""&gt;size&lt;/i&gt; Unilever? Sebagai gambaran Unilever memiliki &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Total sales&lt;/i&gt; tahun 2003 sebesar Rp. 8,124 Trilyun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tumbuh secara signifikan menjadi Rp. 15,578 Trilyun pada tahun 2008. Sungguh luar biasa!. &lt;i style=""&gt;Revenue&lt;/i&gt; itu dihasilkan dari produk-produk yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sangat dikenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masyarakat antara lain: Molto, Domestos Nomos, Taro, Blue Band, Rexona, Sunlight, Lux, Rinso, Ponds, Lifebuoy, Surf, Axe, Lipton, Vaseline, Sariwangi, Skippy, Sunsilk, Clear, Citra, Pepsodent, Close Up. Hampir semua produk tersebut menjadi Top Leader di bidangnya, sehingga tidak heran kalau saat ini Unilever &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;merupakan &lt;i style=""&gt;market leader dari consumer goods&lt;/i&gt; di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Menurut Mochammad Effendi: &lt;i style=""&gt;The Scope of Supply Chain covers all processes from delivery of finished product to meet Customer/Consumers to the sourcing of materials and services from our suppliers. The Supply Chain Strategy is executed through the four basic process: Plan, Source, Material and Deliver.&lt;/i&gt; Manajemen Supply Chain Unilever harus mengelola &lt;i style=""&gt;Brand &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;produk yang sangat bervariasi yaitu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebanyak 900 SKU (&lt;i style=""&gt;Stock Keeping Unit&lt;/i&gt;) dan jumlahnya mencapai jutaan item dengan sebaran seluruh &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt; yang bergerak dari &lt;i style=""&gt;Supplier – Manufacture – CDC -&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Retailers – Consumer&lt;/i&gt;. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dari gambaran data dan proses yang harus dilakukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut, tentunya bukanlah suatu pekerjaan yang sederhana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengelola jutaan items yang harus didistribusikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke seluruh Nusantara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Supply Chain seperti dikemukakan Effendi memiliki karakteristik : Integrated System, End to End, Aligned with business Strategy, IT based. Proses bisnis tersebut juga tidak semata-mata sebuah proses, tetapi Unilever menetapkan KPI (&lt;i style=""&gt;Key Performance Indicators&lt;/i&gt;) yang harus dipenuhi yaitu : &lt;i style=""&gt;Customer Case Fill On Time (CCFOT) dan Cost Efficiency (Groos Margin, Trading working Capital, Operational Cash Flow, Business Waste).&lt;/i&gt; Oleh karena itu tidak heran kalau untuk pekerjaan raksasa tersebut Unilever meng&lt;i style=""&gt;outsource&lt;/i&gt;kan ke Perusahaan Besar (MNC) yaitu: Linfox dan DHL serta beberapa 3&lt;sup&gt;rd&lt;/sup&gt; PL Lokal lainnya yang memiliki dukungan jaringan Transportasi dan Teknologi Informasi yang sangat kuat. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dukungan Tekonologi Informasi tersebut sangat menentukan, oleh karena itu sejak Januari 2009 Unilever yang sebelumnya menggunakan sistem BPCS (&lt;i style=""&gt;Business Process and Controlle System&lt;/i&gt;) menggantikan nya dengan Sistem &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;SAP.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Tidak mudah mengelola CCFOT yang mengharuskan Unilever mampu memberikan kepuasan kepada Konsumen yaitu menyediakan barang sesuai permintaan dan tepat waktu, di lain pihak Unilever juga harus mampu memanage cost.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi dengan pencapaian &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;profit 2.5 Trilyun tahun 2008 dan dilain pihak produk-produknya mampu menguasai pasar menunjukkan performance Unilever &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang mampu mengoptimalkan manajemen &lt;i style=""&gt;supply chain&lt;/i&gt; dengan baik. Sebuah pembelajaran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang berharga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Thank’s for Logic Widyatama yang telah mampu menyelenggarakan acara berbobot dengan sangat baik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan biaya terjangkau. &lt;i style=""&gt;Good Work&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-1583901154088160057?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/1583901154088160057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=1583901154088160057' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/1583901154088160057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/1583901154088160057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/05/supply-chain-di-unilever.html' title='Supply Chain di Unilever'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/Sf-vDar-qPI/AAAAAAAAAIo/_NPSn7WAwOc/s72-c/Unilever.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-157773671552149617</id><published>2009-04-22T02:02:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T02:39:03.013-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Wanita dan Bisnis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/Se7lO6WeLhI/AAAAAAAAAIg/lfxxSgPYOz0/s1600-h/Women+at+work.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 176px; height: 118px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/Se7lO6WeLhI/AAAAAAAAAIg/lfxxSgPYOz0/s400/Women+at+work.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327447453570313746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Sebuah Coretan Kecil Memperingati Hari Kelahiran Kartini. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Oleh: Ibnu Dahwan*)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Tadi malam bangun tidur kira2 jam 12.00, penulis dengerin suatu stasiun radio yang kebetulan lagi membawakan hari peringatan lahirnya Kartini. Mungkin karena pandainya si penyiar dalam membawakan acara terutama ketika mengupas bagaimana luar biasanya peranan seorang ibu sehingga banyak pendengar – pendengar (khususnya pendengar wanita) yang terbawa hanyut suasana haru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Coba simak cerita /dialog antara seorang anak dengan ibunya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;" lang="FI" &gt;”Suatu pagi seorang ibu setelah memanaskan nasi dan lauknya, membangunkan anaknya dengan lembut suara lembut. Nak, bangun nak lekas mandi dan sarapan biar enggak terlambat sekolah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pulang dari sekolah sang anak langsung melempar tas, ganti baju dan mau pergi main. Nak, makan dulu terus tolong bantu ibu untuk nyuci piring bekas kamu makan sama nyapu kamar dan membereskan tempat tidur kamu. Sang anak bilang malas ah, terus dia ngambil sebuah ballpoint dan menyobek kertas dari bukunya. Lalu setelah menulis catatan di kertas lalu dia serahkan ke ibunya dan dia pun langsung pergi main. Si Ibu membaca tulisan anaknya, upah nyuci piring Rp 10.000,- upah menyapu kamar Rp 10.000,-, upah membereskan tempat tidurnya Rp. 20.000,- upah mengepel Rp 20.000,- dst, dijumlahkan kalo sehari berapa dan kalo satu bulan kalikan aja 30. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10;" &gt;Si Ibu hanya tercenung. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10;" lang="FI" &gt;Sore hari saat anaknya pulang main, didapati tulisan sang Ibu di kasurnya. Sang anak pun membaca tulisan tersebut: Upah mengandung 9 bulan lunas, upah melahirkan dengan begitu sakitnya lunas, upah menyusui kamu lunas, upah membesarkan kamu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan penuh kasih sayang lunas.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Dialog di atas mungkin hanya sebuah cerita rekaan dari sang penyiar, tapi itulah mungkin makna ungkapan ”kasih ibu sepanjang masa”. Dengan kodrat itu pula (membesarkan anak2nya) seringkali seorang Ibu yang secara fisik lemah dan lembut, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menjadi Wanita yang memiliki daya tahan, keuletan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keberanian (mengambil resiko) luar biasa, dan sering kali melebihi seorang pria.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Masih relevankah perjuangan Kartini? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Dalam konteks emansipasi, rasanya mungkin di negara kita sudah kurang relevan. Karena Indonesia pernah memiliki seorang Presiden wanita, bahkan di Amerika yang merupakan dedengkotnya negara demokrasi belum pernah terjadi. Demikian juga di level departemen, beberapa kementrian dipimpin oleh wanita Wanita juga masuk ke setiap lembaga lainnya, di legislatif maupun yudikatif, maupun di perusahaan- perusahaan swasta /BUMN, meskipun secara prosentase relatif masih kecil sehingga di legislatif harus dilindungi dengan kuota (kemarin dalam acara di radio lain seorang Wanita yang Guru Besar mengemukakan pendapat kurang setuju tentang adanya kuota tersebut). Artinya secara hukum wanita Indonesia memiliki peluang yang sama dengan pria atau tidak memiliki hambatan untuk maju.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Bagaimana fenomena wanita saat ini? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;Sekarang populasi wanita lebih banyak dibandingkan pria. Demikian juga wanita yang mengikuti kuliah di Perguruan Tinggi prosentasenya lebih banyak dibandingkan pria. &lt;span lang="FI"&gt;Hasil riset menyatakan wanita sekarang mempunyai angka yang lebih tinggi dalam pekerjaan di luar rumah dibandingkan era yang lalu. &lt;/span&gt;Hasil riset ( Elizabeth Waldman Labor Force Statistics from a Family Perspective) menyatakan, tahun 1987 sekitar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;54 persen wanita yang menikah juga bekerja, bandingkan dengan kurang dari 25% tahun 1950.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Di antara wanita yang punya anak, lebih dari 57% persen mempunyai pekerjaan, dan pada tahun 1990, kelompok usia 25 sampai 34 tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diperkirakan angka partisipasi tenaga kerja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebesar 80%. Penelitian lain (Barbara E Briant, ”Women and the 59 Cent Dollar”) menyatakan kemungkinan seringkali wanita mendapatkan upah yang lebih rendah disebabkan diskriminasi maupun pilihan yang dibuat wanita yang bekerja mengenai karir mereka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Secara spesifik, kelompok terbesar (46%) dari wanita bergerak masuk dan keluar angkatan kerja,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kerap tinggal di rumah ketika anak-anak mereka masih kecil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Wanita diwakili tidak seimbang di dalam matematika, sains, dan rekayasa, dan secara historis memiliki pekerjaan rendah seperti perawat dan guru. Namun studi Suzanne M Bianchi dalam ”Wives Who Earn More Than Their Husbands”, menyatakan adanya perubahan yang terjadi, yaitu di antara keluarga dengan pendapatan rangkap (suami dan istri bekerja), sekitar 6 juta wanita memperoleh pendapatan lebih banyak dari suaminya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Bagaimana peranan wanita Indonesia dalam bisnis? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Ketika menulis tulisan ini, terbayang dalam benak penulis wanita – wanita pabrik yang terpaksa harus berangkat jam 11.00 malam menunggu bus jemputan dalam gerimis hujan dan pulang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat pagi hari. Para pedagang sayur yang harus berangkat jam 3.00 pagi untuk jualan di pasar tradisional, para pedagang jamu gendong yang begitu beratnya memikul botol- botol jamu keliling kompleks. Yah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;barangkali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itulah gambaran sebagian besar bisnis –bisnis kecil yang begitu berat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus mereka lakukan untuk dapat menghidupi keluarganya. Memang mungkin masih memprihatinkan. Meskipun dalam beberapa kasus banyak juga bisnis wanita yang cukup maju seperti Ayam Goreng Suharti, Mbok Berek, Brownies Amanda, tetapi umumnya mereka mengerjakan bisnis kecil (sederhana)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan bergerak dalam bidang – bidang usaha yang sejalan dengan karakteristik kewanitaan seperti: fashion, makanan, agriculture, kecantikan, entertainment, dsb. Namun dengan banyaknya wanita yang saat ini telah dan sedang studi di Perguruan Tinggi dalam bidang sains, rekayasa, teknologi , tidak tertutup kemungkinan terjadi perubahan paradigma bisnis Wanita Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kiranya peringatan hari lahirnya Kartini ini dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi momentum yang baik untuk wanita Indonesia, agar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ke depan terus semakin maju sesuai dengan harapan nenek moyang kita dahulu: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kartini, Dewi Sartika, Cut Nyak Dien, dll. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Viva Wanita Indonesia!&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-157773671552149617?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/157773671552149617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=157773671552149617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/157773671552149617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/157773671552149617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/04/wanita-dan-bisnis.html' title='Wanita dan Bisnis'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/Se7lO6WeLhI/AAAAAAAAAIg/lfxxSgPYOz0/s72-c/Women+at+work.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-1058421598841862741</id><published>2009-04-20T03:52:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T19:23:26.214-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Internet'/><title type='text'>Duta Business School (DBS)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/Se0sg5OJt9I/AAAAAAAAAIY/-HQRzALZ9QA/s1600-h/DBS.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 69px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/Se0sg5OJt9I/AAAAAAAAAIY/-HQRzALZ9QA/s400/DBS.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326962877876778962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;New Phenomenon On Multilevel Marketing Business&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Oleh : Ibnu Dahwan*)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Minggu, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:date year="2009" day="19" month="4"&gt;19  April 2009&lt;/st1:date&gt; kemarin saya diajak oleh salah seorang teman untuk mengikuti sebuah Seminar yang diselenggarakan oleh PT Duta Future International (DFI)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentang produk DBS di Gedung Sabuga &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Wah, sangat fantastis! Disamping penyelenggaraannya yang menarik karena didukung oleh fasilitas Gedung Sabuga juga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;karena mampu menarik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kurang lebih 5000 an &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;peserta &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sehingga acara tersebut terkesan layaknya sebuah Pesta tentang Succes Story. Seminar itu juga antara lain dihadiri oleh aa Gym, DR Muh Syafii Antonio dan sang Presdir Febrian Agung Budi Prasetyo.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Konsep multilevel marketing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sendiri sebetulnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;konsep yang sudah lama ada. Ide dasarnya ialah mengurangi rentang jalur distribusi antara konsumen dengan produsen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu dengan cara konsumen sekaligus berperan sebagai rantai channel distribusi sehingga konsumen memperoleh nilai tambah (&lt;i style=""&gt;added Value&lt;/i&gt;) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dari perannya sebagai matarantai channel distribusi. Nilai tambah tersebut antara lain berupa discount harga, bonus dan reward lainnya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ironinya, konsep ini seringkali dimanfaatkan oleh banyak produsen dari Negara Negara lain yang menjual produk yang kurang laku dengan memanfaatkan bisnis MLM. Mereka tahu persis bahwa masyarakat di Negara –negara berkembang seperti &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sedang terjadi &lt;i style=""&gt;booming&lt;/i&gt; kelas menengah yang memiliki pengharapan tinggi untuk memperbaiki taraf hidupnya. &lt;i style=""&gt;Sehingga pada dasarnya yang dijual bukan produknya tetapi system yang memberikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harapan yang sangat tinggi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan akhirnya banyak merugikan masyarakat yang terlanjur ikut jadi member.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana dengan DBS? &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang berbeda dengan produk MLM yang kita kenal saat ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Pertama&lt;/i&gt;, produk nya ( pulsa elektronik/online) asli &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, sehingga tidak ada devisa yang harus keluar. Tentu saja hal ini &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berbeda dengan banyak produk MLM asing yang banyak beredar di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, makin banyak produk tersebut laku makin banyak devisa Negara kita yang keluar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Kedua&lt;/i&gt;, produknya bisa dipakai. Berbeda dengan produk lain, yang sudah penulis kemukakan sering kali produk yang sebenarnya tidak cocok buat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membernya . Misalnya: anak-anak mahasiswa karena ingin cepat kaya membeli produk kesehatan yang umumnya secara fisik mereka tidak membutuhkan. Tetapi karena tergiur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan system yang ditawarkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka harus beli dengan jumlah uang yang cukup besar. Ketika mereka tidak mampu menarik member lain akhirnya bukannya untung yang didapat tetapi duit yang harusnya dipakai untuk biaya kuliah habis tergadai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, relative murah. Dengan modal Rp. 200 ribu Anda bisa berbisnis pulsa online. Oleh karena itu tidak heran kalau produk DBS ini mampu menarik segmen menengah bawah, karena secara ekonomis terjangkau.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Keempat,&lt;/i&gt; system yang ditawarkan menarik. Antara lain, tidak ada target tertentu untuk meraih sejumlah member yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berakibat apabila tidak tercapai point yang kita kumpulkan hangus. Atau keharusan untuk membeli sejumlah tertentu setiap bulannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Kelima&lt;/i&gt;, pengguna produk potensial terus bertambah sejalan dengan bertambahnya pengguna Handphone. Sehingga untuk Negara kita ini masih dapat terus berkembang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Keenam&lt;/i&gt;, tentu saja bonus bonus yang menarik yang bisa didapatkan jika dapat meraih prestasi tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Beberapa keunggulan produk tersebut menjadikan DBS ini memiliki banyak keistimewaan dibanding dengan produk MLM lainnya. Tentu saja masih banyak kelebihan – kelebihan yang mungkin dapat Anda dapatkan setelah menjadi membernya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagai pemerhati bisnis, penulis mengucapkan rasa salut terhadap anak-anak muda yang kreatif seperti: Febrian Agung , Dani Purnama, Cs dengan usia relative muda ( 25 tahunan)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mampu menghasilkan kreatifitas yang luar biasa. Bravo!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagi Anda yang belum masuk anggota dan berminat berminat silahkan hubungi: Nomor HP :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;081394722236&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau 085720366459&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-1058421598841862741?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/1058421598841862741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=1058421598841862741' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/1058421598841862741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/1058421598841862741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/04/duta-business-school-dbs.html' title='Duta Business School (DBS)'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/Se0sg5OJt9I/AAAAAAAAAIY/-HQRzALZ9QA/s72-c/DBS.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-5659505033177534026</id><published>2009-03-17T22:51:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T19:07:29.551-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Pemilu dan Bisnis!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/ScGoyPkeX8I/AAAAAAAAAHw/RB8CilOiJAw/s1600-h/pemilu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314714616400338882" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 226px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/ScGoyPkeX8I/AAAAAAAAAHw/RB8CilOiJAw/s320/pemilu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh: Ibnu Dahwan*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi – pagi ketika mau ke kantor penulis sempat tercengang melihat hampir semua becak yang mangkal di jalan depan rumah dipenuhi atribut suatu partai politik yang sedang ikut kampanye pemilu. Sebenarnya sah – sah saja tukang becak ikut berpartisipasi meramaikan kampanye pemilu atau becaknya ditempeli sama bendera atau poster – poster suatu partai politik karena saat ini memang sedang masanya kampanye. Kalau ditanya pun kenapa mereka memasang atribut suatu partai politik pastinya karena ada yang minta dan tentunya mereka dapat imbalan sebagai tempat pemasangan promosi suatu partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu memang suatu peristiwa politik, namun bagi kalangan pebisnis pemilu juga merupakan suatu peluang bisnis khususnya untuk sector – sector industri tekstil, percetakan dan logistic, karena sector –sector itu memang sangat erat terkait dengan kelancaran proses pemilu termasuk saat – saat masa kampanye. Masih ingat dibenak penulis saat menjelang pesta pemilu yang lalu, begitu sulitnya mendapatkan kaos-kaos untuk kampanye sampai harganya bisa melonjak berkali lipat dibandingkan harga kaos dalam kondisi normal. Oleh karena itu khususnya di daerah penulis (Bandungraya) yang merupakan sentra industri tekstil, peristiwa pemilu dipastikan membawa berkah bagi banyak pengusaha yang bergerak di sektor tersebut. Sebenarnya dalam kaitan ini bagi pebisnis dapat menangkap suatu peluang memanfaatkan time utility, yaitu membeli produk ( kaos , bendera atau topi) saat masih harganya normal, menyimpannya dalam beberapa bulan dan menjualnya saat masa kampanye sudah bisa dipastikan akan mereguk keuntungan yang cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu dalam perspektif bisnis juga pada dasarnya merupakan proses marketing., karena upaya – upaya partai politik meraih pemilih sama saja dengan upaya marketing suatu produk. Dengan jumlah partai politik yang sangat banyak menyebabkan pemilih memiliki banyak alternative sehingga tingkat persaingan antar partai politik untuk memenangkan pemilu semakin tinggi dan tentu saja hanya partai politik yang mampu memenangkan hati pemilih yang akan mendapatkan suara yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa penulis tertarik menulis hal ini? Kebetulan becak –becak yang penulis ceritakan tersebut di atas membawa bendera partai politik yang mengusung ideology kerakyatan. Menurut penilaian penulis kurang tepat kalau focus promosi dilakukan di daerah penulis yang merupakan pemukiman baru yang kebetulan dihuni kalangan menengah (middle class). Jika ditinjau dalam pendekatan konsep marketing yaitu : Segmenting- Targeting – Positioning (STP) maka partai politik tersebut sebaiknya memfokuskan promosinya di lingkungan grassroot ( kalangan marjinal) sesuai ideology atau aliran yang diusungnya, karena dipastikan lebih efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan penulis para pemilih yang akan menentukan suaranya saat pemilu nanti dapat diklasifikasikan secara garis besar sebagai berikut:&lt;br /&gt;§ Pemilih loyalis ( memilih karena basis ideology seperti : nasionalis, agama, sosialis). Mereka umumnya pemilih berusia tua yang sudah mengikuti pemilu berkali – kali sehingga biasanya sulit untuk berubah pendirian dan umumnya bermukim di pedesaan (daerah).&lt;br /&gt;§ Pemilih bukan loyalis (swing voters) yang memilih partai politik bukan karena ideology tetapi karena factor – factor lain seperti : program yang dikemukakan partai politik, citra atau bahkan trend (mode). Mereka umumnya berusia relative lebih muda, lebih terdidik dan sebagian besar berasal dari middle class yang umumnya berada di daerah perkotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemilu sebelumnya proporsi jumlah pemilih loyalis dengan swingvoters diperkirakan lebih besar pemilih loyalis. Namun untuk setiap pemilu dipastikan akan memunculkan swingvoters baru yaitu pemilih pemula yang tidak terikat dengan romantisme ideology masa lalu sehingga proporsi pemilih loyalis dengan non loyalis akan semakin berimbang. Karakteristik pemilih tentunya dapat dipilah-pilah dengan lebih detil lagi sehingga partai politik dapat melakukan STP dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk partai politik yang baru sebaiknya difokuskan untuk berkompetisi dalam merebut hati swingvoters. Selain program – program yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan para swing voters. Partai politik baru juga harus memiliki atribut-atribut yang sesuai dengan selera swing voters. Atribut-atribut tercermin dari logo partai, warna bendera dan lain-lain. Penampilan atribut – atribut yang sudah usang (sudah bukan jamannya) tidak akan menimbulkan daya tarik terhadap swing voters. Meskipun penulis belum melakukan studi, tapi penulis yakin untuk para swingvoters warna biru atau yang cerah akan lebih menarik dibandingkan warna merah, demikian juga lambang stars dan keadilan (PAN, Demokrat , PKS) akan lebih menarik dibandingkan lambang kepala banteng atau roda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai – partai lama dipastikan akan semakin berkurang pemilihnya jika tetap tidak melakukan perubahan yang mampu menarik para swingvoters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha, enggak tahu penulis menulis tulisan ini untuk siapa tapi yang jelas, sebagai warga Negara yang baik tentunya penulis akan berpartisipasi dalam pemilu nanti. Untuk partai – partai politik selamat berkompetisi dengan sehat, menangkanlah hati pemilih tidak hanya saat kampanye tapi untuk saat – saat selanjutnya ketika partai Anda sudah berhasil meraih suara dalam pemilu nanti. Selamat berjuang!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-5659505033177534026?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/5659505033177534026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=5659505033177534026' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/5659505033177534026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/5659505033177534026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/03/pemilu-dan-bisnis.html' title='Pemilu dan Bisnis!'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/ScGoyPkeX8I/AAAAAAAAAHw/RB8CilOiJAw/s72-c/pemilu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-4594222889999750982</id><published>2009-02-17T20:20:00.000-08:00</published><updated>2009-04-20T22:00:16.884-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Manusia'/><title type='text'>Motivasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/ScHK2HvCGjI/AAAAAAAAAII/AFJwHYgD1Zs/s1600-h/motivation.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314752066411960882" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right; width: 101px; height: 135px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/ScHK2HvCGjI/AAAAAAAAAII/AFJwHYgD1Zs/s200/motivation.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh: I Wayan K Giri, S.Sos, M.Si&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Salah satu tugas paling sulit yang dihadapi oleh berbagai macam organisasi adalah tugas memotivasi karyawannya agar mereka mau melaksanakan pekerjaan sesuai dengan cara yang menyebabkan bahwa standar-standar hasil pekerjaan yang diekspektasikan dapat dilampaui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada banyak faktor yang mampu memotivasi para pekerja. Beberapa faktor tersebut merupakan bagian normal dari suatu industrial yang ada dan sebagai variabel-variabel independen, hingga tingkat tertentu mereka dikendalikan oleh perusahaan yang bersangkutan. Faktor-faktor lain terletak pada karyawan yang bersangkutan; pada lingkungan rumah tangganya, atau pada lingkungan masyarakatnya yang berada di luar jangkauan perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kekuatan-kekuatan yang memotivasi seseorang dewasa, hari ini mungkin hampir tidak ada nilainya sebagai motivator pada bulan atau tahun berikutnya. Hal yang bersifat amat fundamental bagi suksesnya setiap rencana guna memotivasi para karyawan adalah tingkat sampai di mana motivator-motivator yang ditunjukan memenuhi kebutuhan para pekerja individual untuk siapa motivator-motivator tersebut dirancang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pengertian Motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Melayu S.P. Hasibuan (1997 : 156) memberikan pengertian motivasi, sebagai bahasa atau kata latin &lt;i&gt;movere&lt;/i&gt; yang berarti dorongan atau menggerakan. Motivasi dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia umumnya dan bawahan khususnya. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerja sama secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada tiga elemen kunci dalam definisi motivasi tersebut, yaitu: &lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt; adalah upaya &lt;i&gt;(effort),&lt;/i&gt; &lt;i&gt;kedua&lt;/i&gt; adanya tujuan perusahaan &lt;i&gt;(goal),&lt;/i&gt; &lt;i&gt;ketiga &lt;/i&gt;adanya kebutuhan &lt;i&gt;(needs). &lt;/i&gt;Upaya &lt;i&gt;(effort)&lt;/i&gt; ialah pengukuran dari intensitas individu dalam pencapaian pemenuhan kebutuhan. Kebutuhan &lt;i&gt;(needs) &lt;/i&gt;yang tidak terpenuhi akan dapat dijadikan pendorong &lt;i&gt;(stimulan)&lt;/i&gt; untuk melakukan upaya-upaya dalam pemenuhan kebutuhan, semakin besar dorongan tersebut semakin besar upaya yang dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan itu. Tujuan &lt;i&gt;(goal)&lt;/i&gt; merupakan acuan untuk pemenuhan target sasaran yang disesuaikan dengan tujuan organisasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Proses Motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;De Cenzo dan Robbins (1996 : 298) menguraikan terjadinya proses motivasi individu dalam suatu organisasi diawali dengan dirasakannya kebutuhan yang tidak terpuaskan. Ketidak puasan ini kemudian meningkat dan menimbulkan tekanan dan dorongan untuk melakukan sesuatu. Pada tahap ini, manusia melakukan upaya-upaya untuk memuaskan kebutuhannya. Jika perilaku ini berhasil, maka kebutuhan akan terpuaskan dan tekanan yang dirasakan akan menurun. Upaya manusia untuk mengurangi tekanan tadi, tidak selalu berhasil, kondisi ini dapat menimbulkan ketidak puasan, yang kemudian akan dimanifestasikan dalam berbagai bentuk perilaku, misalnya frustasi, kerja lamban, atau bentuk destruktif lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada tiga teori proses motivasi yang populer yaitu : teori pengharapan (&lt;i&gt;expectancy theory)&lt;/i&gt;, teori hak keadilan (&lt;i&gt;equity theory&lt;/i&gt; ), dan teori penetapan tujuan &lt;i&gt;(&lt;/i&gt;&lt;i&gt;goal setting theory).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;i&gt;Expectancy theory&lt;/i&gt; merupakan proses motivasi individu untuk melakukan sesuatu yang akan ditentukan oleh harapan bahwa upaya yang mereka lakukan akan menghasilkan &lt;i&gt;output&lt;/i&gt; tertentu. Karyawan akan termotivasi untuk melakukan upaya yang tinggi, jika mereka percaya bahwa upaya tersebut akan menghasilkan penilaian terhadap prestasi kerja yang tinggi. Karena penilaian yang baik baginya akan menghasilkan pendapatan yang tinggi bisa berupa penghargaan, bonus, promosi, kenaikan gaji, dan penghargaan tersebut tentunya akan memuaskan tujuan individu itu. Kunci keberhasilan variable yang menarik dalam &lt;i&gt;expectancy theory&lt;/i&gt; adalah upaya-dari individual yang berupaya secara sungguh-sungguh dengan segenap tenaga yang dimilikinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Teori keadilan ialah orang mengembangkan persepsinya secara adil dengan membandingkannya pada sumber-sumber lainnya. Karyawan akan menghitung apa yang mereka peroleh dari pekerjaannya &lt;i&gt;(outcomes)&lt;/i&gt; dengan apa yang mereka berikan &lt;i&gt;(input)&lt;/i&gt; dalam bentuk &lt;i&gt;outcomes input ratio&lt;/i&gt;. Karyawan sangat perduli tidak saja pada nilai absolut dari &lt;i&gt;reward&lt;/i&gt; yang diterimanya, tetapi juga melakukan perbandingan dengan karyawan lain. Mereka membuat perbandingan antara &lt;i&gt;input &lt;/i&gt;(upaya, pengalaman, pendidikan, kemampuan) dengan &lt;i&gt;outpu&lt;/i&gt;t (pendapatan, penghargaan, pengembangan karir) mereka dengan &lt;i&gt;output-input ratio&lt;/i&gt; karyawan lainnya pada perusahaan lain yang sejenis. Berdasarkan &lt;i&gt;equity teory&lt;/i&gt; , jika karyawan suatu perusahaan menemukan ketidakadilan dalam pemberian imbalan, maka kemungkinan yang akan dilakukan, diantaranya berupa:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Merubah upaya yang dilakukan misalnya kerja lambat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Merubah output yang dihasilkan misalnya penurunan produk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Merubah individu yang dijadikan pembandingnya dan atau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Keluar dari pekerjaannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Goal-Setting Theory&lt;/i&gt; merupakan proses dari memotivasi karyawan dan mengklarifikasi persepsi peran mereka melalui peningkatan kinerja berdasarkan tujuan. Penetapan tujuan merupakan pendorong dari motivasi kerja. Tujuan menjelaskan kepada karyawan tentang apa saja yang harus dicapai, seberapa besar upaya yang harus dilakukan, dan sejauh mana upaya yang telah dilakukan oleh karyawan. Penetapan tujuan yang jelas dan spesifik dapat meningkatkan motivasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tujuan harus relevan dengan pekerjaan individu dan masih berada dalam kontrol mereka. Tujuan juga harus menantang, karena karyawan cenderung akan memberikan upaya yang lebih baik terhadap pencapaian tujuan yang menantang daripada tujuan yang sangat mudah dicapai. Adanya komitmen dari pimpinan terhadap pencapaian tujuan, karena sesulit apapun tujuan itu bila ada komitmen pimpinan dan karyawan, maka mereka secara bersama akan mendukungnya. Jalan lain dalam membangun komitmen pencapaian tujuan adalah melibatkan segenap karyawan dalam menyusun tujuan .&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Faktor terakhir dalam &lt;i&gt;goal-setting theory&lt;/i&gt; adalah adanya umpan balik &lt;i&gt;(feedback). &lt;/i&gt;Karyawan akan bekerja lebih baik jika mereka memperoleh umpan balik (&lt;i&gt;feedback&lt;/i&gt;), sehinga mengetahui sejauh mana pencapaian tujuan itu. Umpan balik juga dipergunakan sebagai alat untuk mengidentifikasikan adanya kesenjangan antara apa yang telah dihasilkan, dengan apa yang seharusnya mereka capai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;Teori Isi Motivasi&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:arial;"&gt;Ada empat teori isi motivasi yang mendominasi pemikiran organisasi saat ini, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Maslow’s Needs Hierarchy Theory.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Maslow mengemukakan &lt;i&gt;needs hierarchy theory&lt;/i&gt; , yaitu bahwa dalam diri setiap manusia terdapat lima kebutuhan yang bertingkat, dari tingkatan yang terendah sampai pada tingkatan yang teratas, yaitu : tingkat kebutuhan terendah adalah kebutuhan fisik &lt;i&gt;(physiological needs),&lt;/i&gt; termasuk di dalamnya kebutuhan pemuasan secara biologi berupa kebutuhan akan makanan, udara, air, dan tempat perlindungan. Selanjutnya kebutuhan rasa aman (&lt;i&gt;safety needs&lt;/i&gt;) – kebutuhan akan lingkungan yang stabil dan terhindar dari ancaman atau rasa sakit. Selanjutnya kebutuhan sosial (&lt;i&gt;social needs&lt;/i&gt;) termasuk didalamnya kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian. Kebutuhan akan penghargaan &lt;i&gt;(esteem needs) &lt;/i&gt;terdiri dari penghargaan yang berasal dari dalam individu (harga diri, otonomi, dan kebutuhan berprestasi), dan penghargaan yang berasal dari luar individu (status, penghargaan dan perhatian). Hirarchi yang tertinggi adalah kebutuhan akan aktualisasi diri &lt;i&gt;(self actualization),&lt;/i&gt; yang merepresentasikan kebutuhan akan berkembang dan mengoptimalkan potensi diri. Maslow selanjutnya mengatakan bahwa individu akan berusaha untuk memuaskan kebutuhannya secara bertahap dari mulai kebutuhan fisik sampai dengan kebutuhan aktualisasi diri. Individu bergerak melewati setiap tahapan dalam hirarkhi kebutuhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Adelfer Theory&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;i&gt;ERG theory &lt;/i&gt;yang dikembangkan oleh Clayton Alderfer merevisi tingkatan kebutuhan yang dikemukan Maslow dari &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tinkatan menjadi tiga tingkatan. ERG theory menyatakan bahwa tiga kategori kebutuhan itu antara lain : eksistensi &lt;i&gt;(existence),&lt;/i&gt; kebutuhan untuk menjalin hubungan dengan individu lain &lt;i&gt;(relatedness),&lt;/i&gt; dan kebutuhan untuk berkembang &lt;i&gt;(growth).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Herzberg’s Motivator-Hygiene Theory.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Teori yang dikembangkan oleh Frederick Herzberg, bahwa karyawan termotivasi utamanya oleh kebutuhan akan pertumbuhan &lt;i&gt;(growth needs)&lt;/i&gt; dan kebutuhan akan penghargaan &lt;i&gt;(esteem needs), &lt;/i&gt;seperti pengenalan, tanggungjawab, &lt;span style="color:black;"&gt;kemajuan, prestasi, dan pertumbuhan pribadi. Faktor-faktor tersebut disebut sebagai &lt;i&gt;motivators, &lt;/i&gt;karena karyawan mengalami kepuasan dalam pekerjaannya &lt;i&gt;(job content),&lt;/i&gt; ketika faktor-faktor diterima dan kemudian mereka termotivasi untuk memperolehnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kepuasan kerja direpresentasikan oleh evaluasi karyawan dalam lingkungan pekerjaannya &lt;i&gt;(job Context),&lt;/i&gt; faktor-faktor intrinsik dalam pekerjaan disebut &lt;i&gt;hygienes&lt;/i&gt;, yang mempengaruhi ketidak kepuasan kerja karyawan. &lt;i&gt;Hygienes&lt;/i&gt; termasuk didalamnya : keamanan dalam bekerja, lingkungan kerja, kebijakan perusahaan, hubungan antar karyawan, hubungan dengan pengawasan. Pengembangan &lt;i&gt;hygiene &lt;/i&gt;akan mengurangi ketidakpuasan dalam bekerja, tetapi &lt;i&gt;hygiene &lt;/i&gt;hampir tidak mempunyai pengaruh pada kepuasan kerja atau motivasi karyawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;McClelland’s Theory of Learned Needs.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;i&gt;David McClelland&lt;/i&gt; mengemukakan ada tiga kebutuhan yang merupakan sumber penting dalam motivasi, yaitu: kebutuhan untuk prestasi (&lt;i&gt;need for achievement&lt;/i&gt;), kebutuhan untuk keanggotaan (&lt;i&gt;need for affiliation&lt;/i&gt;), dan kebutuhan untuk kuasaan (&lt;i&gt;need for power&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;i&gt;Need for achievement (nAch),&lt;/i&gt; kebutuhan akan prestasi yaitu bagaimana &lt;span style="color:black;"&gt;orang ingin memenuhi layaknya pada tujuan yang menantang melalui usaha mereka sendiri, seperti sukses dalam situasi yang kompetitif, dan menginginkan adanya umpan balik tentang kesuksesan&lt;/span&gt; &lt;span style="color:black;"&gt;mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;i&gt;Need for affiliation (nAff), &lt;/i&gt;kebutuhan akan keanggotaan adalah mempelajari&lt;span style="color:black;"&gt; kebutuhan dalam orang-orang yang mencari persetujuan dari lainnya, serta menyesuaikan diri kepada harapan dan berbagai keinginan mereka, dan menghindari konflik dan konfrontasi.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;i&gt;Need for power (nPow), &lt;/i&gt;kebutuhan akan kekuasaan adalah mempelajari dalam orang-orang yang ingin mengawasi lingkungan mereka, termasuk orang dan sumber material, untuk keuntungan lainnya dari diri mereka sendiri (&lt;i&gt;personalized power&lt;/i&gt;) atau lainnya (&lt;i&gt;socialized power&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Catatan: Penulis adalah Dosen Politeknik Pos Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-4594222889999750982?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/4594222889999750982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=4594222889999750982' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/4594222889999750982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/4594222889999750982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/02/motivasi.html' title='Motivasi'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/ScHK2HvCGjI/AAAAAAAAAII/AFJwHYgD1Zs/s72-c/motivation.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-1447398823273242293</id><published>2009-02-16T23:56:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T00:05:29.180-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Manusia'/><title type='text'>Kompensasi.</title><content type='html'>&lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Oleh: I Wayan K Giri, S.Sos, M.Si&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Arti Kompensasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoHeader"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Salah satu fungsi tradisional bagian personalia adalah penentuan kompensasi bagi para karyawannya.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Apa sebenarnya yang dimaksud kompensasi? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Kompensasi karyawan adalah setiap bentuk pembayaran atau imbalan yang diberikan kepada karyawan dan timbul dari dipekerjakannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karyawan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Gary Dessler , 1998 : 85)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoHeader"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kompensasi karyawan mempengaruhi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;produktivitas dan kecenderungan mereka untuk tetap bersama di organisasinya, walaupun para periset dan para manajer tidak sepakat mengenai sejauh mana kompensasi mempengaruhi prestasi kerja karyawan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pengaturan kompensasi yang baik dan benar akan membantu organisasi untuk memperoleh, mempertahankan, dan memelihara suatu tenaga kerja yang produktif.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Orientasi perusahaan pada kompensasi sebagai alat untuk memotivasi karyawan, berarti bahwa perusahaan dengan segala kebijakan dan unit pelaksana teknis dibawahnya berusaha untuk memuaskan karyawannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sehingga orientasi perusahaan pada karyawannya merupakan salah satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahap penting dalam pelaksanaan meningkatkan motivasi kerja yang pada akhirnya untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Individu-individu termotivasi untuk bekerja pada saat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merasa bahwa imbalan didistribusikan secara adil. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Semakin baik kompensasi yang diberikan kepada karyawannya maka semakin tinggi motivasi kerjanya, maka mereka akan memberikan layanan yang baik kepada konsumen, dan pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akhirnya akan meningkatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendapatan perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Bentuk-Bentuk Kompensasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Dalam buku-buku manajemen sumber daya manusia yang ditulis oleh pakar manajemen sumber daya manusia,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kompensasi dapat dibagi atas dua kelompok besar yaitu kelompok imbalan langsung (&lt;i&gt;Direct Compensation&lt;/i&gt;)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang terdiri dari imbalan yang diterima secara langsung, rutin atau periodik oleh pekerja atau karyawan dan imbalan tidak langsung (&lt;i&gt;Indirect Compensation&lt;/i&gt;) yang terdiri dari imbalan yang diterima secara tidak rutin atau periodik, yang diterima&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nanti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bila terjadi sesuatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada karyawan.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Menurut Bernadin dan Russell (1993 : 420) &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Direct compensation is the basic wage and the salary system, plus performance-based pay.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Indirect compensation is the general category for emplyee benefits-mandated protection programs, health insurance, pay for time not worked, and various other employee benefits”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Kompensasi langsung adalah upah dasar dan sistem penggajian, ditambah pembayaran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang didasarkan pada kinerja.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Kompensasi tidak langsung adalah kategori yang umum berupa benefit program perlindungan bagi karyawan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;asuransi kesehatan, gaji yang dibayar pada waktu tidak bekerja, dan berbagai benefit lain bagi kesejahteraan karyawan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Manfaat Kompensasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoHeader"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Meskipun sebagian besar pelamar kerja tidak mengetahui gaji sebenarnya yang ditawarkan oleh organisasi yang berbeda untuk pekerjaan-pekerjaan yang serupa di pasar tenaga kerja lokal, mereka secara tidak langsung membandingkan tawaran-tawaran pekerjaan dan skala-skala gaji yang kelak akan diterimanya.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Pelamar kerja lebih sering meletakan bobot pada gaji yang sedang ditawarkan dibanding faktor-faktor kompensasi lainnya seperti tunjangan-tunjangan dan imbalan-imbalan intrinsik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoHeader"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt; karyawan akan lebih bersedia untuk meninggalkan organisasi-organisasi yang memberikan pembayaran lebih rendah dan mencari organisasi lain yang membayar kompensasi lebih tinggi.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Meskipun tidak ada program kompensasi yang akan tetap memuaskan semua karyawan sepanjang waktu, jika manajemen mampu meminimalkan perputaran karyawan dan kehilangan produksi akibat persepsi yang kurang adil itu maka tujuan menahan karyawan-karyawan yang baik telah tercapai.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Organisasi harus memiliki sistem penggajian yang sangat wajar dan adil, sistem ini juga harus dijelaskan kepada para karyawannya, sehingga persepsi mereka bahwa sistem kompensasi yang ada sudah sangat wajar dan adil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoHeader"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Tujuan Pengembangan Kompensasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoHeader"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Setiap organisasi baik itu organisasi kecil, menengah maupun besar, akan merancang sistem kompensasi bagi para karyawannya dengan tujuan, untuk memikat, menahan, dan memotivasi mereka. Sistem kompensasi juga dirancang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk pencapaian tujuan tertentu yang lebih umum sifatnya, tujuan-tujuan tersebut antara lain adalah mengusahakan untuk memberikan penghargaan terhadap pekerjaan yang diinginkan dan mensentralisir biaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoHeader"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tujuan pengembangan kompensasi bukanlah aturan yang harus dengan kaku diikuti dan dijalankan, akan tetapi lebih kepada pedoman dalam pemberian upah/gaji kepada para karyawannya.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Semakin baik pengaturan gaji dan upah suatu organisasi maka akan semakin baik pula gaji/upah tersebut diterima oleh para karyawannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoHeader"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pengaturan kompensasi haruslah memenuhi beberapa tujuan.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Kadang-kadang tujuan-tujuan ini akan bertentangan satu sama lainnya. Ada beberapa tujuan atau sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi dalam menetapkan kebijakan dan sistem imbalan yang dirancang sedemikian rupa dan tepat guna (efektif). Ahmad S. Ruky (1999 : 23) menyatakan bahwa tujuan perusahaan dalam penetapan sistem kompensasi adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Mampu “menarik” tenaga kerja yang berkualitas baik dan “mempertahankan”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka (agar tidak pindah ke perusahaan lain).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Memotivasi tenaga kerja yang baik itu untuk berprestasi tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Membantu mengendalikan biaya imbalan tenaga kerja &lt;i&gt;(labor cost).&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Mind Set&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sistem Kompensasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Pemberian kompensasi oleh suatu organisasi yang dilandasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mind set&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang baik, biasanya kompensasi tersebut diberikan atas prinsip dasar yang memenuhi &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt; komponen, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Adil (&lt;i&gt;fair/equitable&lt;/i&gt;), penetapan tingkat/besarnya upah memang harus dianggap “adil”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang dalam istilah buku disebut “&lt;i&gt;internal&lt;/i&gt; &lt;i&gt;equity”&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;“equitable&lt;/i&gt;”.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Atraktif dan Komperatif, tingkat upah/gaji/imbalan yang ditawarkan harus menarik dan kompetitif dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Untuk menjamin bahwa hal itu dapat tercapai, perusahaan harus secara rutin melakukan &lt;i&gt;benchmarking &lt;/i&gt;(perbandingan) melalui survei pada sektor industri yang sama atau lebih luas lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Tepat, mudah dan mutakhir, kebijakan dan sistem imbalan yang digunakan harus tepat/cocok untuk perusahaan tersebut ditinjau dari berbagai aspek.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Mematuhi ketentuan undang-undang dan peraturan pemerintah, semua kebijakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Cukup/layak, tingkat imbalan/upah/gaji relatif harus cukup dan layak bagi penerimanya sesuai dengan kemampuan perusahaan.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Faktor-faktor Yang Menjadi Pertimbangan Kompensasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Teori kompensasi belum pernah mampu menyediakan suatu jawaban yang memuaskan atas jasa yang dilakukan bagi individu bagi pekerjaan yang berharga.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Sementara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendekatan secara ilmiah ada tersedia, sejumlah faktor secara relevan dan yang khas digunakan untuk menentukan upah individu.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Namun pada dasarnya sistem kompensasi suatu organisasi harus direncanakan dan di buat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal ini diperlukan sebagai daya dukung para karyawan dalam pencapaian tujuan organisasi.&lt;br /&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hal yang dapat dijadikan kebijakan dalam penetapan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sistem kompensasi menurut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mondy, Noe dan Premeaux (8&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; ed: 315} &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ada &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;empat faktor, yaitu : &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;faktor organisasi &lt;i&gt;(The Organization),&lt;/i&gt; faktor karyawan &lt;i&gt;(The Employee),&lt;/i&gt; faktor pasaran tenaga kerja &lt;i&gt;(The Labor Market)&lt;/i&gt; dan jenis pekerjaan itu sendiri &lt;i&gt;(The Job).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Dari faktor organisasi &lt;i&gt;(the organization),&lt;/i&gt; penetapan kompensasi harus di lihat dari sisi kebijakan manajemen, keadaan politik yang mempengaruhi organisasi dan kemampuan organisasi dalam melakukan pembayaran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Dari faktor karyawan &lt;i&gt;(the employee)&lt;/i&gt; , penetapan kompensasi ini harus menyentuh hal-hal yang berkaitan dengan kinerja karyawan itu, pembayaran berdasarkan merit, variable gaji, pembayaran yang didasarkan pada keterampilan karyawan, pembayaran berdasarkan pada kompetensi, Senioritas karyawan, pengalaman kerja, hubungan keanggotaan dalam organisasi, potensinya, pengaruh politik dan yang terakhir adalah keberuntungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Dari faktor pasaran tenaga kerja &lt;i&gt;(the labor market),&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penetapan kompensasi juga harus melihat kompensasi yang berlaku secara umum di pasar tenaga keja, untuk itu organisasi dalam menetapkan system kompensasi ini haruslah melakukan survey pada perusahaan lain,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kelayakan, biaya hidup, organisasi buruh, tingkat social dan perundang-undangan ekonomi yang berlaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Sedangkan dari faktor pekerjaan &lt;i&gt;(the job),&lt;/i&gt; maka penetapan system kompensasi harus di dasari dengan, analisa jabatan &lt;i&gt;(job analysis),&lt;/i&gt; uraian tugas pekerjaan &lt;i&gt;(job description),&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;evaluasi jabatan &lt;i&gt;(job evaluation)&lt;/i&gt; dan terakhir penawaran secara kolektip &lt;i&gt;(collective bargaining).&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Catatan: Penulis adalah Dosen Politeknik Pos &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-1447398823273242293?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/1447398823273242293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=1447398823273242293' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/1447398823273242293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/1447398823273242293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/02/kompensasi.html' title='Kompensasi.'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-3116471736570506372</id><published>2009-02-16T19:37:00.001-08:00</published><updated>2009-06-03T20:21:15.746-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMN'/><title type='text'>RESTRUKTURISASI ORGANISASI  atau  BUDAYA RESTRUKTURISASI.</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/ScHOgBryeBI/AAAAAAAAAIQ/zBvY3p-ewxc/s1600-h/struktur+org.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314756084877129746" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 110px; height: 93px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/ScHOgBryeBI/AAAAAAAAAIQ/zBvY3p-ewxc/s200/struktur+org.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;" lang="FI"&gt;Oleh: Ibnu Dahwan *)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Beberapa hari yang lalu penulis mendapat kabar bahwa untuk meningkatkan kinerja organisasi PT Pos Indonesia meluncurkan kembali kebijakan restrukturisasi organisasi. Sejak menjadi Persero seingat penulis sudah lima atau enam kali (saking seringnya penulis lupa) PT Pos Indonesia melakukan restrukturisasi organisasi. Yang masih penulis ingat restrukturisasi organisasi tahap kesatu dilaksanakan pada tahun 1995 dan tahap kedua awal 1999 serta tahap ketiga bulan September 2003. Tahap berikutnya penulis lupa, dan terakhir awal 2009 dilakukan kembali restrukturisasi organisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kenapa masalah restrukturisasi organisasi ini menggelitik penulis? Terus terang penulis pernah mendapat pengalaman yang cukup menarik. Suatu hari penulis berdialog dengan seorang mahasiswa bimbingan penulis yang sedang PKL di sebuah perusahaan &lt;i&gt;Courrier Service&lt;/i&gt; yang menjadi pesaing PT Pos Indonesia (Persero). Setelah basa-basi tentang pelaksanaan PKLnya, tiba-tiba dia berkata,” Pak, denger-denger katanya PT Pos&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;melakukan restrukturisasi organisasi&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;lagi,” ”Kata siapa ,” tanya penulis. Jawab mahasiswa,” Kata Pimpinan tempat saya PKL Pak, dan dia bilang &lt;i&gt;syukur dech kalau yang dilakukan PT Pos&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;cuma melakukan restrukturisasi organisasi lagi&lt;/i&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Terus terang penulis cukup tercengang juga dengar informasi dari mahasiswa tersebut. Meskipun tidak tahu persis apa yang dimaksud dari perkataan Pimpinan kurir terhadap Mahasiswa tadi, tapi paling tidak penulis punya persepsi sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Setiap gerak langkah yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia mendapat perhatian yang cermat dari para Pesaingnya.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Langkah restrukturisasi ternyata bukan sesuatu yang menjadi ancaman bagi para Pesaing. &lt;/span&gt;Secara implisit sebenarnya mungkin ada banyak hal yang lebih menjadi ancaman bagi pihak Pesaing yang dapat dilakukan PT Pos Indonesia ketimbang sekedar mengutak-ngatik struktur organisasi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Penulis sendiri sebenarnya bukan orang yang phobia restrukturisasi organisasi, bahkan sangat menyadari arti penting dari sebuah restrukturisasi organisasi. Karena bagaimana pun juga setiap Perusahaan menghadapi adanya perubahan lingkungan organisasi dan hal ini menyebabkan setiap Perusahaan harus melakukan adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang dihadapinya. Restrukturisasi organisasi dilakukan karena Perusahaan merasa organisasi yang ada sudah tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;match&lt;/span&gt; dengan tuntutan kebutuhan Perusahaan. Oleh karena itu dengan dilakukannya restrukturisasi organisasi tentunya Perusahaan mengharapkan : Pertama, menghasilkan organisasi yang mampu mengelola perubahan. Kedua, membangun organisasi yang efisien, efektif dan fleksibel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Persoalannya adalah apakah restrukturisasi organisasi yang selama ini dilaksanakan telah mencapai tujuan yang diharapkan Perusahaan artinya terdapat peningkatan kinerja Perusahaan setelah dilakukan restrukturisasi organisasi. Berdasarkan pengamatan penulis&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;dari pengalaman restrukturisasi organisasi&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;yang telah dilaksanakan sebelumnya, &lt;i&gt;rasanya&lt;/i&gt; (penulis belum melakukan penelitian secara ilmiah) restrukturisasi organisasi belum memberikan hasil yang optimal kalau tidak bisa dibilang gagal dalam meningkatkan kinerja Perusahaan. Oleh karena itu tidak ada salahnya jika melakukan evaluasi terhadap langkah restrukturisasi organisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya terutama mengidentifikasi berbagai faktor yang menyebabkan upaya restrukturisasi organisasi tidak sejalan dengan tujuan Perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Ada beberapa catatan yang menurut penulis mungkin perlu mendapat perhatian dalam proses restrukturisasi organisasi yang dilakukan Perusahaan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="margin-top: 0in; text-align: justify;" type="square"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Berubah-ubahnya basis struktur organisasi: dari berdasarkan fungsi, proses, produk dan kombinasi divisional dan akhirnya kembali ke fungsi, mencerminkan restrukturisasi organisasi dilakukan tidak berdasarkan arah yang jelas (mengacu kepada Master Plan). Semestinya setiap restrukturisasi organisasi merupakan suatu tahapan yang berkesinambungan yang mengarah ke format organisasi Perusahaan yang ideal sesuai dengan Visi Pos Indonesia di masa depan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Inkonsistensi juga tampak terlihat ketika adanya Strategic Business Unit (SBU) yang dalam restrukturisasi berikutnya dilikuidasi, sehingga ada kesan pembentukan SBU-SBU tersebut tidak berdasarkan kajian yang matang. Untuk Perusahaan sebesar PT Pos Indonesia yang memiliki Sumber Daya Manusia yang cukup baik tidak seharusnya melakukan &lt;i&gt;trial error&lt;/i&gt; yang terus menerus dalam skala yang cukup besar.&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;Sah-sah saja melakukan koreksi terhadap kekeliruan, namun untuk perubahan-perubahan yang mendasar dampaknya sangat besar baik kerugian karena adanya&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;riel cost&lt;/span&gt; yang dikeluarkan, waktu, tenaga&lt;span style="font-size:0;"&gt;  &lt;/span&gt;maupun kerugian secara  moril&lt;span style="font-size:0;"&gt;    &lt;/span&gt;karyawan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Restrukturisasi juga seakan merupakan proses yang terpisah dari system organisasi secara keseluruhan terutama sub system operasi, sehingga terdapat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gap&lt;/span&gt; antara struktur organisasi yang dihasilkan dengan system operasi. Kondisi ini menyebabkan struktur organisasi yang ada tidak mampu memberikan dukungan yang optimal terhadap operasi Perusahaan. Hal ini terlihat jelas ketika terdapat permasalahan dan tidak jelas unit organisasi yang harus menanganinya atau adanya &lt;i&gt;grey area&lt;/i&gt;. Seharusnya restrukturisasi organisasi dilakukan dengan mengacu kepada proses bisnis yang ada atau jika memang proses bisnis yang ada sudah kurang baik, seyogyanya dilakukan&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;terlebih dahulu penyempurnaan proses bisnis dan struktur organisasi harus mampu memberikan dukungan optimal terhadap proses bisnis. Dengan demikian restrukturisasi organisasi bukan merupakan langkah final dan terpisah&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;tetapi harus sejalan dengan upaya –upaya perbaikan system organisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Restrukturisasi organisasi memerlukan prasyarat dan seringkali hal ini kurang mendapat perhatian. Misalnya bentuk struktur organisasi yang dihasilkan memerlukan prasyarat adanya&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;manajemen informasi yang terintegrasi sebagai sarana untuk koordinasi, tetapi hal tersebut belum dimiliki Perusahaan sehingga struktur organisasi tidak berjalan efektif. Asumsi bahwa&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;koordinasi dapat dilakukan dengan mengandalkan kapabilitas SDM yang ada tanpa didukung system sulit dilaksanakan, karena budaya organisasi kurang mendukung. Pengamatan penulis, egoisme sektoral masih kuat sehingga masing-masing pihak enggan untuk secara proaktif melakukan koordinasi. Pemahaman budaya melayani mungkin baru sebatas pelayanan terhadap eksternal customer sedangkan terhadap internal customer belum terbentuk dengan baik. Oleh karena itu sebaiknya penyusunan struktur organisasi harus benar-benar melihat secara kondisi riel internal organisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Mungkin masih banyak lagi yang dapat dipelajari dari pengalaman restrukturisasi organisasi yang lalu. Sebagai orang yang dibesarkan di PT Pos Indonesia tentunya selalu berharap Pos Indonesia akan semakin baik di masa mendatang. Penulis berkeyakinan bahwa restrukturisasi organisasi yang dilakukan saat ini telah dilakukan melalui proses pemikiran yang sangat mendalam sehingga struktur organisasi PT Pos Indonesia semakin baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Tentunya penulis juga&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;berprasangka baik bahwa restrukturisasi organisasi yang dilakukan bukan hanya sekedar ada perubahan karena adanya perubahan dari Manajemen Perusahaan seperti di instansi tertentu &lt;i&gt;Setiap ganti Menteri ganti Kurikulum&lt;/i&gt;, tapi perubahan yang dilakukan adalah perubahan yang menjadi semakin baik bukan sebaliknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Semoga!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-3116471736570506372?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/3116471736570506372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=3116471736570506372' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/3116471736570506372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/3116471736570506372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/02/restrukturisasi-organisasi-atau-budaya.html' title='RESTRUKTURISASI ORGANISASI  atau  BUDAYA RESTRUKTURISASI.'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/ScHOgBryeBI/AAAAAAAAAIQ/zBvY3p-ewxc/s72-c/struktur+org.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-8113079061066687308</id><published>2009-02-16T01:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T17:41:15.396-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelayanan Pelanggan'/><title type='text'>HUBUNGAN KEPUASAN PELANGGAN DENGAN KESETIAAN PELANGGAN.</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 22.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" lang="SV" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;Oleh : I Wayan Kemara Giri, S.Sos,  M.Si&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 22.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Ada yang menarik penulis ketika beberapa motto atau ungkapan iklan yang ditayangkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;di TV atau pada media promosi lain yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 58.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="PT-BR" &gt;Setia Melayani Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 58.5pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="PT-BR" &gt;It’s a Sonny&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="PT-BR" &gt;Kedua ungkapan itu sebenarnya memiliki tema yang sama yaitu kesetiaan, tapi perspektifnya berbeda. Yang satu dari pendekatan Perusahaan yang dengan kondisi apapun (entah pelayanannya baik atau buruk) akan tetap memberikan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pelayanan kepada Pelanggan, terus terang bagi penulis motto ini sangat tidak jelas apa sebenarnya yang ditawarkan Perusahaan untuk Pelanggannya. Sedangkan lainnya menawarkan garansi atau jaminan kualitas yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;akan didapatkan oleh Pelanggan dari seluruh produk yang dikeluarkan oleh Perusahaan (Sonny) sehingga Pelanggan diharapkan akan tetap loyal untuk menggunakan produk &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Perusahaan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="PT-BR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="PT-BR" &gt;Kesetiaan Pelanggan memang merupakan harapan atau tujuan dari setiap Perusahaan, karena Pelanggan yang setia akan selalu kembali ke Perusahaan &lt;span style=""&gt;dan menghabiskan uang mereka untuk menggunakan/ mengkonsumsi barang atau jasa yang kita hasilkan. Kesetiaan Pelanggan pada dasarnya merupakan hasil yang dibangun dari upaya Perusahaan untuk secara terus menerus memberikan kepuasan kepada Pelanggan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menurut Kotler dan Armstrong (1994 : 569), &lt;span style=""&gt;Perusahaan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secara konsisten&lt;/span&gt; berusaha dengan berbagai cara &lt;span style=""&gt;memuaskan Pelanggan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;focused on customer developments in designing its strategies&lt;/i&gt;” &lt;span style=""&gt;disebut Perusahaan yang berorientasi kepada Pelanggan (&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;customer orientation). &lt;/i&gt;Sehingga orientasi pada Pelanggan merupakan salah satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahap penting dalam pelaksanaan pemasaran yaitu mencari keuntungan melalui kepuasan Pelanggan (Kohl dan Jaworski, 1990).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="PT-BR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="PT-BR" &gt;Perusahaan yang berorientasi pada Pelanggan berarti bahwa perusahaan dengan segala kebijakan dan unit pelaksana teknis dibawahnya berusaha untuk memuaskan Pelanggannya.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Semakin baik layanan yang diberikan kepada Pelanggannya maka semakin tinggi tingkat kepuasan pelanggan dan semakin loyal Pelanggan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="PT-BR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="PT-BR" &gt;Menurut Andreassen (1994), pemuasan terhadap Pelanggannya sebagai wahana untuk pencapaian tujuan perusahaan, dapat dilakukan melalui dua cara yaitu :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(1)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membuat suatu kebijakan/ aturan yang didasarkan pada kebutuhan Pelanggan, dimana harapan dan kenyataan tidak jauh berbeda, dan (2) melalui unit-unit pelaksana teknis sampai pada unit terkecil memberikan suatu layanan jasa pos yang dapat memuaskan Pelanggannya.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Pelaksanaan atas dua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;strategi di atas akan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap masyarakat baik individu maupun perusahaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Sehingga kebijakan yang diambil secara tepat serta memberikan layanan secara memuaskan akan menentukan berapa besar tingkat efektivitas dan efisiensi yang akhirnya akan menghasilkan margin bagi perusahaan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Mengapa kepuasan Pelanggan sangat penting?. Pertanyaan ini sering muncul ketika suatu perusahaan maupun organisasi yang berorientasi kepada Pelanggan akan membuat program kerja dan program aksi bagi kepuasan Pelanggannya, dengan harapan untuk menjadikan mereka sebagai pembeli produk yang setia dan sebagai tenaga pemasar bagi Pelanggan lainnya melalui penyebaran berita secara aktif.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Untuk mengetahui seberapa besar dan seberapa fanatiknya Pelanggan terhadap suatu produk, dari survey yang dilakukan oleh Paul dan Nick Hague menyatakan untuk keberhasilan suatu program untuk memuaskan Pelanggan perlu adanya dukungan dari pihak manajemen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Paul dan Nick Hague (2004:1) dalam jurnal &lt;i&gt;customer satisfaction survey&lt;/i&gt; menyatakan bahwa untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan Pelanggan, maka harus dibuat suatu program yang mengarah kepada suatu pengamatan atau survey kepada kepuasan Pelanggan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Dalam implikasinya dapat di jabarkan sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 42.55pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;The implications of customer satisfaction survey go far beyond the survey itself and will only be successful if fully supported by the echelons of senior management.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;There are six part to any customer satisfaction programe :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 60.55pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;who should be interviewed?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 60.55pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;what should be measured?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 60.55pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;how should the interview be carried out?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 60.55pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;how should satisfaction be measured?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 60.55pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;what do the measurements mean?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 60.55pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;how to use the customer satifaction surveys to greatest effect?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 42.55pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Bayangkan bila Pelanggan puas, maka kita akan menghadapi suatu kondisi dimana Pelanggan kita akan ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 60.55pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;Membeli dan terus membeli barang atau jasa yang kita hasilkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 60.55pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Membeli atau mengkonsumsi item-item tambahan (&lt;i&gt;additional feature&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 60.55pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Memberikan kita proporsi yang besar dari pembelanjaan  yang mereka keluarkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 60.55pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Memudahkan setiap aktifitas yang berhubungan dengan kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 60.55pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Menyebarkan reputasi kita kepada calon Pelanggan yang baru tanpa usaha marketing.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 60.55pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Sedikit agak cuek terhadap harga, &lt;i&gt;price is not the greatest motivator&lt;/i&gt;, bayangkan 68% Pelanggan yang lari bukan karena harga atau kualitas produk yang rendah, akan tetapi banyak disebabkan karena pelayanan yang jelek.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ingat saja kasus AWAIR yang memberikan pelayanan yang buruk walau harga kompetitif&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan akhirnya harus merelakan dirinya terhempas persaingan dan akhirnya &lt;i&gt;out of business.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 60.55pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Pelanggan yang puas akan mempengaruhi moral karyawan, mereka akan menjadi lebih asertif dalam setiap tindakan yang mereka lakukan.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Demikian sebaliknya bila kepuasan Pelanggan tidak terwujud, maka kita akan dapatkan suatu kondisi dimana :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;sama sekali tidak diberikan kesempatan kedua, &lt;i&gt;they are gone and we are R.I.P&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;pelanggan tidak memberitahukan masalah sebenarnya yang kita hadapi, mungkin hanya 10 % saja pelanggan yang berkata jujur dengan memberikan komplainnya kepada kita selebihnya tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;pelanggan akan mengalihkan perhatiannya kepada perusahaan lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;reputasi buruk kita akan tersebar dengan cepat, dalam suatu hasil penelitian mengatakan bahwa pelanggan yang &lt;i&gt;unhappy&lt;/i&gt; akan menyebarkan berita buruk tentang perusahaan kita ke sembilan orang yang lain dan 13 % pelanggan akan menyebarkan reputasi buruk itu kepada 20 orang pelanggan lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;pelanggan akan berfokus kepada harga bukan pada kesetiaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;pelanggan yang kecewa akan mempengaruhi moral kerja karyawan, income menurun dan di mata pelanggan hanyalah ketakutan akan &lt;i&gt;lay off&lt;/i&gt; atau istilah kerennya perampingan organisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;Untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, maka tidak boleh dilupakan bahwa yang namanya &lt;i&gt;customer internal&lt;/i&gt; atau pelanggan internal merupakan hal yang patut diperhatikan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Percuma saja mati-matian menguras energi hanya untuk memuaskan Pelanggan eksternal akan tetapi kita lupa apakah pelanggan internal &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yaitu para karyawan telah diberikan perhatian yang cukup.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Oleh karena itu pelanggan interenal sangat erat hubungannya dengan pelanggan eksternal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Pelanggan akan puas apabila perusahaan atau organisasi dapat memberikan pelayanan yang tidak hanya sesuai dengan harapan pelanggan akan tetapi juga dapat memberikan nilai tambah (&lt;i style=""&gt;added value&lt;/i&gt;) bagi diri mereka sendiri, keluarga, lingkungan social serta pihak-pihak terkait.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kepuasan Pelanggan akan tercapai dan lahir jika kepuasan karyawan sebagai Pelanggan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;internal di perusahaan atau organisasi itu tercapai dan mereka akan memberikan kontribusi yang tinggi terhadap produktivitas kerjanya, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pelanggannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Pelanggan yang puas akan menyebabkan mereka cinta kepada Perusahaan kita, dampaknya adalah mereka akan menjadi pelanggan yang fanatic, atau dapat dikatakan sebagai pelanggan yang setia, kesetiaan pelanggan ini akan menimbulkan adanya daya tarik untuk membeli kembali layanan jasa atau produk, keputusan membeli kembali akan meningkatkan pendapatan Perusahaan, yang pada akhirnya akan menguntungkan Perusahaan maupun &lt;i style=""&gt;stake holder&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Catatan: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Penulis adalah Dosen Politeknik Pos &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-8113079061066687308?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/8113079061066687308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=8113079061066687308' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/8113079061066687308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/8113079061066687308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/02/hubungan-kepuasan-pelanggan-dengan.html' title='HUBUNGAN KEPUASAN PELANGGAN DENGAN KESETIAAN PELANGGAN.'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-2567898009210790898</id><published>2009-01-08T00:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T00:28:50.398-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Bisnis'/><title type='text'>DATA SINGKAT FRANCHISE (5)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Kedai Digital&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Nama Franchise&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kedai Digital&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bidang Usaha &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Gerai cetak instant merchandise pribadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Franchisor&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -1.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Alamat&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jalan Demangan Baru No 11 Yogyakarta &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -1.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Telepon&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;0274- 7882008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Fax&lt;span style=""&gt;                              &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Email&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Website&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;www. Kedaidigital.com &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Contact Person&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saptuari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Didirikan&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;2005&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="ES"&gt;Jumlah Cabang&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;18 Kedai Digital&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;+ &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;12 Cabang mitra dengan nama lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Paket investasi&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rp 80 juta – Rp 100 juta (mitra) ; Rp 12 juta – Rp 15 juta &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Initial Fee&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Rp. 33 juta sudah termasuk investasi awal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Royalti&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;3 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Omzet&lt;span style=""&gt;                         &lt;/span&gt;: Rp. 45 juta – 50 juta &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;per bulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Margin keuntungan : Rp. 2 juta – Rp. 5 juta / bulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;BEP&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;1 tahun &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-2567898009210790898?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/2567898009210790898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=2567898009210790898' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/2567898009210790898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/2567898009210790898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/01/data-singkat-franchise-5.html' title='DATA SINGKAT FRANCHISE (5)'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-4029261024914697008</id><published>2009-01-06T18:36:00.000-08:00</published><updated>2009-01-06T18:37:27.331-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Bisnis'/><title type='text'>DATA SINGKAT FRANCHISE (4)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Tela KreZZ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Nama Franchise&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tela KreZZ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Franchisor&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Homy Group&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -1.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Alamat&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bugisan 36, Patanguluhan, Wirobrajan Yogyakarta 55251&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -1.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Telepon&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;0274- 7000211, 0811250911&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Fax&lt;span style=""&gt;                              &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Email&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tela_krez_homygroup@yahoo.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Website&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;www. homygroup.com &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Contact Person&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Firman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bidang Usaha &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;keripik ketela&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Didirikan&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;2006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jumlah gerai&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;300 + 50 agen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Paket investasi&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rp 3 juta – Rp 6 juta (mitra) ; Rp 12 juta–Rp 15 juta (agen)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Franchise Fee&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Royalti&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Omzet&lt;span style=""&gt;                         &lt;/span&gt;: Rp. 9 jutaan per bulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Lama kontrak&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: Tidak ada jangka waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pay back period&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;6 bulan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-4029261024914697008?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/4029261024914697008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=4029261024914697008' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/4029261024914697008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/4029261024914697008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/01/data-singkat-franchise-4.html' title='DATA SINGKAT FRANCHISE (4)'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-2303071329025110495</id><published>2009-01-04T21:13:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T21:15:35.274-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Bisnis'/><title type='text'>DATA SINGKAT FRANCHISE (3)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;MagFood Amazy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Nama Franchise&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MagFood Amazy&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Franchisor&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MagFood Inovasi Pangan/ PT Red Crispy Internasional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -1.5in;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Alamat&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jl Mampang Prapatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;XIV No. 11 Kel. Tegal Parang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -1.5in;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Kec. Mampang Prapatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jakarta Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -1.5in;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Telepon&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;021- 79193162, 79195134, 7982043&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Fax&lt;span style=""&gt;                              &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;021-79195364&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Email&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;magfood@cbn.net.id&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Website&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;www. magfood -amazy.com &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Contact Person&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Suwanto, Yanti , Isa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bidang Usaha &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Gerai penjual Chicken crips, potatos crips&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Didirikan&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Jumlah gerai&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;30&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;Paket investasi&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rp. 25 juta – Rp. 163,5 juta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Arial;"&gt;Franchise Fee&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Arial;"&gt;Royalti&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;5 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Arial;"&gt;BEP&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;: 1 1 bulan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Arial;"&gt;Lama kontrak&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;5 tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Arial;"&gt;Sumber:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Majalah Duit Edisi No 09/III/September 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-2303071329025110495?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/2303071329025110495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=2303071329025110495' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/2303071329025110495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/2303071329025110495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/01/data-singkat-franchise-3.html' title='DATA SINGKAT FRANCHISE (3)'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-8764371979937667692</id><published>2009-01-04T20:55:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T20:56:45.647-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Bisnis'/><title type='text'>DATA SINGKAT FRANCHISE (2)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CRUSH ZONE&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Nama Franchise&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Crush Zone&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Franchisor&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;PT Crush Zone Fun Food &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -1.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Alamat&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jl KM Kambung Blok BB2 No. 2 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -1.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;Komplek s Pelni Jata Indah Estate, Bekasi Timur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -1.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Telepon&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;021- 8827903&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Fax&lt;span style=""&gt;                              &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;021-8811278&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Email&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;info@curshzonefunfood.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Website&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;www. curshzonefunfood.com &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Contact Person&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Puji Irwanto&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Bidang Usaha &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Mini Conter kebab, crepes, burger, cruiser, dan lain-lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Didirikan&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;2006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Mulai Franchise&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: 2008 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Jumlah gerai&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;27&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Paket investasi&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rp. 12,5 juta – Rp. 35 juta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Franchise Fee&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Royalti&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;BEP&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;: 1 – 1,5 tahun &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Sumber:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Majalah Duit Edisi No 09/III/September 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-8764371979937667692?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/8764371979937667692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=8764371979937667692' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/8764371979937667692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/8764371979937667692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/01/data-singkat-franchise-2.html' title='DATA SINGKAT FRANCHISE (2)'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-8770518590567740787</id><published>2009-01-04T20:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T20:45:45.759-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Bisnis'/><title type='text'>DATA SINGKAT FRANCHISE K5</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KELIPATAN LIMA RIBU&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Nama Franchise&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;K5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Franchisor&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;PT Edison Ritel Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -1.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Alamat&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ruko Gading Indah Blok C No. 4&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jl. Gading Indah Bulevar Timur Kelapa   Gading&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -1.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Telepon&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;021- 45847675&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Fax&lt;span style=""&gt;                              &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;021-45844163&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Email&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Website&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Contact Person&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Edi Suhelda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Bidang Usaha &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ritel dengan harga barang kelipatan Rp 5000&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Didirikan&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2003&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Jumlah gerai&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;40&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Paket investasi&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Rp. 175 juta (untuk luas 40/m2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Franchise Fee&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Royalti&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;BEP&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;: 1 – 1,5 tahun &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Sumber:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Majalah Duit Edisi No 09/III/September 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-8770518590567740787?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/8770518590567740787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=8770518590567740787' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/8770518590567740787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/8770518590567740787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2009/01/data-singkat-franchise-k5.html' title='DATA SINGKAT FRANCHISE K5'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-138800387094947689</id><published>2008-12-15T02:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T19:50:28.386-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Catatan  dari Pantai Carita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUYyGxFgl-I/AAAAAAAAAG4/GQ3pDkkBuOg/s1600-h/carita+1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUYyGxFgl-I/AAAAAAAAAG4/GQ3pDkkBuOg/s320/carita+1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279962704975534050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Oleh: Ibnu Dahwan*)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Bukan nyombong nih, kalau soal pantai mungkin penulis termasuk orang yang cukup beruntung pernah nikmati hampir cukup banyak pantai-pantai yang ada di Indonesia, dari pantai - pantai : &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Lamno, Sibolga, Teluk bayur, Bengkulu, Bangka-Belitung, Lampung Pantai-pantai di Jawa, Kalimantan, Pantai-pantai di Bali, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Losari, Amboina, Biak termasuk Pataya (Thai).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Belakangan ini sudah lama penulis tidak pernah pergi rekreasi, tapi &lt;i style=""&gt;alhamdullillah&lt;/i&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;week end&lt;/i&gt; kemarin dapat kesempatan lagi menikmati indahnya pantai laut. Nimati suasana Cottage yang bernuansa alami, kebetulan persis menghadap pantai, sambil merokok minum kopi diterpa hembusan angin laut, lihat burung-burung camar yang lagi terbang. Terlebih malamnya disuguhi menu &lt;i style=""&gt;Barbeque&lt;/i&gt;, sama organ tunggal dengan duo penyanyi wanita &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang cukup menarik. Ternyata aroma ikan bakar jadi terasa lebih nimat ketika diiringi suara merdu dan tentunya pemandangan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang indah. Wow, beautiful night! &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Seperti kata Chairil Anwar rasanya kalau bisa ingin hidup seribu tahun lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tapi ada beberapa catatan yang sempat penulis rekam dalam kaitannya dengan bisnis:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pertama, Ada hal yang penulis beri pujian&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;, adanya &lt;i style=""&gt;fun game&lt;/i&gt; yang cukup menarik dikelola oleh EO secara profesional. Hal ini tentunya merupakan &lt;i style=""&gt;added value&lt;/i&gt; yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sangat bagus bagi para wisatawan, artinya wisatawan tidak hanya melulu diberikan layanan : akomodasi, makanan dan minuman, serta suasana alam, tapi hal-hal lain yang dapat mengisi waktu luang dengan aktivitas yang menarik. Sebenarnya hal-hal seperti itu, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(memberikan nilai tambah lain bagi produk atau jasa kita) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bisa juga dilakukan terhadap bisnis – bisnis lain. Produk atau jasa kita yang berbeda akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Pelanggan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kedua, Di belakang pagar antara Cottage dengan laut, banyak penduduk yang menjajakan produk seperti: pakaian, makanan, buah-buahan, jasa pijat, &lt;i style=""&gt;speedboat,&lt;/i&gt; dll Namun demikian, (mungkin ini hanya persepsi penulis) rasanya kurang terjalin interaksi antara Cottage dengan masyarakat sekitarnya yang menjual produk atau jasa persis di pinggir Cottage. Sehingga produk atau jasa yang dijual, kurang memenuhi harapan segmen pengunjung Cottage. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Padahal kalau dilakukan pembinaan terhadap masyarakat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sekitar, penulis yakin kalau produk atau jasa yang dijual memenuhi kualitas tertentu akan menjadi sinergy yang cukup baik antara Cottage dengan masyarakat sekitar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ketiga, Minimnya toko yang menjual oleh-oleh (&lt;i style=""&gt;souvenir&lt;/i&gt;), jika dibandingkan dengan daerah wisata lain seperti Puncak, Bali, Yogyakarta dan tidak sebanding dengan jumlah Hotel, Cottage, dan sarana penginapan lainnya yang begitu banyak tersebar di sepanjang pantai. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tentunya merupakan peluang yang baik, mengingat cukup banyak wisatawan yang datang dari luar daerah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Keempat, Di antara berderetnya hotel dan cottage, ternyata ada sebuah kondominium dari sebuah Group ternama. Hal ini menarik karena ada  investor yang cukup jeli untuk membidik  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;niche market &lt;/span&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the have's&lt;/span&gt; dari Jakarta) mengingat lokasi strategis Pantai Carita yang tidak terlalu jauh dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hahaha, enggak tahu nich tulisan ini, penulis buat untuk siapa ya. Mungkin untuk pengusaha, Cottage, Pejabat Pemda atau mungkin untuk Anda yang lagi cari lokasi untuk investasi, siapa tahu Pantai Carita menjadi salah satu pertimbangan untuk buka Toko Oleh-oleh atau Souvenir. Yang jelas Pantai Carita tidak hanya  tempat yang romantis , tapi juga mengandung potensi bisnis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bagaimanapun juga penulis mengucapkan Thank’s to Mutiara Carita Cottage yang telah memberikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;a nice week end&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-138800387094947689?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/138800387094947689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=138800387094947689' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/138800387094947689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/138800387094947689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2008/12/catatan-dari-pantai-carita.html' title='Catatan  dari Pantai Carita'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUYyGxFgl-I/AAAAAAAAAG4/GQ3pDkkBuOg/s72-c/carita+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-4822474825601376938</id><published>2008-11-27T22:50:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T01:40:09.591-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Manusia'/><title type='text'>Tidak Mudah Menjadi Pemimpin (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SS-fTaJRipI/AAAAAAAAAGY/1LkqRunnscs/s1600-h/TMMP+2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 274px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SS-fTaJRipI/AAAAAAAAAGY/1LkqRunnscs/s320/TMMP+2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273608844458691218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Pemimpin Harus Mampu Mengintegrasikan Berbagai Kepentingan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Oleh: Ibnu Dahwan*)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Beberapa tahun yang lalu, suatu organisasi atau perusahaan dikatakan berhasil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jika mampu memberikan keuntungan kepada Sipemilik (&lt;i style=""&gt;Owner&lt;/i&gt;). Suatu organisasi atau perusahaan dikatakan berhasil atau efektif&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Sipemilik (&lt;i style=""&gt;Owner&lt;/i&gt;). Saat ini berbagai organisasi atau perusahaan menyadari bahwa keberhasilan atau efektivitas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu organisasi atau perusahaan perlu juga memperhatikan berbagai kepentingan selain Sipemilik atau yang disebut &lt;i style=""&gt;Stakeholder. &lt;/i&gt;Tidak heran kalau dalam setiap visi organisasi atau perusahaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sering tercantum kata-kata,” memberikan kepuasan terhadap Pemilik, Karyawan, Pelanggan, Mitra, Masyarakat dan seterusnya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Apa sebenarnya yang disebut Efektivitas Organisasi (Perusahaan)? Keefektifan didefinisikan sebagai sejauh mana sebuah organisasi mewujudkan tujuan-tujuannya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Menurut Robins &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terdapat empat pendekatan dalam mengukur efektivitas organisasi yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Pendekatan Tujuan, yang menekankan pada pentingnya pencapaian tujuan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ends&lt;/span&gt;)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai kriteria penilaian keefektifan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibandingkan dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;caranya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;means&lt;/span&gt;).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pendekatan ini mengasumsikan bahwa organisasi adalah kesatuan yang dibuat secara sengaja, rasional, dan mencari tujuan. Oleh karena pencapaian tujuan yang berhasil merupakan sebuah ukuran yang tepat tentang keefektifan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Pendekatan Teori Sistem, yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menekankan pentingnya adaptasi tuntutan ekstern sebagai kriteria penilaian keefektifan. Menurut pendekatan ini criteria keefektifan organisasi hanya berdasarkan pencapaian tujuan merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ukuran yang tidak sempurna.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebuah organisasi juga harus dinilai berdasarkan kemampuannya untuk memperoleh masukan, memproses masukan tersebut, menyalurkan keluarannya, dan mempertahankan stabilitas dan keseimbangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Pendekatan Teori Multipel Konstituensi, mengemukakan bahwa organisasi dapat dikatakan efektif apabila dapat memenuhi tuntutan dari konstituen yang terdapat di dalam lingkungan organisasi, yaitu konstituen yang menjadi pendukung kelanjutan eksistensi organisasi tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;Hampir sama dengan pendekatan system, pendekatan ini tidak memperhatikan semua lingkungan organisasi. Pandangan ini hanya memenuhi tuntutan dari hal-hal di dalam lingkungan yang mengancam kelangsungan hidup organisasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;Pendekatan Model Nilai-Nilai Bersaing, merupakan sebuah model/konsep yang mengidentifikasikan seluruh variable utama yang terdapat dalam bidang keefektifan dan kemudian menentukan bagaimana variable-variabel tersebut saling berhubungan. Pendekatan ini menawarkan kerangka kerja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang integrative. Asumsi yang mendasari dari pendekatan ini adalah “tidak ada” criteria paling baik untuk menilai efektivitas organisasi. Tidak ada tujuan tunggal yang dapat disetujui semua orang dan juga tidak ada consensus yang menetapkan tujuan mana yang harus didahulukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;Dari perspektif  &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Teori Multipel Konstituensi, suatu organisasi atau perusahaan akan efektif jika mampu memberikan kepuasan terhadap berbagai kepentingan konstituensi strategisnya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;misalnya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;color:black;"   lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Pemilik: &lt;/span&gt;&lt;span  lang="ES" style="font-family:Georgia;"&gt;Laba atas investasi, pertumbuhan penghasilan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;color:black;"   lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Georgia;"&gt;Pegawai: Kompensasi, tunjangan, kepuasan kondisi kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;color:black;"   lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Georgia;"&gt;Pelanggan: Kepuasan terhadap harga, kualitas, pelayanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;color:black;"   lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Georgia;"&gt;Pemasok: Kepuasan terhadap pembayaran, potensi penjualan masa depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Kreditur: Kemampuan membayar hutang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Serikat Buruh: Upah dan tunjangan tambahan yang bersaing, kondisi kerja yang memuaskan, kesediaan tawar menawar yang fair.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;color:black;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;Pejabat Masyarakat Lokal: Partisipasi anggota organisasi dalam masalah local, tidak adanya kerusakan lingkungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;color:black;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;Lembaga Pemerintah: Tunduk pada hukum, menghindari denda dan teguran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;Banyaknya kepentingan yang harus diperhatikan oleh organisasi atau perusahaan, seringkali menimbulkan tabrakan berbagai kepentingan, misalnya: Karyawan menghendaki kenaikan upah , sementara Pemilik menghendaki adanya kenaikan profit. Begitu juga dalam hal perekrutan karyawan, misalnya: perusahaan menghendaki karyawan yang direkrut adalah profesional dan bisa dapat dari mana saja, tapi masyarakat setempat menghendaki agar semua karyawan dapat diisi oleh penduduk setempat, sedangkan kemampuan mereka kurang memenuhi syarat untuk mengisi jabatan-jabatan yang ada. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="NO-BOK" style="font-family:Georgia;"&gt;Pemimpin memiliki peran strategis untuk &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;mengintegrasikan berbagai kepentingan &lt;i style=""&gt;stakeholder &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam organisasi&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;atau perusahaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Oleh karena itu, efektivitas suatu organisasi (perusahaan) sangat dipengaruhi oleh kemampuan seorang Pemimpin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai integrator atau dalam menyelaraskan semua kepentingan-kepentingan yang ada. Tentu saja, dalam praktek peran ini tidaklah semudah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;seperti yang tercantum dalam visi organisasi atau perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Mungkin beberapa kasus di bawah ini dapat menjadi contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Beberapa hari yang lalu, penulis ketemu seorang mantan mahasiswa yang kebetulan sudah bekerja di sebuah perusahaan. Setelah bicara basa-basi, tiba-tiba dia berkata,” Pak, saya mau keluar dari perusahaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tempat saya bekerja.” Tentu saja penulis heran, jadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertanya sama yang bersangkutan. ”Memang kenapa, apa masalah gaji?” tanya penulis. Dia jawab,” Bukan Pak, masalahnya saya tuh ingin kalau shalat bisa tepat waktu sesuai ajaran agama, tapi sama atasan saya tidak diijinkan, kecuali kalau waktu istirahat atau udah pulang,  sehingga setiap shalat Ashar tidak bisa tepat waktu (setelah Azan).” “ Oh gitu, coba Kamu kemukakan dengan Atasan secara baik-baik, bila perlu diskusikan dengan orang lain yang ada di perusahaan atau minta bantuan orang yang bisa mempengaruhi atasan kamu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jangan terlalu cepat ngambil keputusan kecuali sudah mentok”, kata penulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Beberapa tahun yang lalu hal serupa pernah terjadi saat penulis bekerja di suatu kantor. Ada seorang ibu yang baru melahirkan minta waktu sebentar (1 jam) untuk menyusui anaknya, karena dia menghendaki anaknya diberi ASI.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sama atasannya di marahin dan tidak diijinkan, karena kan bisa pakai susu kaleng katanya (kebetulan atasan karyawan itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;belum nikah). Lalu suatu saat Sang Atasan menikah dengan karyawati yang kebetulan bekerja di Kantor itu juga. Anehnya dia tidak bisa menolak ketika istrinya minta ijin untuk menyusui anaknya (yang kebetulan anaknya juga). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Kisah-kisah tersebut hanya sekedar memberikan gambaran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa ketika kita menjadi seorang Pemimpin ternyata tidak mudah untuk memerankan peran sebagai integrator berbagai kepentingan para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stakeholder&lt;/span&gt; yang menjadi konstituensi strategis dari organisasi atau perusahaan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Mungkin Anda punya pengalaman menarik lainnya. Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan sedikit inspirasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau bahan perenungan ketika Anda menjadi seorang Pemimpin. Jadi Pemimpin memang tidak mudah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-4822474825601376938?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/4822474825601376938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=4822474825601376938' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/4822474825601376938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/4822474825601376938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2008/11/tidak-mudah-menjadi-pemimpin-2.html' title='Tidak Mudah Menjadi Pemimpin (2)'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SS-fTaJRipI/AAAAAAAAAGY/1LkqRunnscs/s72-c/TMMP+2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-6892806583788808779</id><published>2008-11-19T23:03:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T23:04:36.070-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Internet'/><title type='text'>Traffic Untuk Bisnis Online</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;pinguin&lt;/i&gt;, &lt;a href="http://www.projectpinguin.890m.com/"&gt;www.projectpinguin.890m.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Kemajuan teknologi internet tidak hanya membawa arah komunikasi baru tapi juga peluang-peluang baru. Hal-hal yang dulunya tidak terpikirkan saat ini justru menjadi ladang untuk memperoleh penghasilan baru. Salah satu tema yang sangat berpengaruh dalam binis internet adalah &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;traffic&lt;/i&gt;. Kalau kita sebut website atau blog kita itu sebuah toko, maka &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;traffic&lt;/i&gt; adalah jumlah pengunjung yang datang ke toko kita setiap harinya. Dalam mekanisme bisnis di dunia maya, &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;traffic&lt;/i&gt; ini memiliki peran yang sangat penting. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Setidaknya secara praktis ada tiga alasan pentingya &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;traffic, &lt;/i&gt;sebagai dasar kekuatan untuk penjualan produk kita. &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Pertama&lt;/b&gt;. Meskipun tidak mutlak, &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;traffic&lt;/i&gt; mencerminkan seberapa besar peluang kita untuk dapat menjual produk kita. Misalnya, apabila kita menjual buku di blog kita. Dengan 1000 pengunjung orang yang datang ke blog kita per hari, masa sih enggak ada yang melihat buku kita dan kemudian tertarik untuk membelinya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Kedua&lt;/b&gt;. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Traffic&lt;/i&gt; merupakan salah satu komponen utama dalam &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;search engine optimization&lt;/i&gt; (SEO), atau sederhananya, &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;traffic&lt;/i&gt; mempengaruhi seberapa banyak orang dapat tersesat masuk ke blog atau situs kita ketika para pengguna internet menggunakan google atau yahoo untuk mencari informasi yang mereka inginkan. Sehingga &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;traffic&lt;/i&gt; mempengaruhi blog kita untuk mendapatkan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;traffic&lt;/i&gt; yang bahkan lebih besar lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Ketiga. &lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Traffic&lt;/i&gt; membuka peluang untuk penghasilan yang lain. Saking pentingnya &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;traffic&lt;/i&gt;, bahkan bisa dimanfaatkan sebagai salah satu dasar jualan kita. Misalnya, dengan jualan link, kita dapat memperoleh penghasilan dengan menautkan produk orang lain atau blog orang lain dengan blog kita yang telah memiliki &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;traffic&lt;/i&gt; yang tinggi. Contoh lainnya, berbekal &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;traffic&lt;/i&gt; yang cukup besar maka kita juga bisa menjual blog kita untuk mereview produk atau blog orang lain untuk dipasarkan di blog kita misalnya dengan program BuyBlogReview, PayPerPost dan program sejenis lainnya (program-program ini biasa disebut &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Pay To Review&lt;/i&gt; atau PTR).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-6892806583788808779?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/6892806583788808779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=6892806583788808779' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/6892806583788808779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/6892806583788808779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2008/11/traffic-untuk-bisnis-online.html' title='Traffic Untuk Bisnis Online'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-2742830346488195469</id><published>2008-11-19T23:01:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T23:02:46.441-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Internet'/><title type='text'>Pay To Click: Peluang dalam Komersialisasi Traffic</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;pinguin&lt;/i&gt;, &lt;a href="http://www.projectpinguin.890m.com/"&gt;www.projectpinguin.890m.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Seperti yang telah dibahas dalam tulisan sebelumnya [Baca: Traffic Untuk Bisnis Online] &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;traffic&lt;/i&gt; merupakan salah satu unsur penting dalam dunia bisnis online. Dunia kapitalis bahkan merubah &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;traffic&lt;/i&gt; menjadi tema komersialisasi tersendiri. Ini berarti peluang bisnis. Orang yang tidak mau terlalu bersusah payah untuk mencari &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;traffic&lt;/i&gt; dengan SEO atau memasarkan blognya, bisa menggunakan cara cepat untuk mendapatkan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;traffic&lt;/i&gt;, yaitu dengan membayar iklan atau bahkan dengan membayar orang yang mau membuka blognya. Inilah yang menjadi dasar munculnya program &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Pay To Click (PTC), &lt;/i&gt;yaitu di bayar untuk membuka situs.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Di sisi yang lain, bagi para pengguna internet, &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Pay To Click&lt;/b&gt; justru menjadi salah satu lahan untuk memperoleh penghasilan di dunia maya. Dengan program PTC ini kita akan dibayar untuk setiap iklan atau situs yang kita buka dengan tempo tertentu. Bayarannya cukup beragam, mulai dari 0.0025 sampai 0.01 dollar. Dengan jumlah iklan per hari hingga 10 iklan (jumlah iklan juga beragam bahkan ada PTC yang memberikan 70 iklan per hari), maka per bulan kita bisa memperoleh penghasilan sekitar 3 dollar. Tapi tunggu dulu, keistimewaan PTC bukan hanya dari mengklik iklan saja. Kita bisa menghasilkan pundi yang lebih banyak lagi dengan mengajak orang lain menjadi referral atau downline (kalau istilah MLM) kita. Umumnya kita mendapatkan setengah dari penghasilan referral. Jadi andai kata kita memiliki 10 orang referral maka kita bisa memperoleh penghasilan sekitar 18 dollar per bulan dari satu program PTC. Andaikan lagi, memiliki sekitar 100 referral dan 10 program PTC lainnya, maka penghasilan 18 dollar perbulan tersebut bisa berubah menjadi 1000 kali lipatnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Penasaran kan? Ikuti tulisan selanjutnya tentang PTC bagaimana cara menghasilkan pendapatan hingga ribuan dollar per bulan dengan program PTC. Lihat selanjutnya&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;: &lt;a href="http://ibnudblog.blogspot.com/2008/11/berpenghasilan-ribuan-dollar-dengan.html"&gt;Berpenghasilan Ribuan Dollar dengan Program PTC&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-2742830346488195469?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/2742830346488195469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=2742830346488195469' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/2742830346488195469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/2742830346488195469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2008/11/pay-to-click-peluang-dalam.html' title='Pay To Click: Peluang dalam Komersialisasi Traffic'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-6231348577859346031</id><published>2008-11-19T21:14:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T20:05:38.121-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Internet'/><title type='text'>Berpenghasilan Ribuan Dollar dengan Program Pay To Click</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;Menentukan Program PTC&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;pinguin&lt;/i&gt;, &lt;a href="http://www.projectpinguin.890m.com/"&gt;www.projectpinguin.890m.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seperti halnya berbagai bisnis lainnya, program PTC juga memiliki potensi penipuan yang cukup besar. Resiko yang bisa kita kena yaitu, ketika kita sudah mengorbankan waktu dan uang untuk online dan membuka setiap iklan tersebut, ternyata program PTC-nya tidak melakukan pembayaran. Untuk meminimalisir resiko mengikuti bisnis PTC, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Pertama&lt;/b&gt;. Baca review orang lain tentang PTC tersebut. Apabila kita bermaksud untuk mendaftar di PTC lakukan sedikit info tentang PTC itu dahulu. Misalnya dengan menggunakan search engine google, lakukan pencarian seperti: “blablabux is scam” atau “blablabux is not paying”. Cara ini terutama sangat efektif untuk mengetahui keadaan PTC yang telah lama eksism, yang setiap kejadian atau komentar maupun permasalahan terhadap PTC tersebut umumnya telah masuk dalam &lt;i style=""&gt;search engine&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Kedua&lt;/b&gt;. Lakukan analisis terhadap PTC tersebut. Kalau kita masih ngotot pingin invest di satu PTC namun belum pernah ada yang mereview atau mengomentari PTC tersebut, kita bisa melakukan sedikit analisis. Misalnya: 1) buka situs who.is dan masukkan url ptc tersebut. Lihat saja, kalau identitas pemilik website PTC tersebut tidak jelas – tanpa nama jelas dan tanpa alamat maupun telepon, atau bila pemilik website PTC tersebut dikenal telah banyak melakukan scam pada PTC lain maka itu satu indikator, 2) indikator kedua masuk dalam situs PTC tersebut, lihat bagian advertisementnya, apabila PTC tersebut membebankan dibawah 19$ untuk 1000 view, PTC tersebut akan sangat cenderung tidak &lt;i style=""&gt;sustainable&lt;/i&gt;, 3) lihat desain dan label-label secure pastikan desainnya representatif, 5) uji silang juga sekuritas PTC dengan kerentanan terhadap webproxy, 4) upayakan untuk memilih PTC dengan payout rendah dan atau dengan pembayaran instant – ini akan memperkecil resiko kita terkena scam, 6) oh iya satu lagi, cari juga PTC yang memiliki akun atau kompatibel dengan akun PayPal (agar mudah di withdraw dengan rekening koran di bank-bank di Indonesia), 7) terakhir, jangan lupa lihat forumnya. Forum yang aktif berarti adminnya memang mengelola forum tersebut. Admin yang aktif mengelola berati situs tersebut memang masih aman.&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Mendaftar Di Program Pay To Click&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya usahakan setiap kita mendaftar berada di bawah referral orang yang kita kenal, karena upline kita bisa menjadi motivator atau membantu kita dalam PTC. Tapi kalaupun tidak toh nanti kita akan dijual sebagai referral orang lain. Anyway, setelah kita menentukan PTC yang akan kita daftar (saya daftar hingga 20 PTC, tapi usahakan fokus pada PTC-PTC yang memang diandalkan sebagai tambang uang), kemudian buka situs ptc tempat kita mendaftar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setiap kita membuka situs PTC umumnya menu akan terdiri atas hal yang sama: 1) Register, 2)Login, 3) Surf Ads atau View Ads, 4) Advertisement, 5) Forum. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Register &lt;/b&gt;adalah tempat kita akan mendaftarkan diri kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Login&lt;/b&gt;. Ketika kita sudah mendaftar ke PTC tersebut, login dengan user name dan password yang telah kita daftarkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Surf Ads atau View Ads&lt;/b&gt;. Menu ini akan membawa kita ke halaman di mana kita akan mengklik iklan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Advertisement&lt;/b&gt;. Apabila kita ingin menjadi yang pengiklan atau mengiklankan referral kita di PTC yang lain bisa dilakukan disini. Atau juga untuk menganalisis sustainabilitas dari PTC tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Forum&lt;/b&gt;. Jangan lupa juga untuk kenalan dengan admin situs PTC dan para penghuni forum, agar dapat terus update mengenai informasi PTC tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Oke kalau kita sudah cukup familiar, dengan tampilannya, klik tombol &lt;b style=""&gt;register&lt;/b&gt; dan isi seluruh formulir dengan lengkap. Isi &lt;i style=""&gt;username&lt;/i&gt; dengan nama yang mudah diingat, kalau bisa setiap PTC yang kita daftar gunakan username yang sama. Gunakan username ini untuk login nantinya. Isi juga &lt;i style=""&gt;password&lt;/i&gt; dengan yang mudah diingat, namun usahakan setiap PTC memiliki kombinasi password yang berbeda. Isi email kita, dan Alertpay email dengan email kita (jangan lupa sesudah daftar di PTC daftar juga di AlertPay).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Terakhir jangan lupa ketik angka sekuritas yang warna biru kecil dan ceklis pada “I Accept The Term of Service”. Lanjutkan dengan menekan tombol Register ketika semua sudah terisi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Login&lt;/b&gt; kemudian menuju menu Surf Ads. Klik iklan satu per satu hingga hitungan selesai. Biasanya per iklan akan diberi waktu sekitar 30 hingga 20 detik. Setelah ada tulisan “DONE” atau tanda ceklis di atas situs iklan tersebut. Iklan tersebut baru dapat ditutup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Periksa berapa pendapatan yang kita terima dengan melihat di &lt;b style=""&gt;My Account&lt;/b&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;Simulasi Pendapatan dan Investasi di Program PTC&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Usahakan daftar beberapa PTC&lt;/b&gt;, misalnya kita daftar di Buxout, TakeTheGlobe, Neobux, Earn10Bux, dan PerformanceBux. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Buxout&lt;/i&gt; memiliki 4 iklan dengan bayaran 0.01 dollar per iklan. Maka per hari kita bisa dapat, 0.04 dollar. &lt;i style=""&gt;Sandraclicks&lt;/i&gt; memiliki 5 iklan dengan bayaran 0.01 dollar per iklan. Sehari kita bisa dapat 0.05 dollar. &lt;i style=""&gt;Neobux&lt;/i&gt; 4 iklan perhari = 0.04 dollar per hari. &lt;i style=""&gt;TakeTheGlobe&lt;/i&gt; 70 iklan, dengan bayaran 0.005 per iklan. Sehari kita bisa dapat sekitar 0.35 dollar per hari. &lt;i style=""&gt;PerformanceBux&lt;/i&gt; 15 iklan per hari dengan bayaran 0.005 per iklan. Sehari kita bisa dapat sekitar 0.05 per hari. &lt;i style=""&gt;Earn10Bux&lt;/i&gt; sekitar 6 iklan per hari dengan bayaran 0.005 per iklan. Sehari kita bisa dapat sekitar 0.03 per hari. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Klik iklan diseluruh PTC tersebut &lt;/b&gt;di sela-sela waktu kita bekerja atau browsing internet.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari seluruh PTC tersebut perbulan kita bisa mendapatkan sekitar:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1,2 dollar dari Buxout + 1,5 dollar dari Sandraclicks + 1,2 dari Neobux + 10 dollar dari TakeTheGlobe + 1,5 dollar dari PerformanceBux + 0,9 dollar dari Earn10Bux&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Total penghasilan perbulan kita kalau dengan tanpa referral = 17 dollar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Gandakan dan percepat pendapatan dengan beli atau sewa referral&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mungkin pendapatan ini terlalu receh dibandingkan kerja keras kita di depan internet untuk membuka-buka iklan (masa sih kerja keras?). Kalau kita hanya mengandalkan kita sendiri untuk mengklik iklan mungkin pendapatan ini kecil, jadi bagaimana mungkin mendapatkan ribuan dollar per bulan? Rahasia PTC bukan pada mengklik iklan. Tetapi pada referral! Andaikan dari setiap PTC itu kita punya referral berapa yang bisa kita dapat? Coba deh kita hitung bareng:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10 referral dari Buxout berati total pendapatan kita dari Buxout per bulan adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10 x 0,6 + 1,2 = 7,2 dollar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10 referral dari Neobux berati total pendapatan kita dari Neobux per bulan adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10 x 0,6 + 1,2 = 7,2 dollar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10 referral dari Sandraclicks berati total pendapatan kita dari Sandraclicks per bulan adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10 x 0,7 + 1,5 = 8,5 dollar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10 referral dari Earn10Bux berati total pendapatan kita dari Earn10Bux per bulan adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10 x 0,4 + 0,9 = 4,9 dollar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10 referral dari PerformanceBux berati total pendapatan kita dari PerformanceBux per bulan adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10 x 0,7 + 1,5 = 8,5 dollar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10 referral dari TakeTheGlobe berati total pendapatan kita dari TakeTheGlobe per bulan adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10 x 5 + 10 = 60 dollar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadiiii.. total pendapatan kita per bulan adalah sekitar:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;7,2 + 7,2 + 8,5 + 8,5 + 4,9 + 60 = 96,3 dollar per bulan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yup, dengan 10 referral saja kita bisa memperoleh 96,3 dollar per bulan. Eits tapi jangan puas dulu. Banyak orang yang terjun di bisnis PTC tidak hanya berbekal 10 referral, tapi hingga 100 atau bahkan ribuan referral! Gimana caranya dapatkan referral? Ya, tarik orang sebanyak-banyaknya untuk jadi downline kamu (istilah MLM) untuk ikut juga program ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tapi jangan khawatir, buat yang anti-sosial yang enggak punya teman, atau enggak ngerti ilmu marketing bisa &lt;b style=""&gt;beli atau sewa referral&lt;/b&gt;! Dengan 3 dollar kita bisa mendapatkan 10 orang referral per bulan, atau kalau di TakeTheGlobe kita bisa beli 10 orang referral seumur hidup dengan 12 dollar. Jadi untuk memperoleh ribuan dollar bukanlah hal yang mustahil bukan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Investasi untuk premium membership&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Satu lagi investasi yang dapat dilakukan dengan program PTC adalah mengikut program premium membership. Dengan premium membership pendapatan dari referral bahkan meningkat hingga 2x lipat!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadi tunggu apalagi? Daftar PTC sekarang juga!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-6231348577859346031?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/6231348577859346031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=6231348577859346031' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/6231348577859346031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/6231348577859346031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2008/11/berpenghasilan-ribuan-dollar-dengan.html' title='Berpenghasilan Ribuan Dollar dengan Program Pay To Click'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-1045752933764912530</id><published>2008-11-18T02:05:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T18:07:59.891-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Manusia'/><title type='text'>Tidak Mudah Menjadi Pemimpin (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SSN08IYo4yI/AAAAAAAAAF0/O8Ap8IpGwJw/s1600-h/Decision+Maker.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 219px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SSN08IYo4yI/AAAAAAAAAF0/O8Ap8IpGwJw/s320/Decision+Maker.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270184565345411874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:14;"  &gt;Seorang Pemimpin Harus Berani Mengambil Keputusan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:16;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Oleh: Ibnu Dahwan*)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pemimpin adalah &lt;i style=""&gt;decision maker&lt;/i&gt;, oleh karena itu salah satu tugas pokok seorang Pemimpin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah mengambil keputusan. Terlepas suka atau tidak suka, senang atau tidak senang seorang Pemimpin harus mampu mengambil keputusan ketika ada suatu masalah yang harus dipecahkan. Ketika seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemimpin banyak melakukan pekerjaan tetapi saat dia harus mengambil keputusan dia tidak melakukannya, pada hakekatnya dia menghindari tugas pokoknya sebagai seorang Pemimpin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Apakah ada Pemimpin yang tidak berani melakukan pengambilan keputusan? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Seorang teman saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang bekerja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di suatu perusahaan sebut saja Pak B,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pernah menceritakan pengalamannya kepada penulis, “ &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ib (sapaan kepada penulis), saya tuh suka heran sama boss saya, kok setiap persoalan selalu diambangkan,” Penulis sendiri heran mendengar pernyataan teman satu ini , jadi penulis tanya , “ Maksudnya gimana Mas?”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Bayangkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aja Ib, banyak sekali kasus – kasus atau permasalahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang akhirnya tidak ada keputusannya. Misalnya suatu masalah yang cukup besar sehingga pengaruhnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terhadap perusahaan cukup signifikan dan itu persoalan nyata (&lt;i style=""&gt;real problem&lt;/i&gt;) yang disadari oleh Pimpinan sehingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perlu diselesaikan. Akhirnya di &lt;i style=""&gt;hire &lt;/i&gt;konsultan untuk mengkaji&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;persoalan itu dan mendapatkan masukan untuk penyelesaiannya.. Tapi setelah pekerjaan konsultan selesai dan diserahkan sama Beliau, malahan hasil tersebut diserahkan lagi sama bawahan dengan disposisi (catatan), harap Saudara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kaji ulang. Bawahan beliau yang memang merasa tidak punya kapasitas untuk mengkaji ulang, akhirnya menyerahkan lagi kepada bawahannya dengan disposisi, harap Saudara pelajari lebih cermat. Si Pejabat tadi yang merasa juga kurang memiliki kemampuan untuk mempelajari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masalah yang sangat kompleks tersebut akhirnya meneruskan lagi kepada stafnya dengan catatan harap Saudara teliti lebih mendalam. Oleh Staf tadi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang kapasitasnya terbatas tapi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak punya bawahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lagi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;akhirnya dimasukkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke laci meja. Semuanya seakan saling melepas tanggung jawab, yang penting para Pejabat tadi merasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tugasnya selesai ketika naskah tersebut diserahkan ke Bawahannya. Dan hal itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah sering dilakukan, sehingga banyak masalah yang seakan diambangkan (tidak ada penyelesaiannya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Garamond;"&gt;Mungkin Anda tertawa mendengar cerita tersebut atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cuma tersenyum. Setiap permasalahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam organisasi atau perusahaan harus dipecahkan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena kalau dibiarkan mengambang akan menimbulkan masalah baru atau masalah yang tadinya kecil akan semakin membesar apabila tidak segera di dicari jalan keluarnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Apa sebenarnya yang dimaksud pembuatan keputusan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;(decision making)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;?&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pembuatan keputusan &lt;i&gt;(decision making)&lt;/i&gt; menggambarkan suatu proses melalui serangkaian kegiatan yang dipilih sebagai penyelesaian masalah tertentu. &lt;i&gt;George P. Huber &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;membedakan pembuatan keputusan dengan pembuatan pilihan &lt;i&gt;(choice making)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Pembuatan keputusan dapat didefinisikan sebagai penentuan serangkaian kegiatan untuk mencapai hasil yang diinginkan&lt;/i&gt;, yang melibatkan Pimpinan untuk setiap tingkat jabatan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Keputusan dapat di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;klasifikasikan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Keputusan yang diprogram (programmed decisions)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;, yang dilakukan secara rutin dan berulang-ulang yang dibuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berdasarkan ; kebiasaan, aturan atau prosedur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Keputusan yang tidak diprogram (non-programmed decisions)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Keputusan dengan kepastian, risiko, dan ketidak pastian&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;, yaitu pembuatan keputusan sekarang untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dan tujuan yang akan dicapai di waktu yang akan datang .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individual maupun secara kelompok. Meskipun Pengambilan Keputusan dilakukan oleh Pimpinan, untuk hal-hal yang mendasar dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berdampak terhadap kelangsungan organisasi (perusahaan), sebaiknya melibatkan bawahan dalam proses pengambilan keputusan baik secara formal maupun informal.. Karena keputusan yang diambil tanpa melibatkan bawahan akan mendapatkan hambatan dalam implementasinya. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;Keterlibatan bawahan dapat dilakukan dalam setiap tahap proses pembuatan keputusan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;Memang dalam setiap keputusan selalu ada resiko, tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal itu merupakan konsekuensi logis yang harus ditanggung oleh setiap pengambil keputusan. Yang penting setiap keputusan yang dibuat sudah dilakukan berdasarkan proses yang dapat dipertanggungjawabkan, &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;paling tidak dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;Pemahaman dan perumusan masalah melalui identifikasi dan diagnosa masalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pengumpulan dan analisa data yang relevan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pengembangan alternatif-alternatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Evaluasi alternatif-alternatif penyelesaian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pemilihan alternatif terbaik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Implementasi keputusan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Evaluasi hasil-hasil keputusan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Meskipun mungkin kita sudah memahami permasalahan dan alternative yang terbaik untuk penyelesaiannya, pada akhirnya eksekusi suatu keputusan sangat tergantung keberanian dari seorang Pemimpin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Salah satu contoh mungkin seperti yang dikemukakan seorang teman penulis (sebut saja Pak P) . Waktu dia bertugas di Bagian yang menangani rumah tangga suatu kantor pusat. Dia terpaksa harus memangkas banyak pengeluaran yang ternyata sangat memberatkan perusahaan, seperti : pemakaian AC, penggunaan Lift, sewa tanaman, pemakaian air minum, dsb,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ternyata melibatkan banyak pihak yang selama ini menikmati akibat dari ketidakefisienan tersebut termasuk Pejabat-pejabat di level atasnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehingga tentu saja mendapatkan reaksi yang sangat keras dari yang bersangkutan. Tapi dengan keyakinan akan tindakannya, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;reaksi –reaksi tersebut akhirnya dapat di atasi dan hasilnya meningkatkan efisiensi sampai 50%.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Contoh lain pernah penulis alami. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dalam suatu Rapat penulis mengemukakan salah satu program pengurangan karyawan di 10 unit layanan di kecamatan yang tadinya diisi oleh 2 orang menjadi hanya 1 orang dalam rangka meningkatkan efisiensi. Tentu saja semua aspek dari program yang penulis kemukakan sudah penulis perhitungkan dengan matang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada waktu itu tentu hal tersebut merupakan hal yang baru sehingga mendapatkan tentangan dari banyak pihak termasuk dari Pejabat Kantor Pusat. Penulis sampai ditanya gimana kalau program itu tidak disetujui oleh Atasan. Ya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetap dilaksanakan toh penulis yang dibebani tanggung jawab terhadap maju mundurnya kantor ini, kecuali kalau penulis di tarik ke Bandung, jawab penulis. (Atasan penulis hanya senyum, karena kalau itu terjadi enak juga karena penulis dah pengen pindah ke Bandung).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hasilnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;alhamdullillah, &lt;i&gt;Operating Ratio&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kantor yang penulis pimpin membaik dari 98% menjadi 67% dalam waktu 2 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apa yang bisa ditarik dari pelajaran di atas:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada dasarnya setiap Pemimpin harus memiliki pemahaman yang cukup tentang permasalahan yang dihadapi dan menguasai teknik pengambilan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Namun semua itu tidak ada artinya ketika seorang Pemimpin tidak punya keberanian untuk mengambil keputusan karena takut dengan resiko yang akan terjadi.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-1045752933764912530?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/1045752933764912530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=1045752933764912530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/1045752933764912530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/1045752933764912530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2008/11/tidak-mudah-menjadi-pemimpin-1.html' title='Tidak Mudah Menjadi Pemimpin (1)'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SSN08IYo4yI/AAAAAAAAAF0/O8Ap8IpGwJw/s72-c/Decision+Maker.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-7562558603623841200</id><published>2008-11-14T02:16:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T18:43:45.696-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMN'/><title type='text'>BUMN Vs Wong Desa (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SR1YkgmucrI/AAAAAAAAAFs/CzKKZNnZF1E/s1600-h/Wong+Desa+2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SR1YkgmucrI/AAAAAAAAAFs/CzKKZNnZF1E/s320/Wong+Desa+2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268464523344245426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Dalam tulisan terdahulu penulis, telah mencoba menggambarkan bahwa akibat adanya Restrukturisasi dan Privatisasi terutama untuk BUMN yang bersifat &lt;i style=""&gt;public service&lt;/i&gt;, masyarakat desa harus membayar lebih mahal untuk mengkonsumsi jasa –jasa layanan publik. Tapi sebenarnya permasalahan nya juga tidak bersifat individual dan sesederhana itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Seperti kita ketahui bahwa pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi adanya aliran: uang, barang, manusia dan informasi. Dengan berhentinya atau tersendatnya pertumbuhan fasilitas layanan publik tentunya akan berpengaruh terhadap aliran sumber – sumber daya ekonomi tersebut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;baik dari &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; ke desa maupun sebaliknya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Karena biaya untuk mengirimkan sumber-sumber daya ekonomi semakin mahal sehingga hasil produksi dari desa tidak dapat disalurkan ke perkotaan karena secara ekonomis tidak akan mampu menutup biaya transportasi /distribusi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Masyarakat perkotaan sangat dimanjakan dengan adanya perkembangan dalam bidang telekomunikasi dan informasi yang sudah mencapai tarap 3G, sementara bagi wong desa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk menikmati fasilitas komunikasi yang basic pun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi semakin mahal. Hal ini akan berdampak terhadap semakin tingginya tingkat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kesenjangan informasi. Orang &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; akan semakin cerdas, sementara orang desa semakin ketinggalan. Peluang-peluang dalam bisnis di era globalisasi hanya akan ditangkap oleh orang-orang perkotaan dan wong desa tahu pun tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Dalam jangka panjang akan sangat mungkin terjadi kesenjangan yang semakin besar antara pertumbuhan ekonomi di perkotaan dengan di pedesaan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Penulis jadi membayangkan apa yang dikemukakan Gunnar Myrdal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;30 tahunan yang lalu tentang Yang Kaya Makin Kaya Yang Miskin Makin Miskin (Kausasi Sirkuler dan Kumulatif) benar-benar terjadi di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Catatan: Penulis memang belum pernah melakukan riset tersebut atau membaca hasil riset tentang pengaruh restrukturisasi terhadap kesenjangan ekonomi atau informasi antara masyarakat &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; dengan wong desa. Apa yang penulis kemukakan hanya berdasarkan logika semata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Apa yang salah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; adanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;generalisasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam memandang BUMN. Sehingga dalam memperlakukannya pun hampir sama. Misalnya dalam melakukan penilaian kesehatan BUMN, sebagian besar indikator-indikator di ukur dalam ratio-ratio &lt;i style=""&gt;financial&lt;/i&gt; semata. Padahal terdapat perbedaan yang mendasar antara BUMN yang bersifat &lt;i style=""&gt;public service&lt;/i&gt; dengan yang murni bersifat &lt;i style=""&gt;profit oriented&lt;/i&gt;. Sebenarnya hal ini pun sudah disadari oleh beberapa kalangan , misalnya saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;salah seorang Auditor BPKP Saudara Jonshon Pakpahan mengusulkan untuk menggunakan &lt;i style=""&gt;Balance Scorecard&lt;/i&gt; untuk melakukan penilaian sehingga hasilnya lebih &lt;i style=""&gt;balance,&lt;/i&gt; artinya tidak hanya menilai dari aspek &lt;i style=""&gt;financial&lt;/i&gt; tetapi secara menyeluruh. Apa sebenarnya dampak generalisasi ini. Karena tidak ingin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dinilai tidak berhasil, maka setiap Direksi BUMN tadi sudah pasti akan melakukan tindakan-tindakan koreksi untuk memperbaiki kinerja &lt;i style=""&gt;financial&lt;/i&gt;, misalnya : menutup atau mengurangi &lt;i style=""&gt;point of service&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;outlet&lt;/i&gt; yang secara ekonomis tidak menguntungkan atau bahkan sangat merugikan. Celakanya hampir sebagian besar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;unit-unit layanan BUMN yang ada di pedesaan memang secara ekonomis merugi. Sehingga tidak heran kalau setelah adanya program Restrukturisasi banyak BUMN yang menutup unit layanannya di pedesaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau menyetop pertumbuhannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; adanya asumsi bahwa seluruh &lt;i style=""&gt;public goods&lt;/i&gt; sudah beralih menjadi &lt;i style=""&gt;private goods&lt;/i&gt;, artinya ; layanan-layanan public yang selama ini dikelola oleh Negara sudah mampu ditangani oleh swasta (&lt;i style=""&gt;private sector&lt;/i&gt;).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di perkotaan memang hal tersebut terjadi, misalnya sekarang layanan pengiriman pos, barang atau uang dan komunikasi sudah hampir sebagian besar dikelola oleh &lt;i style=""&gt;private sector&lt;/i&gt;. Tapi di pedesaan , dimana untuk mengelola &lt;i style=""&gt;public goods&lt;/i&gt; itu mengalami kerugian, mana ada &lt;i style=""&gt;private sector&lt;/i&gt; yang mau mengambil alih pengelolaan nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; dana PSO yang diberikan seakan-akan sudah mampu menjadi solusi untuk memecahkan permasalahan-permasalahan tersebut. Menurut pengamatan penulis, dana PSO tersebut hanya mampu mengkompensasi kerugian terhadap layanan &lt;i style=""&gt;public goods&lt;/i&gt; yang sudah ada. Tapi untuk pertumbuhan tingkat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;layanan (aksesabilitas) sama sekali tidak ada dampaknya. Sedangkan pertumbuhan penduduk juga semakin bertambah, sehingga ratio tingkat layanan per penduduk semakin menurun. Oleh karena itu, menurut hemat penulis adanya kompensasi dana PSO tidak cukup untuk menanggulangi permasalahannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; adanya biaya politik (&lt;i style=""&gt;political cost&lt;/i&gt;) yang tinggi akibat pengaruh kekuasaan yang harus ditanggung oleh BUMN. Hal ini disebabkan BUMN seringkali dijadikan sumber pendapatan bagi kelompok yang berkuasa. Sehingga kerugian BUMN tidak saja disebabkan oleh adanya keharusan memberikan pelayanan di pedesaan tetapi juga karena adanya biaya-biaya siluman. Tentunya hal ini memperburuk kondisi keuangan BUMN-BUMN. Repotnya lagi kondisi tersebut juga seringkali dijadikan sebagai alasan pokok dari rendahnya kinerja BUMN oleh Manajemen BUMN, meskipun sebagian persoalan sebenarnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena adanya pengelolaan yang buruk (tidak efektif dan efisien).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Hal-hal tersebut hanya sebagian persoalan yang menjadikan adanya stagnasi pertumbuhan layanan publik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di pedesaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Menurut penulis, ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk pemecahan masalah ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;, adanya komitmen yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tinggi dari pemerintah dan seluruh kalangan untuk memperhatikan pemerataan pembangunan di pedesaan khususnya dalam memperoleh layanan public. Komitmen itu tercermin dari adanya regulasi yang menjamin  tetap terselenggaranya  layanan publik  untuk masyarakat pedesaan , termasuk di dalamnya dalam hal strategi pembangunan dan pendanaannya.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; perlu adanya pemilahan dalam proses restrukturisasi dan privatisasi BUMN, sehingga BUMN yang bersifat layanan public harus tetap dipertahankan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; perlu dilakukan peninjauan ulang tentang kriteria-kriteria&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penilaian kesehatan kinerja BUMN yang lebih bersifat komprehensif dan integral selaras dengan misi masing – masing BUMN.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; mengurangi peluang terjadinya BUMN sebagai sapi perah dengan mengimplementasikan &lt;i style=""&gt;Good Corporate Governance&lt;/i&gt; secara nyata dan adanya akuntabilitas terhadap public.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;, melakukan pengkajian untuk alternative layanan public satu pintu (unit pengelola) untuk mengurangi kerugian apabila layanan public dikelola oleh masing-masing BUMN.  Salah satu proyek yang sedang dikembangkan oleh  Menkominfo yaitu Warmasif  perlu dikaji  bukan hanya masalah  teknisnya ,  tetapi  mungkin secara  integral dengan  kemungkinan  adanya  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;single point public utility.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-7562558603623841200?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/7562558603623841200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=7562558603623841200' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/7562558603623841200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/7562558603623841200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2008/11/bumn-vs-wong-desa-2.html' title='BUMN Vs Wong Desa (2)'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SR1YkgmucrI/AAAAAAAAAFs/CzKKZNnZF1E/s72-c/Wong+Desa+2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-2207327059089507950</id><published>2008-11-11T01:07:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T18:31:33.643-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Bisnis'/><title type='text'>Bisnis Franchise (Waralaba)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SRuRd5vvf3I/AAAAAAAAAFk/6vEDBi81_hg/s1600-h/Plant+Business.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 208px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SRuRd5vvf3I/AAAAAAAAAFk/6vEDBi81_hg/s320/Plant+Business.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267964132043226994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Ketika Anda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membuka bisnis ada beberapa alternatif yang dapat dipilih, salah satunya adalah dengan mengambil bisnis &lt;i style=""&gt;Franchising.&lt;/i&gt; Apabila Anda akan mengambil pilihan tersebut, maka ada baiknya berusaha sedikit memahami tentang bisnis ini sehingga ketika mengambil keputusan tersebut benar-benar menjadi pilihan yang sesuai dengan harapan Anda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Garamond;"&gt;Apa sebenarnya bisnis &lt;i style=""&gt;franchise &lt;/i&gt;ini? &lt;i style=""&gt;Franchising&lt;/i&gt; pada prinsipnya merupakan pembelian hak lisensi. Keuntungan bisnis ini &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;karena adanya kerjasama atau hubungan bisnis yang berkesinambungan antara si pembeli hak lisensi (&lt;i style=""&gt;franchisee&lt;/i&gt;) dengan pihak yang lisensinya dibeli (&lt;i style=""&gt;franchisor&lt;/i&gt;). &lt;i style=""&gt;Franchising&lt;/i&gt; merupakan suatu persatuan lisensi menurut hukum antara suatu (manufaktur) atau perusahaan yang menyelenggarakan, dengan penyalur (&lt;i style=""&gt;dealer&lt;/i&gt;) untuk melaksanakan kegiatan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Dengan &lt;i style=""&gt;franchising&lt;/i&gt; perusahaan diselenggarakan seolah – olah menjadi bagian dari suatu rangkaian yang besar, lengkap dengan nama, produk merek dagang, dan prosedur penyelenggaraan standar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Perkembangan Usaha Waralaba di Indonesia, saat ini sudah berkembang cukup pesat, baik yang bersifat Lokal maupun Lisensi Asing. Berdasarkan fakta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang ada&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;tingkat sukses Waralaba dengan menggunakan &lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Lisensi Asing &lt;/span&gt;mencapai 90%, sehingga tidak heran kalau banyak para Pengusaha yang mengambil pilihan Waralaba ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Tipe Frenchising&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Trade nama franchising&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Dalam hal ini, &lt;i style=""&gt;franchise&lt;/i&gt; memperoleh hak untuk memproduksi. Seperti : &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;PT. &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:placename&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Great&lt;/span&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:placetype&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;River&lt;/span&gt;&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt; memiliki hak untuk memproduksi pakaian dalam merek Triumph dengan lisensi dari Jerman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Product distribution franchising&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Dalam hal ini, &lt;i style=""&gt;franchise&lt;/i&gt; memperoleh hak untuk distribusi di wilayah tertentu, misalnya : soft drink, cosmetics.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pure franchising/business format&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Dalam hal ini &lt;i style=""&gt;franchise&lt;/i&gt; memperoleh hak seluruhnya, mulai dari &lt;i style=""&gt;trademark,&lt;/i&gt; penjualan, peralatan, metode operasi, strategi pemasaran, bantuan manajemen dan teknik, pengendalian kualitas, dll. Umpamanya restaurant, fast food, pendidikan, dan konsultan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Keuntungan dan Kerugian &lt;i style=""&gt;Franchising&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;Keuntungan bisnis &lt;i style=""&gt;franchising&lt;/i&gt; antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;Pengalaman dan faktor sukses (pengalaman bisnis dengan &lt;i style=""&gt;franchising &lt;/i&gt;di Amerika dapat memberikan tingkat keberhasilan 93%, sedangkan bisnis biasa hanya memberikan tingkat keberhasilan sekitar 35%).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Bantuan keuangan dari &lt;i style=""&gt;franchisor&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Brand name&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt; dan reputasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Bisnis sudah terbangun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Standarisasi mutu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Biaya produksi rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Kesiapan menajemen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Bantuan manajemen dan teknik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Profit lebih tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Perlindungan wilayah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Memperoleh manfaat &lt;i style=""&gt;market research&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;product development&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Risiko gagal kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Kerugian &lt;i style=""&gt;Franchising&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;Program latihan &lt;i style=""&gt;franchisor &lt;/i&gt;terkadang jauh dari harapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;Franchisor &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;hanya sedikit memberikan kebebasan&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Bantuan yang diberikan &lt;i&gt;Franchisor &lt;/i&gt;antara lain berupa :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pelatihan manajemen dan staf serta rekruitmen karyawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pelatihan diberikan agar manajemen dan bawahannya yang mengoperasikan franchise dapat memberikan servis, produk, serta kualitas yang sesuai dengan franchisornya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pemilihan dan pengkajian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Dalam kaitannya dengan tingkat kependudukan, angka pendapatan perkapita, latar belakang etnik, arus lalu lintas, jarak dengan saingan, tempat parkir, dll. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="ES" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="ES" style="font-family:Garamond;"&gt;Rancangan fasilitas dan rencana bangunan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="ES" style="font-family:Garamond;"&gt;Agar tempat franchise mirip dengan aslinya dalam hal denah dan dekorasi tempat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Spesifikasi peralatan dan produk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Sehubungan dengan upaya agar mutu tetap sama, disamping untuk pengendalian jumlah penjualan, franchise diwajibkan untuk membeli berbagai produk yang dibuat berdasarkan “resep rahasia”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Dukungan promosi dan iklan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Dalam hal ini, &lt;i style=""&gt;frenchisor&lt;/i&gt; wajib mengkoordinasi dan bertanggung jawab terhadap periklanan dan promosi yang dilakukan &lt;i style=""&gt;franchise&lt;/i&gt;nya. Pada umumnya biaya iklan ditanggung bersama oleh semua &lt;i style=""&gt;outlet&lt;/i&gt; yang ada pada suatu negara/wilayah, yang berkisar 1% sampai 6% penjualan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Bantuan pada pembukaan &lt;i style=""&gt;franchise.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Untuk keperluan ini,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Franchisor&lt;/i&gt; akan memberikan saran-saran dalam soal staf, dan bahan fasilitas yang diperlukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Bantuan dalam pendanaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Secara umum, &lt;i style=""&gt;franchisor &lt;/i&gt;memiliki hubungan baik dengan bank. Keadaan ini akan memudahkan dalam pendanaan &lt;i style=""&gt;franchise&lt;/i&gt; dengan syarat pinjaman yang lebih ringan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pengawasan yang berlanjut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pencatatan dan akuntansi, konsultasi, pemeriksaan dan standar, promosi, pengendalian kualitas, nasihat hukum, riset maupun sumber material. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Contoh Franchise di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt; .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Franchise Lokal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Fast food : &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ayam goreng Ny Tanzil, California Fried Chicken, Beef Bowl, Isabento.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="NL" style="font-family:Garamond;"&gt;Restauran /café/bar: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ayam goreng Mbok Berek, Ayam goreng Ny. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Suharti, Es teler 77, Delly Joy, King Friend Chicken &amp;amp; Steak, Laura Arfura, Mie Tek Tek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pizza/es krim/donut/cakes: Holland Bakery, Croisant de France, Nilla Chandra cakes. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Franchising Asing.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Fast Food: KFC, &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Texas&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt; Fried Chicken, Mc. Donald, A &amp;amp; W, Wendyis, H&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Restauran/café/bar: Red Lobster, Panderosa, Sizzler, Hong Bin Lao, Black Angus, Fashion Café, Hard Rock&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pizza/es krim/Youghurt/donut: Pizza Hut, Round table pizza, Jolli Bee, Baskin, Robins, Dunkin Donuts, Swensens, Yogen Fruzz&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Garamond;"&gt;Soft drink : Green spot,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Coca Cola,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pepsi Cola,Gatorade&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Kiat Memilih Waralaba&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Produk yang dijual harus disukai oleh semua orang. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;Misal, dalam bidang makanan, rasa harus disukai oleh semua orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;Merek dagang produk harus sudah dikenal. Paling sedikit di 5-10 negara. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Merek tersebut biasanya sudah sering dipublikasikan melalui media masa sehingga dapat langsung memasuki pasaran dan berkembang begitu outletnya dibuka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;Harus standar dalam segala aspek:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Produk, Manajemen dan Tata ruang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Jenis Usaha Potensial Waralaba&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Produk dan Jasa Otomotif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Bantuan dan Jasa Bisnis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Produk dan Jasa Konstruksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Jasa Pendidikan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Rekreasi dan Hiburan.&lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Fast food dan Take Away (Makanan siap saji).&lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Food Stalls (Stan Makanan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Perawatan Kesehatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Jasa membersihkan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Retailing (Eceran). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-2207327059089507950?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/2207327059089507950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=2207327059089507950' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/2207327059089507950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/2207327059089507950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2008/11/bisnis-franchise-waralaba.html' title='Bisnis Franchise (Waralaba)'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SRuRd5vvf3I/AAAAAAAAAFk/6vEDBi81_hg/s72-c/Plant+Business.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-3416003366361006911</id><published>2008-11-10T05:37:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T20:24:03.099-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Romantic Dinner Ala Resto Café Cap Pohon Mangga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SRkIzBDkifI/AAAAAAAAAFc/1C2qZ6M_vUE/s1600-h/Romantic+Dinner.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 260px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SRkIzBDkifI/AAAAAAAAAFc/1C2qZ6M_vUE/s400/Romantic+Dinner.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267250911736269298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;Oleh: Ibnu Dahwan*)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;Suatu hari penulis menerima sms dari seorang temen yang kebetulan satu daerah. Bunyinya gini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;”Nu, esok aku arep lunga ning &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;, lamun bisa pengene ketemu &lt;st1:city st="on"&gt;bari&lt;/st1:city&gt; batur –batur kita kang ana ning &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Pengene sih sekalian makan malam. Jadi tulung ira luru tempat mangan kang enak , bersih, panganane enak, ya lamun bisa sih kang ana musike biar rada romantis konon, tapi hargane kang murah aja kang mahal-mahal soale isun beli gawa duit akeh. Suwun ya.” (Bahasa Campuran Wong Grage)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;Jengkel campur enek juga baca sms temenku yang satu itu. Bayangin aja udah sih duit pas-pasan, pengen makan enak di tempat yang bagus, malahan kalo bisa yang ada musiknya biar romantis. Bacanya aja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebel, apalagi penuhi permintaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;Tapi karena penasaran penulis coba tanya &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, tanya sini sama temen-temen kantor tentunya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;restoran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang : masakan, tempat, bagus ada musik tapi jelas mahal. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; juga restoran yang :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masakannya enak, tempatnya bagus dan gak terlalu mahal tapi gak ada musiknya. Ada Restoran yang : ada musiknya tempatnya bagus gak terlalu mahal tapi makanannya gak enak. Wah, ya memang sulit dapat memenuhi criteria yang dikemukakan temanku itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;Sampai akhirnya salah seorang temanku menyarankan lihat restoran yang namanya Resto Café Cap Pohon Mangga lokasinya di Jalan Leuwipanjang (dekat Simpang BKR). Tadinya penulis juga agak heran karena setahu penulis daerah itu bukan daerah tempat hiburan, malah kalau kita kesana juga rasanya kurang nyaman karena lokasinya dekat terminal bus antar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;Kebetulan hari itu Jumat malam, penulis sengaja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengunjungi restoran itu sendiri untuk survey lokasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sampai di Jalan yang dituju, karena papan nama restoran yang tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;begitu menyolok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penulis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hampir kelewat. Penulis masuk dari pintu depan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasanya biasa aja tidak ada yang istimewa. Dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ruangan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih kurang 9 meter per segi, ada kursi-kursi dan meja makan serta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersedia masakan ala buffet yang siap saji . Karena penulis ingin masakan yang &lt;i&gt;fresh&lt;/i&gt; ( baru dimasak ) jadi penulis langsung tanya ke pelayan apa ada menu lain. Pelayan menyilahkan penulis mengambil tempat duduk di ruang bagian dalam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;Ternyata restaurant itu berbentuk huruf L, di bagian dalam memanjang ke kanan lumayan luas kurang lebih tersedia 10 meja makan dan sedikit kebun. Meja- meja dan kursi makan tertata dengan rapi dan setiap meja tersedia table menu. Masakan yang ada pada table menu cukup banyak (variatif) dan sebagian besar masakan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Hanya yang khas semua masakan itu dimasak dengan menggunakan bumbu masak Cap Pohon Mangga dan menurut penjelasan karyawan yang ada disana, semua masakan itu sudah dibuatkan hak patennya. Wah! Tentu saja hal itu membuat penulis merasa tertarik dan tidak sabar untuk mencicipi masakannya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;Ketika penulis sedang menunggu masakan yang penulis pesan, datang 3 orang anak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;muda bawa alat musik (2 orang pegang guitar dan 1 bawa biola). Mereka langsung duduk di kursi kebun yang rupanya sudah disiapkan untuk para pemusik itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;Sambil nikmati masakan yang penulis pesan (Capcay + Juice Jambu), nikmati alunan lagu – lagu romantis tempo dulu: Lady, Crazy, Yesterday,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Knife, Everything I Do I'll Do It for You, Careless Whisper dan beberapa Lagu Kenny Rogers, Al Divo.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Waduh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nikmatnya, penulis bayangkan kalau &lt;i&gt;Dinner&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan &lt;i&gt;candle light&lt;/i&gt; itu sambil dengan seseorang yang kita cintai..&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sayang penulis bukan orang yang pandai melukiskan suasana yang jelas bukan promosi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Luar Biasa&lt;/i&gt; banget, terutama alunan biolanya rasanya membawa penulis ke masa romantisme 80an. Sampai kira – kira 12 lagu berlalu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rasanya waktu begitu pendek. Penulis pun sampai tidak segan memberi Tips yang biasanya jarang penulis lakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;Kualitas makanan yang lezat (&lt;i style=""&gt;Good Product&lt;/i&gt;), harga terjangkau (&lt;i style=""&gt;Good Price&lt;/i&gt;),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pelayanan yang ramah (&lt;i style=""&gt;Best Services&lt;/i&gt;), tempat yang nyaman (&lt;i style=""&gt;Nice Place&lt;/i&gt;) dan musik yang indah meskipun pemusiknya sangat sederhana (&lt;i style=""&gt;Best &lt;span style=""&gt;Value&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; ),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sungguh suatu paduan &lt;i style=""&gt;Marketing Mix&lt;/i&gt; yang sangat sempurna bagi sebuah restaurant. Anda telah memberikan &lt;i&gt;something different&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;to the Customers especially for me. Anda tidak hanya membuat pelanggan merasa puas, tapi berkesan sehingga membuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya ingin selalu kembali mengunjungi restaurant&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Anda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;That’ s the Customers Delight! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;Jika banyak restaurant lain melakukan pelayanan seperti Resto Café Cap Pohon Mangga, indahnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suasana malam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; bukan hanya dapat dinikmati oleh orang yang dompetnya tebal, tapi juga yang dompetnya tipis .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt;Thank's to Resto Cafe Cap Pohon Mangga for beautiful night&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Garamond;"&gt; . Semoga restaurantnya tambah maju. Semoga tulisan ini pun memberikan inspirasi bagi para pengusaha restaurant lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-3416003366361006911?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/3416003366361006911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=3416003366361006911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/3416003366361006911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/3416003366361006911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2008/11/romantic-dinner-ala-resto-caf-cap-pohon.html' title='Romantic Dinner Ala Resto Café Cap Pohon Mangga'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SRkIzBDkifI/AAAAAAAAAFc/1C2qZ6M_vUE/s72-c/Romantic+Dinner.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-4911061006432083121</id><published>2008-10-29T21:13:00.000-07:00</published><updated>2008-11-04T01:20:38.757-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Bisnis'/><title type='text'>Penentuan Harga</title><content type='html'>&lt;p style="margin-left: 0.26in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada tiga pendekatan dalam penentuan harga : pendekatan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;supply&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;demand&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;, pendekatan yang berorientasi ke biaya, dan pendekatan pasar. Meskipun ketiganya berbeda, tapi pada prinsipnya mereka saling melengkapi. Dengan ketiga alat tersebut, perusahaan dijamin bahwa harga yang ditentukan akan menutupi biaya, menghasilkan keuntungan, dan citra produk yang baik pada konsumen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 200%;"&gt;  &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendekatan  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Supply&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;  dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Demand&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.52in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Interaksi antara &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;supply &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;demand &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;merupakan proses tawar menawar yang tidak terlihat dan informal yang secara terus menerus untuk menegosiasikan jumlah produk yang akan dibuat atau dikonsumsikan pada tingkat harga tertentu. Pada saat tingkat harga tinggi, produsen akan mau menghasilkan banyak produk dan jika tingkat harga yang rendah akan mengkonotasikan tingkat penawaran yang rendah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.52in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Demand&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; adalah kualitas barang yang akan dibeli konsumen pada tingkat harga tertentu. Harga yang tinggi akan menyebabkan konsumen akan mencari produk alternatif. Sebaliknya, harga yang rendah akan mendorong konsumen membeli lebih banyak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Equilibrium price&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; adalah tingkatan harga saat konsumen bersedia membayar seimbang dengan kuantitas yang akan dihasilkan produsen. Pendekatan ini bisa berjalan untuk pasar keseluruhan, tapi sulit dijalankan untuk suatu produk individual. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 200%;"&gt;  &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendekatan  Yang Berorientasi Pada Biaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.52in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendekatan ini dilakukan dengan menjumlah biaya yang dikeluarkan untuk membuat barang ditambah biaya untuk jasa yang terkait, biaya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;overhead&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;, dan tingkat keuntungan yang diinginkan. Dalam pendekatan yang berorientasi pada biaya ini, ada dua macam pendekatan yang bisa digunakan yaitu : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;mark up pricing&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;break-even analysis&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.52in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Mark up pricing &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dilakukan dengan menghitung seluruh biaya yang terkait dalam suatu produk kemudian ditentukan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;markup&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; untuk menutupi biaya dan tingkat keuntungan yang diinginkan. Perhitungan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;mark up&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; bisa dilakukan dengan rumus sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;  &lt;table border="0" cellpadding="7" cellspacing="0" width="100%"&gt;   &lt;col width="96*"&gt;   &lt;col width="160*"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td width="37%"&gt;     &lt;p lang="nb-NO"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="63%"&gt;     &lt;p lang="nb-NO"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Harga Jual -     Biaya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td width="37%"&gt;     &lt;p lang="nb-NO"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Prosentase Mark     up :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="63%"&gt;     &lt;p lang="nb-NO"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;_________________&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td width="37%"&gt;     &lt;p lang="nb-NO"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="63%"&gt;     &lt;p lang="nb-NO"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Harga Jual&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p style="margin-left: 0.47in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify" lang="nb-NO"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.47in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="nb-NO"&gt;&lt;i&gt;Break even analysis (&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="nb-NO"&gt;analisis pulang pokok) adalah metoda penentuan jumlah unit yang harus dijual pada tingkat harga tertentu untuk menutupi biaya dan menghasilkan keuntungan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam metoda ini, perusahaan membandingkan biaya total dan penerimaan total. Biaya total terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.47in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Biaya tetap merupakan biaya yang jumlahnya tetap berapapun unit yang diproduksi. Biaya variabel merupakan biaya yang jumlahnya berubah sesuai peningkatan jumlah produk. Penerimaan total terdapat dari perkalian harga jual dan kualitas produk yang dijual. Titik pulang pokok bisa dihitung dengan rumus sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;  &lt;table border="0" cellpadding="7" cellspacing="0" width="100%"&gt;   &lt;col width="66*"&gt;   &lt;col width="190*"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td width="26%"&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="74%"&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Biaya     Tetap Total&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td width="26%"&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;BEP     (UNIT):&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="74%"&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;________________________&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td width="26%"&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="74%"&gt;     &lt;p align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Harga     per Unit – Biaya Variabel per Unit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;ol start="3"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 200%;" align="justify"&gt;  &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendekatan  Pasar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendekatan ini mengasumsikan bahwa variabel dalam pasar mempengaruhi harga. Faktor-faktor tersebut meliputi faktor Politik, Sosial, budaya, persepsi Individu, persaingan, waktu, serta &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;good will&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Strategi Penentuan Harga Yang Bisa Digunakan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.26in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada berbagai strategi penentuan harga yang bisa digunakan. Pertimbangan-pertimbangan yang seringkali digunakan dalam strategi penentuan harga yang dipakai adalah : sasaran perusahaan, tahapan produk dalam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;product life cycle (&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;daur ulang suatu produk), dan kondisi persaingan. Beberapa strategi yang bisa digunakan antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt;  &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Skimming  pricing&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;;  penentuan harga tinggi saat produk pertama memasuki pasar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Penetraling  pricing&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;;  penentuan harga rendah untuk menembus pasar dan mendapatkan pangsa  pasar baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Odd  pricing&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;:  penentuan harga dengan mengurangi sedikit dari jumlah tertentu  (misal: Rp 9.995)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Follow  the leader pricing&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;:  penentuan harga didasarkan pada harga yang ditentukan pemimpin  pasar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Price  Lining&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;:  penentuan harga yang berbeda unutk tiap model produk yang berbeda  dan jenis produk tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Relative  Pricing&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;:  penentuan harga yang bisa jadi lebih besar, sama, atau lebih kecil  dari pesaing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Psychological  pricing&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;:  hampir sama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Ood  Pricing&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Multiple  unit pricing&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;:  penentuan harga lebih murah jika membeli dalam jumlah tertentu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Leader  Pricing&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;  : Menjual barang yang menarik di bawah harga pasar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.19in; line-height: 200%;" align="justify"&gt;  &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Price  discount&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;:  pengurangan dari harga yang telah ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-4911061006432083121?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/4911061006432083121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=4911061006432083121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/4911061006432083121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/4911061006432083121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2008/10/penentuan-harga.html' title='Penentuan Harga'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-3746806600220063857</id><published>2008-10-28T03:24:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T07:51:27.128-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMN'/><title type='text'>BUMN Vs Wong Desa (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SQcm3K1oIjI/AAAAAAAAAFU/DGKNdqpUoeY/s1600-h/small+vilage.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SQcm3K1oIjI/AAAAAAAAAFU/DGKNdqpUoeY/s400/small+vilage.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262217418849657394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Oleh : Ibnu Dahwan*)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Segala sesuatu berubah. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;Yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Belasan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun yang lalu, ketika kita bicara BUMN, biasanya yang jadi idiom ialah bagaimana mengoptimalkan peranan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;strategis BUMN sebagai salah satu sokoguru perekonomian nasional. Khusus BUMN yang bersifat &lt;i style=""&gt;public service&lt;/i&gt; seperti: perposan, telekomunikasi, listrik dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keuangan (perbankan) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan perintisan seperti perusahaan angkutan (darat, laut dan udara), yang jadi isue ialah bagaimana melakukan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;peranan utamanya sebagai &lt;i style=""&gt;agent of change&lt;/i&gt; khususnya dalam mentransformasikan masyarakat pedesaan dan daerah terpencil, sehingga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mampu mempercepat (mengakselerasikan) pembangunan di pedesaan dan daerah terpencil. Hal tersebut terjadi karena BUMN merupakan alat pelaksana kebijakan pemerintah yang waktu itu secara jelas mengusung ideologi Trilogi Pembangunan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang antara lain bagaimana memacu pertumbuhan sekaligus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemerataan pembangunan. Oleh karena itu, tidak heran saat itu orang-orang di pedesaan dan daerah terpencil sangat berharap banyak terhadap pelayanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang dilakukan oleh BUMN-BUMN tersebut. Meskipun kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditanya apa itu BUMN mungkin mereka sendiri gak pernah tahu, karena yang mereka kenal mungkin hanya kata-kata:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pos , telekom, listrik, bank rakyat (BRI), pegadaian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau DAMRI serta Merpati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Jaman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memang sudah berubah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;paradigma pembangunan pun mungkin sudah berubah. (Mohon maaf setelah masa reformasi ini, penulis sendiri belum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;paham sebenarnya paradigma apa yang sedang dilaksanakan oleh Bangsa Indonesia.........ya barangkali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;desentralisasi dan otonomi serta demokratisasi yang sekarang lagi mengemuka).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Saat ini kalau kita simak isue tentang BUMN baik di media cetak atau elektronik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebagian besar dipenuhi dengan idiom-idiom : &lt;i style=""&gt;korupsi dan privatisasi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dan yang membicarakannya pun sekarang lebih banyak dipenuhi oleh opini atau pendapat kalangan politisi, LSM,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ekonom, selain dan kalangan birokrat sendiri. Kini kalau kita bicara tentang BUMN rasanya hanya kelompok elit saja yang punya hak. Wong desa, mohon maaf mungkin sudah tidak punya hak dan tidak ada relevansinya untuk ikut-ikut bicara dan kalau pun diajak bicara mungkin gak akan ngerti karena isue-isue yang dikembangkan jauh dari pemahaman mereka tentang BUMN.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kalangan politisi dan LSM mungkin menyoroti BUMN dengan isue seputar korupsi yang begitu menyeruak dalam tubuh BUMN. Stigma BUMN sebagai sarang koruptor rasanya sudah bukan hal yang aneh, sehingga Sang Presiden (SBY) pun ikut merasa terpancing dan memberikan komentar tentang stigma ini . Begitu gencarnya sorotan terhadap BUMN, sehingga BUMN yang masa sebelum reformasi merupakan institusi yang cukup tertutup, saat ini terpaksa harus mulai membuka diri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Rendahnya kinerja BUMN disebabkan disamping pengelolaan yang tidak profesional, adanya korupsi dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;banyak pihak menjadikan BUMN sebagai sapi perah. Oleh karena itu memang diperlukan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;langkah-langkah perbaikan yang cukup radikal dan terencana untuk menyehatkan BUMN-BUMN tersebut. Pada saat awal reformasi sebenarnya upaya penyehatan BUMN sudah mulai dirancang dengan disusunnya Masterplan Reformasi BUMN yang dikeluarkan oleh Kantor Menteri Negara Pendayagunaan BUMN/Badan Pengelola BUMN yang saat itu dikomandani oleh Pak Tanri Abeng.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut Pak Menteri semua hal yang menyebabkan rendahnya kinerja BUMN tersebut perlu diobati dengan apa yang namanya: Restrukturisasi dan Privatisasi. Yang anehnya justru &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;langkah yang terakhir ini yang sekarang mengemuka, tidak aneh karena langkah restrukturisasi dilakukan hanya sebagai langkah antara untuk menuju privatisasi. Terus terang penulis sendiri tidak bermaksud menyoroti seluruh kebijakan yang berkaitan dengan reformasi BUMN. Sesuai dengan &lt;i style=""&gt;background &lt;/i&gt;pengalaman yang penulis alami tentunya hanya ingin sedikit mengupas tentang pengaruh kebijakan privatisasi BUMN di sektor &lt;i style=""&gt;public service&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="PT-BR"&gt;Sekilas aja ilustrasi beberapa dampak privatisasi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="PT-BR"&gt;Pak Kliwon&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ingin memberitahukan ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu musibah yang sedang dialami keluarga terhadap anaknya yang ada di Jakarta . Dengan berbekal nomor HP yang ia dapatkan dari anaknya ia bermaksud menelpon di sebuah wartel atau fasilitas telepon terdekat. Terpaksa ia harus melakukan perjalanan sejauh hampir 30 km dengan beberapa kali naik angkutan dari mulai ojeg angkutan pedesaan sampai becak dan mengeluarkan biaya transport sebesar Rp. 25.000,- pulang pergi. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kenapa? Karena di desanya bahkan di kecamatannya sarana telekomunikasi belum ada. Yang sudah ada di kecamatan tetangga yang kebetulan sudah dibangun jaringan telepon sebelum perusahaan telekom menjadi PT dan menjalin KSO.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sejak KSO , sudah tidak ada lagi penambahan jaringan telepon di desa .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Ini hanya sekedar gambaran, nasib Womg Desa udah miskin harus membayar lebih mahal hanya untuk mendapatkan layanan telekomunikasi yang seharusnya merupakan kewajiban pemerintah (Universal Service Obligation) untuk menyediakan sarana telekomunikasi yang murah untuk seluruh penduduk termasuk di pedesaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Bandingkan dengan Anda yang tinggal di kota, saat ini Anda sudah bisa mendapatkan layanan telekomunikasi 3 G cukup di rumah. Kalau untuk yang ekonominya pas-pasan pun masih bisa ke Warnet/Wartel yang mungkin jaraknya hanya 100 meter dari rumah Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Begitu juga dengan Ibu Legi, kebetulan dapat kiriman wesel dari anaknya yang sudah bekerja di kota. Enggak seberapa cuman Rp. 100.000,- , tapi itupun bagi ibu Legi sudah sangat besar, karena dari upah kerjanya sebagai buruh tani ia hanya dapat Rp. 60.000,- per minggu. Terpaksa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia harus ke ibu kota kecamatan tetangganya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang jaraknya kurang lebih 25 km. Karena beberapa tahun yang lalu PT Pos Indonesia dalam rangka efisiensi harus menutup kantornya yang masih menyewa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di ibu kota kecamatan tempat ibu Legi tinggal. Sedangkan kalau dikirim melalui bank&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah lama satu-satunya bank (Unit BRI) tutup, sehingga yang ada hanya di ibukota kabupaten. Terpaksa bu Legi harus mengeluarkan ongkos Rp Rp 20.000,-&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya untuk memperoleh uang Rp 100.000,-. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Bayangkan juga ketika Anda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang di kota melakukan transaksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keuangan, saat ini bisa dengan sms atau internet sambil tiduran Anda bisa melakukan transaksi keuangan. Murah dan nyaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Meskipun hal-hal yang dikemukakan di atas sekedar ilustrasi, namun dalam realita kondisinya bisa jauh lebih parah dan menyedihkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Siapa yang salah, apakah PT Telkom atau PT Pos atau BRI dan BUMN lain. Ada permasalahan yang memang bersifat struktural, yaitu adanya peran ganda yang memang sulit untuk dilakukan, yaitu peran sebagai : perusahaan yang bersifat &lt;i style=""&gt;profit oriented&lt;/i&gt; sekaligus harus mengemban sebuah misi sosial (&lt;i style=""&gt;public service&lt;/i&gt;) seperti USO. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Mana mungkin PT Telkom membangun jaringan kabel telepon ke pedesaan yang konsumennya hanya konsumen pasif&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(hanya terima telepon) sedangkan untuk membangun dibutuhkan 2.000 US $ per satuan sambungan (ini informasi dari teman penulis yang kebetulan waktu itu menjadi KaKancatel). Karena sebagai perusahaan publik yang kinerjanya diukur dengan ratio-ratio keuangan pasti gak usah berpikir lagi siapapun Direksinya pasti akan menghindari investasi yang merugikan ( Gak jelas kapan modal kembali).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sama juga yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia (atau mungkinBRI), bagaimana mungkin akan meneruskan pelayanan yang hanya menghasilkan pendapatan Rp. 500.000 per bulan sementara biaya operasionalnya mencapai Rp 3.000.000,- per bulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Ketika PT Telkom dan PT Pos Indonesia menjadi Perum mungkin hal-hal tersebut tidak terjadi. Karena orientasi perusahaan-perusahaan tadi melulu untuk pelayanan publik. Tapi ketika status berubah menjadi PT apalagi sudah IPO, tentunya prilaku organisasinya menjadi berubah secara naluriah dan tekanan pihak &lt;i style=""&gt;owner &lt;/i&gt;pun pasti menjadi berbeda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Ilustrasi yang tadi dikemukakan mungkin sekedar gambaran, ketika kalangan elit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbicara tentang isue-isue seputar BUMN, Wong Desa sudah merasakan dampaknya langsung dan mungkin yang tidak pernah terpikirkan oleh mereka yang membicarakannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-family:Garamond;"&gt;Nasib ........siapa suruh tinggal di desa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-3746806600220063857?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/3746806600220063857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=3746806600220063857' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/3746806600220063857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/3746806600220063857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2008/10/bumn-vs-wong-desa-1.html' title='BUMN Vs Wong Desa (1)'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SQcm3K1oIjI/AAAAAAAAAFU/DGKNdqpUoeY/s72-c/small+vilage.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-5029518729856627546</id><published>2008-10-22T02:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T07:21:28.176-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Manusia'/><title type='text'>Tips For Young Leaders</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SQcfsWfgDfI/AAAAAAAAAFE/sDlqpSavvgM/s1600-h/young+business.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SQcfsWfgDfI/AAAAAAAAAFE/sDlqpSavvgM/s320/young+business.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262209536418123250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:14;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh: Ibnu Dahwan*)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Ketika penulis masih relative usia muda, pernah membaca salah satu buku Bung Karno (penulis lupa mungkin Di bawah Bendera Revolusi) yang kata-katanya sampai saat ini masih ingat betul ”Masa depan adalah milik kalian para pemuda.” &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Ketika kita masih muda memang rasanya apapun bisa kita lakukan. Semangat yang tinggi, ingin mengetahui berbagai hal, berani mengambil resiko, pokoknya dengan kemudaan rasanya dunia memang sepertinya sangat menantang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Tapi ketika pertama kali kita ditunjuk menjadi Pimpinan suatu kantor atau organisasi, seringkali kita kebingungan, apa yang harus saya lakukan, bagaimana cara melakukannya, dan timbul banyak pertanyaan lain yang menggumpal dibenak kita. Sepertinya kita tidak pernah siap ketika ditunjuk menjadi Pimpinan, meskipun sebenarnya ilmu manajemen &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan ilmu-ilmu lainnya mungkin sedikit banyak kita pernah dapatkan, tapi tetap saja kita belum pernah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;merasa siap benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Sebenarnya hal tersebut sangat wajar dan manusiawi, karena meskipun secara teoritis kita mendapatkan ilmu-ilmu di bangku kuliah, namun jarang sekali kita mendapatkannya dalam bentuk praktek, terutama biasanya dalam memenej sumber daya manusia. Kalau hal itu terjadi &lt;i style=""&gt;Anda jangan merasa kecil hati, karena mungkin hampir semua orang mengalami hal yang sama ketika pertama kali ditunjuk untuk memimpin suatu kantor&lt;/i&gt;. Sebagai kata penghibur, memang tidak ada sekolah kepala kantor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Mau jadi Pemimpin seperti apa sih kita ? Sebenarnya banyak gaya-gaya kepemimpinan yang dapat kita lakukan. Anda mungkin lebih memilih menjadi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Seorang Otoriter atau Demokratis, Anda juga mungkin dapat menjadi Seorang seorang Pimpinan Yang Berorientasi kepada Tugas atau Pimpinan Yang berorientasi kepada Karyawan (&lt;i&gt; Rensist Likert ) &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;atau&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Anda juga bisa menggunakan alternatif gaya yang dikemukakan dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Managerial grid nya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Blake dan Mouton,&lt;/i&gt; atau bahkan menjadi type pemimpin seperti dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara. Apapun type gaya kepemimpinan yang Anda pilih, penulis yakin tujuan utamanya menjadi Pemimpin yang berhasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Keberhasilan memimpin suatu organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan kita dalam memenej sumber daya manusia, karena manusia adalah aset yang sangat berharga dalam setiap organisasi. Setinggi apapun teknologi, sebesar apapun jumlah modal yang ada, dsb, sangat ditentukan oleh kemampuan Sumber Daya Manusia sebagai pengelolanya (&lt;i&gt;The man behind the guns&lt;/i&gt;). Mungkin kiat-kiat bagaimana mengelola Sumber Daya Manusia yang penulis kutip dari seri Manajemen (The Portable MBA) yang dikarang Allan R Cohen ini dapat dijadikan salah satu referensi ketika Anda pertama kali ditunjuk menjadi seorang Pimpinan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Cara terbaik bagi seorang manajer untuk memahami perilaku seorang karyawan adalah memandang perilaku tersebut dari sudut pandang karyawan yang bersangkutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Perilaku seorang karyawan dihasilkan dari kombinasi sejumlah faktor, termasuk yang dibawa karyawan tersebut ke dalam situasi, dan apa yang disyaratkan situasi tersebut dari karyawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi situasi termasuk keadaan,teknologi, sistem imbal jasa dan budaya organisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Salah satu tugas seorang manajer adalah memahami perbedaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antar pribadi, termasuk perbedaan antar budaya, menemukan cara-cara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menciptakan kesesuaian antar pribadi yang tepat;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan membantu para karyawan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk belajar bagaimana menjembatani antar perbedaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Semua karyawan dapat terkena stress pada suatu saat, salah satu tugas manajer adalah memahami baik sumber&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maupun gejala stress tersebut, dan membantu mencari jalan keluar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk mencegah kemunduran kinerja karyawan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Manusia memiliki diri yang berbeda dalam situasi yang berbeda, tergantung kepada peran yang harus dimainkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Para karyawan menanggapi setiap perubahan secara berbeda, bahkan ketika perubahan itu untuk meningkatkan produktivitas mereka. Ada yang menolak, setengah menerima atau menerimanya secara penuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Para karyawan yang paling berharga kadang terdapat pada mereka yang sulit untuk dikelola.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Setiap karyawan sangat dipengaruhi standar nilai, keyakinan , dan etika dalam perilakunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Garamond;"&gt;Dengan memahami hal-hal tersebut mudah-mudahan dapat memberi sedikit gambaran bagaimana Anda seorang pemimpin muda dapat mengelola sumber daya manusia di tempat Anda bekerja secara efektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-5029518729856627546?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/5029518729856627546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=5029518729856627546' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/5029518729856627546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/5029518729856627546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2008/10/tips-for-young-leaders.html' title='Tips For Young Leaders'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710195700185583661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SUHl59kg5mI/AAAAAAAAAGg/yxKGq09Whf0/S220/100_0399.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SQcfsWfgDfI/AAAAAAAAAFE/sDlqpSavvgM/s72-c/young+business.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4259193208150280017.post-9077004401207236995</id><published>2008-10-16T21:11:00.000-07:00</published><updated>2008-10-16T23:29:41.143-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Manusia'/><title type='text'>Memanusiakan Manusia (6)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SPgwxVIBvlI/AAAAAAAAAEk/fZeKZuPclyw/s1600-h/jabattangan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lL4jDTrP-Ag/SPgwxVIBvlI/AAAAAAAAAEk/fZeKZuPclyw/s320/jabattangan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258006188997590610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:14;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kaala&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Laukna Herang Caina&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:14;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh Ibnu Dahwan*)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Salah satu pekerjaan yang paling kurang disukai oleh seorang Pimpinan ialah memberikan &lt;i style=""&gt;punishment &lt;/i&gt;(hukuman) kepada karyawan. Hal tersebut tentunya dapat dimaklumi, karena biasanya akibat penjatuhan sanksi hubungan antara atasan dan bawahan menjadi kurang atau bahkan tidak harmonis lagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun mau tidak mau atau suka tidak suka setiap Pimpinan harus melakukan tindakan tersebut jika memang diperlukan. Karena &lt;i style=""&gt;punishment&lt;/i&gt; pada hakekatnya merupakan bagian dari pembinaan karyawan selain dari pemberian &lt;i style=""&gt;reward.&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Punishment dilakukan karena adanya pelanggaran terhadap disiplin atau ketidaktaatan terhadap peraturan atau juga mungkin karena tidak tercapainya target –target yang telah ditetapkan. Tanpa adanya ketegasan dalam pemberian punishment, organisasi akan berjalan tidak efektif , meskipun organisasi atau perusahaan telah memiliki system yang cukup baik. Kecenderungan membiarkan seorang yang telah melakukan pelanggaran tanpa &lt;i style=""&gt;punishment, &lt;/i&gt;akan menimbulkan dorongan kepada karyawan lain untuk membuat pelanggaran yang sama atau pelanggaran lain. Hal ini wajar karena , setiap karyawan pada hakekatnya ingin diperlakukan secara adil tanpa adanya pilih kasih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Yang jadi persoalan ialah bagaimana memberikan &lt;i style=""&gt;punishment &lt;/i&gt;secara tepat (manusiawi) atau dalam istilah orang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt; Kaala&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Laukna Herang Caina, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemberian &lt;i style=""&gt;punishment&lt;/i&gt; yang kurang bijaksana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selain akan menimbulkan demotivasi juga akan sangat berpengaruh terhadap hubungan antara atasan dan bawahan. Beberapa cerita yang pernah penulis dari rekan-rekan yang telah memberikan &lt;i style=""&gt;punishment,&lt;/i&gt; malah sampai berujung pada ancaman (kekerasan) terhadap atasan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;Penulis sendiri paling tidak mengalami 2 kasus memberikan &lt;i style=""&gt;punishment&lt;/i&gt; yang selalu jadi ingatan penulis. Kasus pertama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  &gt;Saat penulis baru menjabat Pimpinan suatu kantor, penulis di telepon oleh Pimpinan Wilayah. ” Pak Ibnu, selamat ya atas promos&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;inya.” katanya mengawali pembicaraan. ”Terima kasih, Pak”, jawab penulis. Lalu katanya,” Pak Ibnu, Saya hanya ingin titip satu pekerjaan yang Saya minta Bapak dapat selesaikan pada 3 bulan pertama ini,” lanjut beliau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tentu saja penulis jadi agak sedikit tegang juga mendengarnya, jadi penulis langsung tanya,” tugas apa itu Pak,” Kemudian katanya,” Pak Ibnu coba buka file tentang kasus adanya dugaan penyuapan dalam penerimaan karyawan yang dilakukan oleh Pak D, kasus itu sudah cukup lama tapi sampai sekarang belum juga berhasil diselesaikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh Pimpinan kantor yang lama. Jadi saya minta Pak Ibnu bisa segera menyelesaikannya, karena sangat mendapat perhatian dari Direksi kita”, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Baru dengernya aja, penulis langsung pusing. Wah, boro-boro rek nikmati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;enaknya promosi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tapi malah dibebani kerjaan yang gak enak, kata penulis dalam hati tentu saja enggak nyampe ke telinga beliau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Terlebih selama ini hubungan informal penulis sama Pak D juga sangat baik, karena keluarganya yang kebetulan sama-sama dari Bandung sering berkunjung ke rumah. Begitu juga anak-anaknya sering main mengajak anak-anak penulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Namun bagaimanapun baiknya hubungan informal penulis dengan Pak D, bukanlah suatu alasa untuk tidak menyelesaikan persoalan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Akhirnya, penulis buka file yang bersangkutan. Penulis juga berusaha mencari informasi dari beberapa manajer lain yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penulis anggap mungkin memahami kasus tersebut terutama tentunya Manajer SDM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Rupanya kasusnya terjadi 3 tahun yang lalu. Kasus inipun jadi masalah karena adanya pengaduan melalui surat kaleng (tanpa pengirim yang jelas) ke Direksi yang menginformasikan adanya penyuapan yang dilakukan oleh salah seorang karyawan ketika menjalani tes masuk perusahaan (seleksi). Saat itu perusahaan tempat penulis bekerja sangat konsern (memberi perhatian kuat) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh karyawan, sehingga meskipun hanya berdasarkan surat kaleng kasus ini juga mendapat perhatian penuh dari Direksi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Dari surat menyurat yang ada sebenarnya oleh Pimpinan kantor yang lama juga telah dilakukan pemeriksaan, namun karena tidak berhasil mengorek pengakuan dari Pak D akhirnya tidak dapat diproses lebih lanjut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Secepatnya, penulis panggil karyawan yang diduga telah memberikan uang ketika masuk perusahaan (Sebut saja Pak X). Berdasarkan pengakuan nya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ternyata memang benar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada saat seleksi dia dimintai uang oleh Pak D yang saat itu menjadi Manajer SDM. Tentu saja semua keterangannya penulis catat dengan detil dalam Berita Acara Pemeriksaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Setelah meminta keterangan dari Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;X, akhirnya penulis pun memanggil Pak D. Penulis tentunya menanyakan kebenaran pengakuan Pak X tersebut kepada yang bersangkutan. Ternyata dia menyangkal semua pernyataan Pak X. Penulis pun membujuk dengan segala cara untuk keterus terangan yang bersangkutan. Tapi Pak D tetap bertahan. Tentu saja penulis pusing karena memang tidak ada bukti sama sekali, apalagi peristiwanya terjadi telah cukup lama. Penulis juga sadar kalau memfitnah orang juga merupakan sesuatu yang dilarang oleh agama yang diyakini penulis. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;Waduh!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sampai beberapa jam penulis dan Pak D hanya terdiam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;Gak tau dapat inspirasi dari mana, tiba-tiba penulis melanjutkan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, kata penulis “&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pak D,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya seorang laki-laki,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai seorang laki-laki saya mungkin dapat melakukan apa saja. Tapi sebagai laki-laki saya pun akan bertanggung jawab apapun yang telah saya lakukan, pantang bagi saya untuk lari dari tanggung jawab.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;Wah, ternyata ucapan penulis yang menyinggung masalah harga diri itupun cukup manjur, karena mukanya langsung merah padam. Dengan berat diapun akhirnya berkata, “&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Baik Pak, saya akui saya menerima uang dari Pak X sebesar Rp 500.000 (tahun 1990). Tapi sebenarnya itu sebagai pembayaran pinjaman yang bersangkutan.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Senang juga penulis karena akhirnya dia mengakui adanya penerimaan uang tersebut, lalu penulis pun melanjutkan. ” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Memang dia pinjam uang dari Bapak berapa dan untuk apa?” tanya penulis. Dia pun menjawab,” Pada saat dia mau menjalani tes lanjutan, di kantor wilayah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dia tidak punya uang jadi meminjam dari saya Rp 35.000,- ” ”Oh begitu, kalo gitu ceritakan aja secara tertulis apa yang telah terjadi.” kata penulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Terus penulis katakan,” Pak D berdasarkan apa yang telah Bapak ceritakan tentunya Bapak tahu kalau hal tersebut telah melanggar peraturan Perusahaan (pasal sekian) . oleh karena itu, tentunya Bapak juga sadar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal tersebut juga menyebabkan Bapak dapat terkena sanksi atas perbuatan Bapak”,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia pun dengan terbata berkat” Ya Pak, Saya sadar dan Saya khilap, dan mohon bantuan Bapak untuk dapat meringankan hukuman yang akan dijatuhkan terhadap Saya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Penulis pun melanjutkan,” Pak D , kalau pun akan ada sanksi terhadap Bapak, sanksi itu bukan karena saya, Pimpinan Wilayah atau pun Direksi. Sanksi itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dijatuhkan oleh perbuatan Bapak Sendiri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang jelas-jelas Bapak ketahui bahwa hal-hal seperti itu melanggar peraturan, tapi Bapak tetap melakukannya. Namun bagaimanapun saya akan membantu sekuat tenaga apa yang bisa saya bantu, jadi kalau ada permintaan silahkan ajukan sekarang mudah-mudahan saya atau Pimpinan bisa memenuhi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;” Pak Saya mohon bantuan Bapak untuk dapat memindahkan saya ke daerah asal saya, karena terus terang saya malu kalau tetap bekerja di sini”, katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Ok, saya akan teruskan permohonan Bapak tentang hal itu ke Pimpinan karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya tidak berwenang untuk itu”. Jawab penulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Akhirnya setelah semua proses pemeriksaan selesai, penulis langsung menyampaikan hasilnya melalui telepon ke Pimpinan Wilayah. ”Tugas yang Bapak berikan beres, Pak ,” kata penulis. ”Terima kasih Pak Ibnu , ” katanya. Tentu saja dia sangat senang, karena masalah ini pun menjadi ganjalan bagi beliau. Terus penulis pun melaporkan lebih lanjut’,” Secara tertulis nanti akan saya kirimkan Pak, tapi ada permohonan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari Pak D yang mungkin Bapak bisa bantu,” ”Apa itu Pak Ibnu ?” kata beliau. ”Kalau bisa dia minta dapat dipindahkan ke kantor B pak karena dia merasa malu kalau tetap disini”, kata penulis. ” Ok, Pak Ibnu saya akan bantu dan mudah-mudahan disetujui oleh Direksi” katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Akhir dari cerita, dia pun dikenakan hukuman ”penurunan pangkat” dan keinginan yang bersangkutan untuk pindah juga dipenuhi. Penulis sadar hukuman itu benar-benar telah menimbulkan demotivasi yang berat oleh karena itu penulis berusaha bantu kepindahan Pak D ke kota B dengan memberikan pinjaman truk yang juga disetujui Pimpinan Wilayah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Bagi penulis sendiri kasus ini terasa berat, karena hubungan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;informal yang baik selama ini dengan yang bersangkutan. Pada saat mau melepas yang bersangkutan, penulis pun berkata ,” Pak D selama ini hubungan kita dan keluarga sangat baik, dan bagi saya dan keluarga adanya peristiwa ini pun tidak mempengaruhi hal itu, jadi itu terserah Bapak untuk menerima nya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Setelah yang bersangkutan pindah, hari raya Idul Fitri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berikutnya, &lt;i style=""&gt;alhamdullillah&lt;/i&gt; penulis menerima kartu ucapan dan disitu juga tertulis kata-kata pak D &lt;i style=""&gt;,” Pak Ibnu , mudah-mudahan Bapak dan keluarga selalu sehat, kami sekeluarga juga alhamdullillah dalam keadaan sehat. Kalau Bapak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan keluarga datang ke B , kami harap Bapak bisa mampir ke rumah kam&lt;/i&gt;i.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4259193208150280017-9077004401207236995?l=ibnudblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnudblog.blogspot.com/feeds/9077004401207236995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4259193208150280017&amp;postID=9077004401207236995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/9077004401207236995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4259193208150280017/posts/default/9077004401207236995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnudblog.blogspot.com/2008/10/memanusiakan-manusia-6.html' title='Memanusiakan Manusia (6)'/><author><name>Ibnu' Blog</name><uri>http://www
